Example floating
Example floating
DaerahZona Berita

Gandrung Sewu 2026 Diserbu Puluhan Ribu Penonton

5
×

Gandrung Sewu 2026 Diserbu Puluhan Ribu Penonton

Sebarkan artikel ini
Gandrung Sewu 2026 di Banyuwangi menyedot puluhan ribu penonton dengan 1.300 penari, tema Kembang Dermo, dan konsep pertunjukan malam.
Gandrung Sewu 2026 di Banyuwangi menyedot puluhan ribu penonton dengan 1.300 penari, tema Kembang Dermo, dan konsep pertunjukan malam.

indonetra.com – Gandrung Sewu 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur, menarik puluhan ribu penonton saat pertunjukan tari kolosal tersebut untuk pertama kalinya digelar pada malam hari di Pantai Marina Boom, Sabtu (24/10/2026).

Sebanyak 1.300 penari dari Banyuwangi dan berbagai daerah di Indonesia tampil membawakan tarian bertema Kembang Dermo dengan memadukan kesenian tradisional, tata cahaya modern, serta efek visual yang berpendar dalam kegelapan.

Baca Juga :  Tim SAR Lanjut Cari 61 Penumpang KM Virgo yang Masih Hilang

Penyelenggaraan tahun ini menjadi perubahan besar bagi festival yang telah berlangsung sejak 2012 tersebut karena suasana malam dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman pertunjukan berbeda bagi wisatawan dan masyarakat.

Perpaduan gerakan ribuan penari, iringan musik tradisional, kostum bercahaya, dan penataan panggung menciptakan suasana teatrikal di kawasan pesisir yang menjadi lokasi acara.

Gandrung Sewu 2026 Hadir dengan Konsep Glow in the Dark

Konsep glow in the dark menjadi salah satu daya tarik utama dalam pertunjukan tahun ini melalui penggunaan elemen kostum yang memantulkan cahaya.

Omprog atau mahkota penari Gandrung, sampur atau selendang, serta kipas dirancang untuk memperkuat efek visual ketika para penari bergerak di bawah sorotan lampu.

Penggunaan bahan berpendar pada tubuh dan busana turut memberikan karakter berbeda pada pementasan yang berlangsung setelah matahari terbenam.

Baca Juga :  Informasi Terbaru Prakiraan Cuaca Jayapura Hari Ini dari BMKG

Tema Kembang Dermo diangkat untuk menampilkan nilai budaya dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat Banyuwangi melalui gerakan tari, musik, dan simbol-simbol kesenian setempat.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sebelumnya menjelaskan bahwa perubahan waktu penyelenggaraan bukan sekadar memindahkan pertunjukan ke malam hari, melainkan upaya memberikan pengalaman berbeda kepada penonton dan wisatawan.

“Tradisi tidak harus diam di tempat. Tradisi bisa terus bergerak, beradaptasi, dan berkembang mengikuti zaman, tanpa kehilangan jati dirinya,” kata Ipuk dalam keterangannya mengenai penyelenggaraan Gandrung Sewu.

Menurutnya, seni tari Gandrung tetap menjadi inti pertunjukan, dengan gerak, irama, ekspresi, serta nilai budaya yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

Rangkaian Acara Gandrung Sewu dan Dampak Pariwisata

Gandrung Sewu 2026 merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan InJourney untuk memperkuat daya tarik pariwisata berbasis seni dan budaya.

Baca Juga :  Gempa Lombok Barat M 4,5 Terasa Hingga Mataram

Direktur Utama InJourney Maya Watono menilai kekayaan budaya Banyuwangi memiliki potensi untuk diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara.

“Lewat kolaborasi di event ini, kami ingin menarasikan Banyuwangi ini di mata Indonesia dan dunia,” ujar Maya saat menyampaikan pandangannya mengenai pertunjukan tersebut.

Rangkaian acara berlangsung pada 22–24 Oktober 2026, dimulai dengan pertunjukan Keroncong Banyuwangi dan Hadrah Kuntulan Caruk, kemudian dilanjutkan Musik Jalanan serta Gandrung Terob pada hari berikutnya.

Pada hari puncak, pengunjung juga disuguhi Jaranan Show, Meras Gandrung, atraksi drone, pesta kembang api, serta konser musik setelah pementasan utama.

Gelaran tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi ekosistem pariwisata daerah, termasuk pelaku usaha lokal yang melayani kebutuhan pengunjung selama acara berlangsung.

Baca Juga :  Komdigi Gandeng Polri Berantas Penipuan Online dan Judol

Melalui perpaduan tradisi dan teknologi pertunjukan, Gandrung Sewu terus dikembangkan sebagai agenda budaya yang memperkenalkan identitas Banyuwangi sekaligus memperluas daya tarik wisata Indonesia.

(YS/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.