Example floating
Example floating
DaerahZona Berita

Gempa Bogor M 4,1, Guncangan Terasa di Sejumlah Wilayah

5
×

Gempa Bogor M 4,1, Guncangan Terasa di Sejumlah Wilayah

Sebarkan artikel ini
Gempa Bogor M 4,1 terjadi pada Kamis sore, 15 Oktober 2026. Simak lokasi pusat gempa, kedalaman, dan wilayah yang merasakan guncangan.
Gempa Bogor M 4,1 terjadi pada Kamis sore, 15 Oktober 2026. Simak lokasi pusat gempa, kedalaman, dan wilayah yang merasakan guncangan.

indonetra.com – Gempa Bogor magnitudo 4,1 terjadi pada Kamis sore, 15 Oktober 2026, dengan pusat gempa berada di darat dan guncangannya dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat.

Informasi awal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa terjadi sekitar pukul 17.58 WIB, dengan episenter berada di wilayah barat daya Kota Bogor.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga di kawasan sekitar pusat gempa, terutama karena guncangan dirasakan hingga wilayah yang berada di luar Kota Bogor.

Lokasi dan Kedalaman Gempa Bogor M 4,1

Data BMKG mencatat pusat gempa berada sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor, Jawa Barat, pada koordinat sekitar 6,73 derajat Lintang Selatan dan 106,61 derajat Bujur Timur.

Informasi awal yang diberitakan menunjukkan kedalaman gempa mencapai 5 kilometer, sedangkan data waktu nyata BMKG mencatat kedalaman 10 kilometer pada kejadian yang berlangsung pukul 17.58 WIB.

Baca Juga :  Jadwal Pemadaman Listrik di Palu Minggu 27 September 2026

Perbedaan angka kedalaman tersebut dapat terjadi karena parameter gempa pada tahap awal masih dapat diperbarui seiring masuknya data pengamatan seismik.

BMKG mengingatkan bahwa informasi awal gempa bumi dapat berubah setelah melalui analisis lebih lanjut oleh ahli seismologi.

Karena itu, masyarakat sebaiknya mengacu pada pembaruan resmi BMKG untuk mengetahui parameter kejadian yang telah dikonfirmasi.

Wilayah yang Merasakan Guncangan Gempa

Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di Kecamatan Pamijahan dan Kabandungan dengan intensitas IV pada skala MMI berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pemberitaan.

Skala MMI atau Modified Mercalli Intensity digunakan untuk menggambarkan tingkat guncangan berdasarkan dampak yang dirasakan manusia dan kondisi benda di suatu lokasi.

Pada intensitas IV, getaran umumnya dapat dirasakan banyak orang di dalam ruangan, sementara benda atau peralatan tertentu bisa ikut bergetar.

Baca Juga :  Polusi Udara Sulawesi Selatan, 16 Daerah Perlu Waspada

Besarnya dampak yang dialami warga tetap bergantung pada kondisi bangunan, jarak dari pusat gempa, serta karakteristik tanah setempat.

Hingga informasi awal tersebut diterbitkan, belum ada keterangan mengenai dampak kerusakan maupun penyebab gempa secara terperinci.

Langkah yang Perlu Dilakukan Setelah Gempa

Warga yang merasakan gempa sebaiknya tetap tenang, memeriksa kondisi bangunan, dan menjauhi bagian rumah yang mengalami kerusakan atau berpotensi runtuh.

Jika guncangan kembali terjadi, lindungi kepala dan berlindung di bawah meja yang kokoh sampai getaran berhenti, lalu keluar melalui jalur aman jika diperlukan.

Hindari penggunaan lift ketika berada di gedung bertingkat dan waspadai benda yang dapat jatuh dari rak atau bagian bangunan.

Informasi mengenai gempa susulan, potensi bahaya, dan pembaruan parameter kejadian perlu dipantau melalui kanal resmi BMKG.

Warga juga dapat melaporkan kondisi yang dirasakan kepada pihak berwenang agar informasi lapangan membantu pemantauan situasi di wilayah terdampak.

Baca Juga :  Sinabung Erupsi, BNPB: Waspada Erupsi Susulan Lebih Besar

(YS/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *