Example floating
Example floating
Daerah

Informasi BMKG 8 Daerah Timur Indonesia Ini Berstatus Siaga Tsunami

27
×

Informasi BMKG 8 Daerah Timur Indonesia Ini Berstatus Siaga Tsunami

Sebarkan artikel ini
Informasi BMKG 8 Daerah Timur Indonesia Ini Berstatus Siaga Tsunami
gambar hanya ilustrasi

indonetra.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah laut dekat Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu peringatan dini tsunami pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

BMKG menyatakan hasil pemodelan menunjukkan potensi tsunami di sejumlah wilayah NTT, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan delapan wilayah masuk kategori Siaga.

8 Wilayah Siaga Tsunami Menurut BMKG

Gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WIB. Setelah pemutakhiran parameter, BMKG mencatat magnitudo gempa menjadi 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer.

Episenter berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dan berlokasi di laut.

Dalam pemodelan BMKG, status Siaga berarti potensi ketinggian tsunami berada pada kisaran 0,5 hingga 3 meter.

Delapan wilayah yang masuk kategori tersebut adalah:

  • Manggarai bagian utara, NTT — estimasi tiba 05.02 WIB
  • Ngada bagian utara, NTT — estimasi tiba 05.02 WIB
  • Manggarai Barat bagian utara, NTT — estimasi tiba 05.03 WIB
  • Selayar, Sulawesi Selatan — estimasi tiba 05.04 WIB
  • Ende bagian utara, NTT — estimasi tiba 05.05 WIB
  • Sikka bagian utara, NTT — estimasi tiba 05.13 WIB
  • Jeneponto, Sulawesi Selatan — estimasi tiba 05.15 WIB
  • Bantaeng, Sulawesi Selatan — estimasi tiba 05.46 WIB
Baca Juga :  Update BMKG, Prakiraan Cuaca Manokwari Hari Ini

Waktu tiba tersebut merupakan hasil pemodelan, sehingga tidak berarti gelombang pasti mencapai setiap lokasi dengan ketinggian yang sama.

BMKG juga mencantumkan sejumlah wilayah lain dengan status Waspada, termasuk beberapa wilayah di NTB, Sulawesi Selatan, NTT, dan Sulawesi Tenggara. Masyarakat berstatus Waspada diminta menjauhi pantai dan tepian sungai.

Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Bagi masyarakat yang berada di wilayah berstatus Siaga, BMKG meminta pemerintah daerah segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi.

Sementara itu, warga di wilayah Waspada diminta menjauh dari pantai dan tepian sungai.

Gempa ini juga menimbulkan guncangan cukup kuat. Berdasarkan estimasi shakemap BMKG, intensitas VII MMI tercatat di Aesesa dan Mbay, Nagekeo, serta Riung, Ngada.

Intensitas VI MMI dirasakan di Wolowae dan Bajawa, sedangkan Kota Ende, Borong, dan Ruteng mencapai V MMI.

Baca Juga :  11 Oleh-oleh Khas Semarang yang Tahan Lama, Wajib Coba

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Informasi mengenai perkembangan gempa dan tsunami sebaiknya hanya mengikuti kanal resmi BMKG dan InaTEWS.

Kesimpulan

Peringatan tsunami BMKG pada 15 Agustus 2026 menunjukkan delapan wilayah berada dalam status Siaga dengan potensi ketinggian tsunami 0,5 hingga 3 meter.

Karena kondisi gempa dan laut dapat terus dipantau serta diperbarui, masyarakat di wilayah terdampak perlu mengikuti instruksi evakuasi pemerintah dan pembaruan resmi BMKG, bukan menunggu kondisi gelombang terlihat dari daratan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *