Example floating
Example floating
Daerah

BMKG: Sebaran Abu Anak Krakatau Capai Jakarta

30
×

BMKG: Sebaran Abu Anak Krakatau Capai Jakarta

Sebarkan artikel ini
BMKG: Sebaran Abu Anak Krakatau Capai Jakarta
BMKG: Sebaran Abu Anak Krakatau Capai Jakarta

indonetra.com – Dampak erupsi yang terjadi di tengah laut ternyata tak mengenal batas wilayah.

Gumpalan abu vulkanik yang dimuntahkan Gunung Anak Krakatau kini merambat jauh melampaui perairan Selat Sunda, menjangkau langit ibu kota hingga membuat aktivitas warga di pesisir Banten terganggu.

BMKG Identifikasi Dua Klaster Sebaran Abu Vulkanik

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, yang erupsi sejak Jumat (4/9/2026) malam, kini sudah meluas hingga sebagian wilayah Jakarta.

Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 yang dipadukan dengan data PVMBG dan VAAC Darwin per pukul 04.00 WIB, Minggu (6/9/2026), BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu yang bergerak ke arah berbeda.

“Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Rangkuman Dua Klaster Sebaran Abu Vulkanik

Klaster Ketinggian Arah Sebaran Wilayah Terdampak
Klaster 1 Permukaan – 20.000 kaki Timur Laut – Selatan Sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya
Klaster 2 Permukaan – 50.000 kaki Barat Daya – Barat Laut Sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, dan Samudra Hindia
Baca Juga :  Informasi BMKG 8 Daerah Timur Indonesia Ini Berstatus Siaga Tsunami

Warga Pesisir Serang Rasakan Dampak Langsung

Sebelum sebarannya meluas hingga Jakarta, dampak abu vulkanik ini lebih dulu dirasakan langsung oleh warga di pesisir Kabupaten Serang, Banten, sejak Sabtu (5/9/2026) malam.

Sanan (42), salah satu warga setempat, mengaku rentetan suara gemuruh dan getaran yang tidak kunjung berhenti sejak Jumat malam mendorongnya mendatangi langsung Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Pasauran untuk memastikan kondisi keamanan gunung tersebut.

Kekhawatiran serupa turut dirasakan Kepala SDN Pasir Menteng, Kecamatan Cinangka, Ajat Sudrajat, yang membenarkan bahwa sebaran debu vulkanik sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan tubuh saat beraktivitas di luar ruangan.

“Di perjalanan, kalau keadaan tidak memakai masker itu sudah lumayan sakit ke tenggorokan, kemudian mata juga perih kalau tidak pakai kacamata,” ungkapnya.

Radius Bahaya 3 Kilometer Tetap Berlaku

Menyusul rangkaian erupsi yang masih berlangsung, Badan Geologi Kementerian ESDM kembali menegaskan larangan bagi siapa pun untuk mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. “Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G.

Baca Juga :  BMKG: Gempa Terkini Cilacap M 5,4 Terasa Hingga Pangandaran

Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,” jelas pihak Badan Geologi.

Erupsi pada Minggu (6/9/2026) sendiri tercatat berlangsung sekitar 30 detik dan terekam jelas melalui data seismograf, menandakan aktivitas vulkanik gunung ini masih dalam kondisi tinggi dan berpotensi terus mengeluarkan abu dalam beberapa waktu ke depan.

Turut Ganggu Operasional Penerbangan di Soekarno-Hatta

Meluasnya sebaran abu vulkanik hingga wilayah Jakarta dan Banten turut berdampak langsung terhadap sektor penerbangan.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membuat Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) harus ditutup sementara hingga pukul 09.30 WIB, demi menjaga keselamatan penerbangan dari risiko kerusakan mesin pesawat maupun gangguan visibilitas akibat partikel abu vulkanik.

Imbauan bagi Masyarakat Terdampak

BMKG mengingatkan bahwa arah angin dan konsentrasi abu vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan aktivitas gunung api serta kondisi atmosfer terkini.

Oleh karena itu, masyarakat di wilayah terdampak, khususnya Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Lampung dan Bengkulu, diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan otoritas terkait lainnya.

Baca Juga :  Fakta Terbaru Erupsi Anak Krakatau, Ini Data Terkini

Bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker dan kacamata pelindung sangat disarankan untuk meminimalkan dampak iritasi pada saluran pernapasan maupun mata akibat paparan abu vulkanik yang terbawa angin.

Kesimpulan

Meluasnya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga menjangkau Jakarta dan sebagian Jawa Barat menegaskan bahwa dampak sebuah erupsi tidak selalu terbatas pada kawasan di sekitar gunung api itu sendiri.

Dengan dua klaster sebaran yang teridentifikasi BMKG serta gangguan yang sudah dirasakan warga pesisir Banten maupun sektor penerbangan, masyarakat di berbagai wilayah terdampak perlu tetap waspada dan terus memantau perkembangan resmi seiring aktivitas Anak Krakatau yang masih tinggi.


YS/idn


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *