indonetra.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Gunung Loka, Kelurahan Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada Kamis (1/10/2026) malam.
Api dilaporkan muncul sekitar pukul 21.30 WITA dan membakar area lahan yang cukup luas.
Berdasarkan pembaruan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu (3/10/2026) pukul 07.00 WIB, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 25 hektare.
Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan.
Api Sempat Mendekati Permukiman
Kebakaran di kawasan Gunung Loka menjadi perhatian karena lokasi api sempat berada tidak jauh dari permukiman warga.
Bupati Bantaeng Fathul Fauzy Nurdin mengatakan pemerintah daerah berupaya mencegah kobaran api menjalar hingga ke rumah warga.
Dalam penanganan awal, sebanyak lima armada pemadam kebakaran Kabupaten Bantaeng dikerahkan ke lokasi.
Menurut laporan pemerintah daerah pada Jumat (2/10), sebagian besar api telah berhasil dipadamkan, meski masih terdapat bagian pohon yang terbakar.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kejadian tersebut dan tidak ada rumah warga yang terbakar.
Petugas Gabungan Masih Pantau Titik Api
BNPB melaporkan bahwa hingga Jumat (2/10) pukul 04.00 WITA, api masih menyala di sejumlah titik.
Penanganan kemudian dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bantaeng bersama petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa dan kecamatan, serta masyarakat.
Petugas melakukan pemantauan sekaligus penanganan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas.
BPBD Kabupaten Bantaeng juga telah melakukan asesmen awal dan berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk mendukung pengendalian karhutla.
Data mengenai luas area terdampak masih perlu diperbarui seiring proses pendataan di lapangan.
Hal ini terlihat dari adanya perbedaan estimasi pada laporan awal pemerintah daerah dengan pembaruan BNPB yang memperkirakan area terbakar mencapai 25 hektare.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga pembaruan BNPB pada 3 Oktober 2026, penyebab karhutla di Bantaeng belum diketahui.
Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menelusuri sumber atau pemicu kebakaran.
BNPB sendiri mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.
Karhutla di Bantaeng menjadi salah satu dari tiga kejadian kebakaran lahan baru yang dilaporkan BNPB pada awal Oktober 2026.
Dua kejadian lainnya terjadi di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, dengan estimasi 10 hektare lahan terbakar, serta Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dengan sekitar 2,5 hektare lahan tebu terbakar.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca pada masa pancaroba yang dapat disertai perubahan cuaca secara cepat, termasuk angin kencang dan kondisi panas yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
(YS/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), fokus pada penulisan artikel berbasis riset. Berpengalaman sebagai jurnalis freelance di berbagai media online, mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan penyajian informasi yang mudah dipahami.












