indonetra.com – Seekor bayi surili yang terjebak kebakaran hutan Gunung Ciremai, Jawa Barat, berhasil diselamatkan relawan dan kembali bersama induknya setelah sempat ditemukan dalam kondisi lemas di atas pohon yang terbakar.
Peristiwa ini terjadi di kawasan Gunung Dulang, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, pada Kamis malam, 22 Oktober 2026.
Keberhasilan penyelamatan tersebut melibatkan Darsa, yang akrab disapa Dodo, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Padabeunghar bersama sembilan relawan lainnya yang sedang berupaya mengendalikan kebakaran.
Kronologi Bayi Surili Diselamatkan di Tengah Kebakaran
Sekitar pukul 20.00 WIB, rombongan relawan tiba di lokasi kebakaran setelah menempuh perjalanan sekitar empat jam dari kawasan Bukit Seribu Bintang dengan medan berbatu dan menanjak.
Saat menjalankan tugas pemadaman, mereka mendengar suara mencurigakan dari pepohonan yang terdampak api, tetapi awalnya mengira suara tersebut berasal dari burung.
Sekitar pukul 23.00 WIB, Dodo mencari sumber suara itu dan menemukan bayi surili di dahan pohon saninten yang telah terdampak kebakaran.
Primata kecil tersebut terlihat lemas dan sendirian, sedangkan kondisi lingkungan di sekitarnya membahayakan keselamatannya.
Relawan kemudian mengevakuasi bayi surili ke tempat yang lebih aman dan memberikan pertolongan sementara menggunakan perbekalan yang tersedia di lokasi.
Dodo menduga bayi surili mengalami kelemahan akibat paparan asap dan terpisah dari induknya sehingga tidak memperoleh asupan susu, meskipun penyebab pastinya tidak dapat dipastikan hanya dari pengamatan lapangan.
Para relawan juga menyiapkan tempat perlindungan sementara sambil melanjutkan penanganan kebakaran yang belum sepenuhnya terkendali.
Keesokan paginya, kondisi bayi surili dilaporkan membaik dan mulai kembali mengeluarkan suara, sehingga pencarian induknya dapat dilanjutkan.
Bayi Surili Kembali ke Induk, Habitatnya Perlu Dilindungi
Pada Jumat, 23 Oktober 2026, Dodo berupaya menemukan kelompok surili di kawasan hutan yang relatif aman dari kebakaran.
Pencarian awal yang dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB belum membuahkan hasil, sehingga ia kembali melanjutkan tugas penanganan kebakaran sebelum mencoba mencari lagi.
Sekitar pukul 10.00 WIB, pencarian akhirnya menemukan sekelompok surili di kawasan yang berjarak kurang lebih 300 meter dari lokasi awal penemuan bayi tersebut.
Ketika bayi surili dibawa mendekati kelompoknya, suara yang dikeluarkannya mendapat respons dari seekor surili dewasa yang kemudian menghampiri dan menggendongnya kembali.
Dodo meyakini surili dewasa tersebut merupakan induknya, sementara sekitar 15 ekor surili lainnya terlihat berada di kawasan yang sama.
Keberhasilan mempertemukan kembali induk dan anak menjadi kabar baik di tengah kebakaran yang mengancam habitat satwa liar di Gunung Ciremai.
Surili Jawa dengan nama ilmiah Presbytis comata merupakan primata endemik Pulau Jawa yang bergantung pada keberadaan hutan untuk mencari makanan, berlindung, dan membesarkan anaknya.
Kerusakan tutupan hutan akibat kebakaran dapat mengurangi sumber makanan, mengganggu tempat berlindung, serta memaksa satwa berpindah ke kawasan lain yang lebih aman.
Karena itu, penanganan kebakaran tidak cukup hanya menghentikan penyebaran api, tetapi juga perlu memperhatikan keselamatan satwa dan pemulihan habitat setelah kejadian.
Peristiwa penyelamatan ini memperlihatkan pentingnya peran masyarakat sekitar hutan dalam menjaga kawasan konservasi, terutama ketika satwa yang belum mampu menyelamatkan diri menghadapi ancaman kebakaran.
(YS/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), fokus pada penulisan artikel berbasis riset. Berpengalaman sebagai jurnalis freelance di berbagai media online, mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan penyajian informasi yang mudah dipahami.












