Example floating
Example floating
DaerahZona Berita

BNPB Perkuat Pemadaman Atasi Kebakaran Way Kambas

1
×

BNPB Perkuat Pemadaman Atasi Kebakaran Way Kambas

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Way Kambas belum padam hingga 25 Oktober 2026. BNPB mengerahkan helikopter dan tim gabungan untuk mengendalikan api.
Kebakaran Way Kambas belum padam hingga 25 Oktober 2026. BNPB mengerahkan helikopter dan tim gabungan untuk mengendalikan api.

indonetra.com – Kebakaran Way Kambas di Lampung Timur masih menjadi perhatian hingga 25 Oktober 2026 karena api belum sepenuhnya padam, sementara petugas terus berupaya melindungi kawasan konservasi dan masyarakat di sekitarnya.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini mengandalkan operasi darat, dukungan helikopter, pemantauan udara, serta upaya tambahan untuk mengendalikan titik api yang sulit dijangkau.

Baca Juga :  Gempa Bogor M 4,1, Guncangan Terasa di Sejumlah Wilayah

Kondisi vegetasi yang mengering, akses terbatas, dan karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan berulang agar bara tidak kembali menyala.

Helikopter dan tim gabungan tangani kebakaran Way Kambas

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi pemadaman melalui jalur udara dan darat untuk menjangkau lokasi kebakaran di Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Helikopter Sikorsky Black Hawk UH-60L digunakan untuk menjalankan operasi water bombing, yaitu menjatuhkan air dari udara ke area yang terbakar dan sulit dijangkau petugas darat.

Dalam laporan penanganan pada 24 Oktober 2026, BNPB menyebut sekitar 40 hektare area masih belum berhasil dipadamkan, sedangkan sehari sebelumnya petugas berhasil menangani kebakaran di area sekitar 10,2 hektare.

Baca Juga :  Informasi BMKG 8 Daerah Timur Indonesia Ini Berstatus Siaga Tsunami

Angka tersebut menggambarkan perkembangan penanganan pada waktu pelaporan masing-masing, bukan total akumulasi seluruh kawasan yang terbakar sepanjang tahun.

Petugas darat juga menggunakan pompa air dan selang panjang untuk menyalurkan air menuju titik api, termasuk lokasi yang berjarak cukup jauh dari sumber air.

Pemantauan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone membantu petugas mengenali kondisi lapangan dan menentukan lokasi yang perlu diprioritaskan.

Operasi melibatkan BNPB, Balai Taman Nasional Way Kambas, BPBD, TNI, Polri, mitra konservasi, serta masyarakat setempat.

Pemerintah juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai upaya pendukung untuk membantu menghadirkan hujan, meskipun pelaksanaannya bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang sesuai.

Habitat satwa dan warga sekitar ikut menjadi perhatian

Kebakaran Way Kambas tidak hanya menjadi persoalan pemadaman, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap habitat satwa liar dan aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar taman nasional.

Warga melaporkan bahwa area terdampak berada di sekitar jalur perlintasan satwa, termasuk gajah liar dan rusa, serta menyampaikan kekhawatiran ketika api mendekati pagar pembatas kawasan.

Meski begitu, laporan mengenai jalur satwa yang terdampak tidak otomatis membuktikan adanya kematian satwa akibat kebakaran karena informasi tersebut memerlukan verifikasi tersendiri.

Baca Juga :  Anak Krakatau Erupsi Lima Kali, Abu Terpantau Hingga Lampung

Pengelola Taman Nasional Way Kambas juga menjelaskan bahwa lokasi kebakaran yang ditangani bukan kawasan inti Pusat Konservasi Gajah, sehingga lokasi kejadian perlu dibedakan dari fasilitas konservasi tersebut.

Dampak lain dirasakan masyarakat di desa-desa penyangga yang mengeluhkan asap dari kawasan hutan, terutama ketika angin membawa asap menuju permukiman.

Warga di sekitar kawasan perlu mengurangi paparan asap, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara terganggu, serta mengikuti informasi dari petugas setempat.

Apabila menemukan titik api baru, masyarakat sebaiknya segera melaporkannya kepada petugas atau BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Hingga 25 Oktober 2026, penyebab pasti kebakaran terbaru belum dapat dinyatakan sebagai kesimpulan final dan masih memerlukan penelusuran oleh pihak berwenang.

Penanganan yang berkelanjutan menjadi penting untuk mencegah api meluas, mengurangi dampak asap, dan menjaga ekosistem Taman Nasional Way Kambas yang menjadi habitat beragam satwa liar.

(YS/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.