Example floating
Example floating
Daerah

Fakta Terbaru Erupsi Anak Krakatau, Ini Data Terkini

27
×

Fakta Terbaru Erupsi Anak Krakatau, Ini Data Terkini

Sebarkan artikel ini
Fakta Terbaru Erupsi Anak Krakatau, Ini Data Terkini
Fakta Terbaru Erupsi Anak Krakatau, Ini Data Terkini

indonetra.com – Angka-angka mencengangkan mulai bermunculan seiring aktivitas Gunung Anak Krakatau yang tak kunjung mereda sejak awal September.

Bukan hanya soal tinggi kolom abu, dampak nyata kini terasa hingga menyentuh hampir 150 ribu penumpang pesawat yang rencana perjalanannya mendadak berantakan.

Abu Vulkanik Terkonfirmasi Menyebar ke 5 Provinsi

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, memastikan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau telah menjangkau lima provinsi sekaligus, yakni Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.

“Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu,” ujarnya dalam konferensi pers daring, Minggu (6/9/2026).

Lana mengingatkan arah sebaran abu ini bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kecepatan dan arah hujan abu, sehingga masyarakat diimbau untuk sementara waktu tidak beraktivitas di luar ruangan.

Sudah Aktif Sejak Juli, Puncak Terjadi 5 September

Fakta menarik lain, aktivitas Gunung Anak Krakatau ternyata sudah terekam sejak Juli 2026, jauh sebelum erupsi besar yang menggegerkan publik akhir pekan ini.

“Gunung ini mulai aktif sebenarnya dimulai Juli 2026 dan aktivitas tertinggi ada di tanggal kemarin 5 September 2026,” jelas Lana.

Baca Juga :  Radius 3 Km Gunung Anak Krakatau Dilarang Keras Didekati

Ia menyebut kondisi ini menandakan adanya suplai magma dan gas yang masih terus berlangsung di dalam tubuh gunung.

Meski erupsi terjadi berulang, Lana menegaskan hal tersebut tidak otomatis berarti akan terjadi letusan yang lebih besar.

Evaluasi tetap dilakukan berkelanjutan berdasarkan seluruh parameter pemantauan, bukan hanya dari jumlah atau tinggi kolom erupsi semata.

Erupsi Anak Krakatau dalam Angka

Kategori Jumlah
Provinsi terdampak abu vulkanik 5 provinsi
Bandara ditutup sementara 8 bandara
Total penumpang terdampak (nasional) ±150.000 penumpang
Total penerbangan terdampak (nasional) 467 penerbangan
Penerbangan domestik terdampak (nasional) 409 penerbangan
Penerbangan internasional terdampak (nasional) 58 penerbangan
Penumpang terdampak khusus Soetta 119.215 penumpang
Penerbangan terdampak khusus Soetta 923 penerbangan

Getaran Kuat Sampai Guncang Pintu dan Jendela Warga

Dampak erupsi tak hanya dirasakan lewat kolom abu, melainkan juga getaran kuat yang dirasakan warga sekitar Selat Sunda.

Rekaman video yang dibagikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten pada Sabtu (5/9/2026) memperlihatkan pintu rumah warga bergetar hebat hingga menimbulkan bunyi gemerutuk keras.

BPBD Banten melaporkan getaran tersebut berlangsung beberapa kali sejak pukul 01.00 WIB, dan kembali terasa kuat pada pukul 07.00 WIB.

Baca Juga :  BMKG: Gempa Terkini Cilacap M 5,4 Terasa Hingga Pangandaran

Dari Pos Pantau Pasauran, petugas turut mencatat satu kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo mencapai 70 mm.

“Kondisi erupsi seperti ini diinterpretasikan sebagai ‘Lava Fontain’ atau lava air mancur. Terdengar dentuman dan gemuruh dari Pos GAK Pasauran,” demikian keterangan Situs Magma Kementerian ESDM.

923 Penerbangan di Soetta, 8 Bandara Ditutup Nasional

Dampak paling nyata dari erupsi anak Gunung Krakatau dirasakan sektor penerbangan, bakik domestik maupun internasional.

Assistant Deputy Communication & Legal PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mencatat sebanyak 923 penerbangan terdampak per pukul 21.00 WIB, Minggu (6/9), terdiri dari 671 penerbangan domestik, 232 penerbangan internasional, dan 20 penerbangan kargo, dengan total 119.215 penumpang terdampak.

Secara nasional, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengonfirmasi delapan bandara ditutup sementara, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufiq Kiemas, serta Atung Bungsu, dengan total 467 penerbangan dan sekitar 150 ribu penumpang terdampak secara keseluruhan.

Layanan Pemulihan bagi Penumpang Terdampak

Menyikapi gangguan ini, Bandara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA), menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang terdampak, serta menyiapkan bus di setiap terminal menuju hotel bekerja sama dengan pihak maskapai.

Baca Juga :  Perbedaan Perlinsos dengan Bansos yang Wajib Diketahui Masyarakat

InJourney Airports turut menyiapkan delapan bus gratis dengan tujuan Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya sebagai alternatif mobilitas penumpang.

Menhub Dudy menegaskan keputusan penutupan bandara diambil murni demi keselamatan.

“Apabila memang seperti tadi, masa sebaran masih banyak, kemudian paper test-nya masih positif, maka kami tidak akan memaksakan bandara tersebut dibuka,” ujarnya saat memantau langsung kondisi Bandara Soekarno-Hatta.

Kesimpulan

Deretan fakta terbaru erupsi Gunung Anak Krakatau ini menunjukkan skala dampak yang jauh lebih luas dari perkiraan awal, mulai dari sebaran abu ke lima provinsi, getaran kuat yang dirasakan warga pesisir, hingga hampir 150 ribu penumpang pesawat yang aktivitasnya terganggu secara nasional.

Dengan aktivitas vulkanik yang menurut Badan Geologi masih berpotensi berfluktuasi, masyarakat dan pelaku perjalanan diimbau untuk terus memantau informasi resmi guna mengantisipasi perkembangan situasi selanjutnya.


YS/idn


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *