Example floating
Example floating
DaerahZona Berita

Gempa M 4,4 Guncang Pacitan JATIM, Berpusat di Laut

2
×

Gempa M 4,4 Guncang Pacitan JATIM, Berpusat di Laut

Sebarkan artikel ini
Gempa M 4,4 Guncang Pacitan JATIM, Berpusat di Laut
Gempa M 4,4 Guncang Pacitan JATIM, Berpusat di Laut

indonetra.com – Gempa Pacitan bermagnitudo 4,4 terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 18.53 WIB, dengan pusat gempa di laut sekitar 100 kilometer barat daya Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 75 kilometer.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat getaran gempa tersebut dirasakan di wilayah Pacitan dengan intensitas II MMI, sementara laporan awal belum mencantumkan informasi mengenai kerusakan maupun korban akibat kejadian ini.

Lokasi dan Kedalaman Gempa Pacitan

Gempa bumi ini memiliki koordinat 8,98 derajat Lintang Selatan dan 110,69 derajat Bujur Timur berdasarkan data pemantauan BMKG.

Lokasi episenter yang berada di laut serta kedalaman 75 kilometer menjadi dua parameter penting untuk memahami karakteristik guncangan yang terjadi di sekitar Pacitan.

Kedalaman gempa merupakan jarak vertikal antara pusat gempa di dalam bumi dan permukaan bumi, sedangkan episenter adalah titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas pusat gempa.

Informasi mengenai lokasi, magnitudo, dan kedalaman membantu masyarakat serta petugas terkait memahami kejadian gempa berdasarkan data pengamatan, bukan sekadar laporan mengenai getaran yang dirasakan warga.

Baca Juga :  Kapal MV Khatulistiwa 8 Tenggelam di Tuban, 1 ABK Hilang

Seberapa Kuat Guncangan Gempa di Pacitan?

BMKG mencatat gempa tersebut dirasakan di Pacitan dengan intensitas II pada skala Modified Mercalli Intensity atau MMI.

Pada tingkat II MMI, getaran umumnya hanya dirasakan oleh beberapa orang, terutama yang berada dalam kondisi tertentu, sementara benda-benda ringan yang digantung dapat terlihat bergoyang.

Intensitas MMI berbeda dengan magnitudo karena keduanya mengukur aspek yang tidak sama dalam peristiwa gempa bumi.

Magnitudo menggambarkan ukuran gempa berdasarkan energi yang dilepaskan, sedangkan intensitas MMI menjelaskan tingkat guncangan dan dampaknya di lokasi tertentu.

Karena itu, satu gempa dapat memiliki magnitudo yang sama, tetapi tingkat guncangan yang berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya.

Apakah Gempa Pacitan Berpotensi Tsunami?

Pusat gempa yang berada di laut tidak otomatis berarti suatu kejadian memiliki potensi tsunami.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini Oktober 2026, Cek Daftar Lengkapnya

Penilaian potensi tsunami memerlukan analisis parameter gempa, termasuk kekuatan, kedalaman, lokasi, serta karakteristik sumber gempa yang berkaitan dengan perpindahan dasar laut.

Untuk kejadian pada 10 Oktober 2026 ini, informasi yang tersedia mencatat magnitudo 4,4 dan kedalaman 75 kilometer, tetapi data tersebut saja tidak cukup untuk menggantikan penilaian resmi mengenai potensi tsunami.

Masyarakat sebaiknya memeriksa pembaruan melalui kanal resmi BMKG untuk mengetahui status peringatan dan informasi lanjutan terkait kejadian tersebut.

Langkah yang Perlu Dilakukan Setelah Gempa

Meski guncangan yang dilaporkan di Pacitan berada pada intensitas II MMI, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi bangunan dan lingkungan setelah gempa.

Jika merasakan getaran, segera menjauh dari benda yang berpotensi jatuh dan berlindung di tempat yang aman apabila diperlukan.

Setelah guncangan berhenti, periksa kondisi bangunan, instalasi listrik, serta kemungkinan kebocoran gas sebelum kembali beraktivitas seperti biasa.

Hindari memasuki bangunan yang terlihat retak atau mengalami kerusakan hingga kondisinya dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Baca Juga :  BTS Raih 3 Penghargaan MTV VMA 2026, SWIM Menang Song of the Year

Warga juga sebaiknya tidak menyebarkan kabar mengenai kerusakan, korban, atau potensi tsunami tanpa konfirmasi dari sumber resmi.

Informasi Gempa Terbaru Tetap Perlu Dipantau

Gempa Pacitan pada Sabtu malam tersebut tercatat memiliki magnitudo 4,4, berpusat di laut sejauh sekitar 100 kilometer barat daya Pacitan, dan berada pada kedalaman 75 kilometer.

Getaran dilaporkan dirasakan dengan intensitas II MMI di Pacitan, sedangkan informasi awal belum memuat laporan mengenai dampak kerusakan.

Pemantauan informasi resmi tetap penting karena data gempa dapat diperbarui setelah analisis lebih lanjut, terutama jika terdapat perkembangan mengenai guncangan, dampak di lapangan, atau aktivitas gempa susulan.

(YS/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *