Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
DaerahZona Berita

Bibit Siklon Tropis 91B, Aceh dan Sumut Waspada

2
×

Bibit Siklon Tropis 91B, Aceh dan Sumut Waspada

Sebarkan artikel ini
Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman berpotensi memicu hujan lebat di Aceh dan Sumut serta gelombang hingga 2,5 meter.
Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman berpotensi memicu hujan lebat di Aceh dan Sumut serta gelombang hingga 2,5 meter.

indonetra.com – Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman, sebelah utara Aceh, memicu kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di Aceh serta Sumatera Utara pada akhir Oktober 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi sistem tersebut pada 29 Oktober 2026 pukul 01.00 WIB, dengan pusat berada di koordinat 7,9 derajat lintang utara dan 97,0 derajat bujur timur.

Baca Juga :  Pemkab Verifikasi Bantuan 525 Nelayan Aceh Timur

Berdasarkan analisis awal, kecepatan angin maksimum di sekitar pusat bibit siklon mencapai 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam, sedangkan tekanan udara minimumnya tercatat 1.009 hektopascal.

Potensi perkembangannya menjadi siklon tropis berada dalam kategori sedang untuk 24 jam ke depan, tetapi status tersebut tidak berarti sistem telah berkembang menjadi siklon tropis.

Bibit Siklon Tropis 91B Berpotensi Memengaruhi Cuaca

BMKG memprakirakan sistem tersebut bergerak ke arah barat hingga barat laut, menjauhi wilayah Indonesia, meskipun pengaruh tidak langsungnya masih perlu diwaspadai.

Di Aceh, peningkatan potensi hujan diperkirakan berlangsung pada 29–31 Oktober 2026, dipengaruhi bibit siklon serta dinamika atmosfer lain, termasuk Gelombang Kelvin, pertemuan angin, dan kelembapan udara yang tinggi.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, kawasan dataran tinggi Gayo, serta sebagian wilayah Aceh bagian barat dan selatan.

Baca Juga :  BMKG Luruskan Isu Potensi Megathrust di Tolitoli dan Buol

Sementara itu, sejumlah wilayah Sumatera Utara berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang pada periode 29 Oktober hingga 1 November 2026.

Keberadaan Bibit Siklon Tropis 91B bukan satu-satunya faktor penentu cuaca ekstrem karena kondisi atmosfer lain juga dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Gelombang Selat Malaka dan Risiko Bencana

Selain hujan lebat, tinggi gelombang di Selat Malaka bagian utara diprakirakan mencapai 1,25–2,5 meter, sehingga perlu diperhatikan nelayan, operator kapal, dan pengguna transportasi laut.

Prakiraan dampak tidak langsung berdasarkan analisis 29 Oktober berlaku hingga Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, tetapi waktu tersebut bukan jaminan bahwa seluruh pengaruh cuaca akan berakhir.

Masyarakat di daerah rawan juga perlu mengantisipasi banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang ketika hujan deras berlangsung, terutama apabila kondisi tanah telah jenuh air.

Baca Juga :  Gempa M 4,6 Landa Seluma, Terasa di Kota Bengkulu

Bibit Siklon Tropis 91B merupakan sistem berbeda dari Siklon Tropis Arnab yang berkembang dari Bibit Siklon Tropis 98B dan sebelumnya dipantau di kawasan Teluk Benggala.

BMKG terus memantau posisi, kekuatan, dan arah pergerakan sistem melalui Tropical Cyclone Warning Centre Jakarta, dengan analisis yang dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer.

Masyarakat di Aceh dan Sumatera Utara disarankan mengikuti pembaruan prakiraan serta peringatan dini melalui kanal resmi BMKG dan menyesuaikan aktivitas luar ruangan maupun pelayaran dengan kondisi cuaca terbaru.

(YS/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.