indonetra.com – Gempa bumi dengan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Senin (21/9/2026) dini hari.
Guncangan gempa Lombok Barat ini dilaporkan terasa oleh masyarakat hingga ke beberapa daerah di sekitarnya.
Berdasarkan data teknis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peristiwa aktivitas seismik ini terjadi tepat pada pukul 00.51 WIB.
Episenter atau titik pusat gempa tercatat berlokasi pada titik koordinat 9,44 Lintang Selatan (LS) dan 115,80 Bujur Timur (BT).
Pusat Gempa Lombok Barat Berada di Perairan
Lebih rinci, BMKG menjelaskan bahwa pusat gempa Lombok Barat ini berada di kawasan perairan, berjarak sekitar 91 kilometer arah barat daya dari wilayah daratan kabupaten tersebut.
Gempa bumi ini tergolong ke dalam gempa dangkal, mengingat hiposenternya berada pada kedalaman 22 kilometer di bawah permukaan laut.
Secara seismologis, gempa dangkal yang berpusat di laut pada kedalaman tersebut sering kali rambatan getarannya lebih mudah dirasakan hingga ke permukaan daratan, meskipun magnitudo gempanya berada di tingkat menengah.
Dampak Guncangan Skala MMI II
Efek dari gempa Lombok Barat ini menyebabkan guncangan yang terdeteksi pada skala II MMI (Modified Mercalli Intensity) di sejumlah wilayah.
Sebagai informasi, skala MMI II berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang tipis.
Selain wilayah Kabupaten Lombok Barat yang berdekatan dengan episenter, getaran berskala ringan ini turut dirasakan oleh warga yang berada di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Tengah.
Mengingat intensitas guncangan yang relatif kecil, getaran umumnya hanya mengejutkan sebagian masyarakat yang sedang beraktivitas atau terjaga di dini hari.
BMKG belum merilis informasi adanya kerusakan infrastruktur akibat peristiwa ini, dan masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta merujuk pada kanal informasi resmi terkait potensi gempa susulan.
(YS/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), fokus pada penulisan artikel berbasis riset. Berpengalaman sebagai jurnalis freelance di berbagai media online, mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan penyajian informasi yang mudah dipahami.












