indonetra.com – Peristiwa gempa bumi tektonik dengan magnitudo 3,7 dilaporkan menggetarkan kawasan barat daya Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat getaran tersebut terjadi akibat adanya aktivitas sesar aktif lokal di wilayah daratan.
Meskipun berskala relatif dangkal, guncangan sempat dirasakan oleh sebagian warga yang berada di sekitar pusat getaran.
Pihak otoritas terkait memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa geologi tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap memperhatikan petunjuk keselamatan dari instansi resmi terkait potensi gempa susulan.
Detail Parameter Teknis Gempa Bumi Sentani
Pemantauan analisis pemutakhiran data geofisika menunjukkan bahwa pusat gempa bumi berada di kedalaman yang cukup dangkal di wilayah daratan.
Karakteristik gempa dangkal di kawasan Papua umumnya dipicu oleh pergerakan struktur patahan lokal yang membentang di sekitar wilayah Jayapura dan sekitarnya.
Meskipun magnitudo gempa tergolong kecil hingga sedang, lokasi episentrum yang dekat dengan kawasan pemukiman membuat getarannya cukup nyata dirasakan, terutama oleh warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah.
Rincian Informasi Geofisika dan Skala Dirasakan
Berikut adalah tabel ringkasan parameter teknis peristiwa gempa bumi yang terjadi di wilayah barat daya Sentani:
| Parameter Geofisika | Data Catatan BMKG | Keterangan Dampak |
|---|---|---|
| Kekuatan (Magnitudo) | M 3,7 | Kategori gempa bumi dangkal & kecil |
| Lokasi Pusat Gempa | Barat Daya Sentani, Papua | Episentrum berada di wilayah daratan |
| Kedalaman Gempa | Kategori Dangkal (< 10 km) | Getaran lebih mudah dirasakan di permukaan |
| Potensi Tsunami | Tidak Berpotensi Tsunami | Pusat gempa berada di area daratan |
Langkah Mitigasi dan Imbauan Keselamatan BMKG
BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi kelayakan bangunan sebelum kembali beraktivitas secara normal di dalam rumah.
Pastikan tidak ada retakan struktural pada dinding atau tiang penyangga yang berisiko membahayakan penghuni jika terjadi guncangan susulan.
Di samping itu, warga meminta agar tidak mudah terpancing oleh isu liar atau informasi simpang siur yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di media sosial.
Informasi resmi mengenai perkembangan kebencanaan di Papua dapat diakses langsung melalui kanal komunikasi resmi BMKG dan BPBD setempat.
(YS/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), fokus pada penulisan artikel berbasis riset. Berpengalaman sebagai jurnalis freelance di berbagai media online, mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan penyajian informasi yang mudah dipahami.












