indonetra.com – Aktivitas seismik kembali terjadi di kawasan Kepulauan Maluku setelah peristiwa gempa bumi tektonik menggetarkan wilayah setempat.
Badan Meteorologi, Climatologi, dan Geofisika mencatat getaran tersebut dipicu oleh pergerakan subduksi lempeng laut yang berada di kedalaman sedang hingga dangkal.
Karakteristik wilayah Maluku yang dikelilingi patahan aktif menjadikan kawasan ini rentan mengalami guncangan gempa bumi secara periodik.
Hingga saat ini, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama pemerintah daerah masih melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi terdampak.
Warga yang berada di sekitar area episentrum diimbau untuk tidak mudah panik serta mengutamakan keselamatan diri saat terjadi guncangan susulan.
Analisis Karakteristik Geofisika Gempa Maluku
Berdasarkan analisis hasil pemutakhiran data geofisika, getaran gempa bumi dirasakan dalam skala MMI bervariasi oleh masyarakat setempat.
Menurut laporan dari Kantor Geofisika Kupang, gempa memiliki kekuatan 6.2R, terjadi pada 11-Sep-26 19:56 Wita, lokasi 7.44 LS, 129.11 BT.
Kondisi ini menyebabkan sebagian warga sempat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri menuju area terbuka yang aman dari risiko reruntuhan bangunan.
BMKG juga terus memperbarui analisis potensi risiko laut, terutama untuk memastikan ada atau tidaknya ancaman gelombang tsunami akibat pergeseran struktur bawah laut di Kepulauan Maluku.
Gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah NTT, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dan Kabupaten Malaka.
Rincian Parameter Teknis Peristiwa Gempa Bumi
Berikut adalah tabel ringkasan mengenai parameter teknis dan status dampak guncangan gempa di Maluku:
| Parameter Kebencanaan | Hasil Pengamatan Terkini | Catatan dan Imbauan |
|---|---|---|
| Kategori Peristiwa | Gempa Bumi Tektonik | Penyebab utama dari pergerakan lempeng aktif. |
| Lokasi Episentrum | Wilayah Perairan/Daratan Maluku | Koordinat tepat dipantau langsung oleh BMKG. |
| Potensi Tsunami | Tidak Berpotensi Tsunami | Status dapat berubah sesuai perkembangan data. |
| Langkah Penanganan | Pendataan & Pemantauan BPBD | Tim SAR dan relawan siap di posko darurat. |
Panduan Keselamatan dan Tindakan Mitigasi Mandiri
Untuk mengantisipasi guncangan susulan yang sewaktu-waktu dapat terjadi, masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa keutuhan struktur bangunan tempat tinggal.
Hindari berlindung di dekat dinding retak, kaca, atau benda gantung yang berpotensi roboh saat terjadi getaran.
Selain itu, masyarakat diminta aktif memantau informasi resmi hanya dari kanal media terverifikasi milik BMKG, BNPB, dan BPBD setempat.
Hindari menyebarkan berita bohong atau rumor tak pasti yang dapat menimbulkan kegelisahan publik di area terdampak bencana.
(YS/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), fokus pada penulisan artikel berbasis riset. Berpengalaman sebagai jurnalis freelance di berbagai media online, mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan penyajian informasi yang mudah dipahami.












