Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Daerah

Gempa M 4,1 Guncang Pidie Jaya Aceh, Kedalaman 6 Km

3
×

Gempa M 4,1 Guncang Pidie Jaya Aceh, Kedalaman 6 Km

Sebarkan artikel ini
Gempa Pidie Jaya Aceh bermagnitudo 4,1 terjadi pada 1 November 2026. Simak lokasi pusat gempa, kedalaman, dan informasi BMKG.
Gempa Pidie Jaya Aceh bermagnitudo 4,1 terjadi pada 1 November 2026. Simak lokasi pusat gempa, kedalaman, dan informasi BMKG. (foto ilustrasi)

indonetra.com – Gempa Pidie Jaya Aceh dengan magnitudo 4,1 terjadi pada Minggu (1/11/2026) siang, dengan pusat gempa berada di darat sekitar 24 kilometer barat daya Kabupaten Pidie Jaya.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tercatat terjadi pada pukul 12.38.59 WIB.

Baca Juga :  Gempa Labuan Bajo M 4,5 Berpusat di Laut Utara

Pusat gempa berada pada koordinat 4,79 derajat Lintang Utara dan 96,20 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman mencapai 6 kilometer.

Detail Gempa Pidie Jaya Berdasarkan Data BMKG

Parameter gempa yang dirilis BMKG menunjukkan bahwa sumber getaran berada di wilayah daratan, bukan di kawasan laut.

Kedalaman 6 kilometer menempatkan sumber gempa relatif dekat dengan permukaan bumi, sehingga informasi mengenai lokasi dan kedalamannya menjadi bagian penting dalam pemantauan kejadian tersebut.

Parameter Keterangan
Magnitudo 4,1
Tanggal Minggu, 1 November 2026
Waktu 12.38.59 WIB
Lokasi pusat gempa 24 km barat daya Kabupaten Pidie Jaya, Aceh
Jenis lokasi Darat
Kedalaman 6 kilometer
Koordinat 4,79 LU – 96,20 BT

BMKG memasukkan kejadian tersebut dalam kategori gempa dirasakan pada informasi gempa bumi terkini.

Baca Juga :  Gempa Bogor M 4,1, Guncangan Terasa di Sejumlah Wilayah

Namun, data yang tersedia belum mencantumkan rincian wilayah yang merasakan guncangan maupun besaran intensitasnya berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI).

BMKG Ingatkan Kemungkinan Gempa Susulan

Setelah kejadian gempa, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Imbauan tersebut penting diperhatikan karena aktivitas gempa susulan dapat terjadi setelah suatu gempa utama, meskipun waktu dan kekuatannya tidak dapat dipastikan sebelumnya.

Masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak disarankan memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah atau gedung.

Jika ditemukan retakan atau kerusakan pada bagian bangunan, sebaiknya hindari area tersebut sampai kondisinya dinyatakan aman.

Baca Juga :  Gempa M 4,4 Guncang Pacitan JATIM, Berpusat di Laut

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya, terutama terkait perkembangan aktivitas gempa bumi.

Langkah yang Perlu Dilakukan Setelah Gempa

Dalam panduan mitigasi gempa bumi, BMKG mengingatkan masyarakat agar memperhatikan keselamatan diri dan lingkungan setelah guncangan berhenti.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:

  • Memeriksa kondisi rumah dan bangunan dari kemungkinan kerusakan.
  • Menghindari bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan struktural.
  • Memastikan tidak ada kebocoran gas maupun gangguan instalasi listrik.
  • Menghindari benda atau material bangunan yang berpotensi jatuh.
  • Memantau informasi resmi mengenai perkembangan gempa susulan.

Masyarakat juga perlu mengetahui lokasi aman di sekitar tempat tinggal untuk mengantisipasi apabila terjadi guncangan berikutnya.

Baca Juga :  BMKG Luruskan Isu Potensi Megathrust di Tolitoli dan Buol

Informasi mengenai gempa Pidie Jaya ini mengacu pada parameter yang dirilis BMKG, sementara perkembangan kondisi di lapangan tetap perlu mengikuti laporan resmi dari instansi terkait.

(YS/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.