indonetra.com – Apple akhirnya masuk ke pasar ponsel layar lipat melalui iPhone Duo, setelah sejumlah produsen Android lebih dulu mengembangkan perangkat dengan teknologi tersebut.
Kehadiran iPhone Duo kemudian mendapat tanggapan dari Google melalui Sameer Samat, Presiden Android Ecosystem.
Dalam wawancara dengan Tom’s Guide, Samat membahas posisi Android setelah Apple ikut memasuki kategori ponsel lipat yang selama beberapa tahun terakhir lebih banyak diisi oleh perangkat berbasis Android.
Google Sebut Android Sudah Lebih Dulu Hadir di Ponsel Lipat
Menurut Samat, Android memiliki pengalaman lebih panjang dalam mengembangkan ekosistem untuk perangkat dengan layar yang dapat dilipat.
Generasi pertama Galaxy Fold dari Samsung, misalnya, diperkenalkan pada 2019 dan menjadi salah satu perangkat yang mendorong perkembangan kategori ponsel lipat modern.
Google sendiri kemudian terus mengembangkan dukungan Android untuk perangkat dengan berbagai bentuk layar dan mekanisme lipatan.
Samat mengatakan bahwa Android biasanya menjadi tempat berbagai inovasi baru muncul lebih dahulu sebelum teknologi tersebut berkembang lebih luas.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika ia ditanya mengenai masuknya Apple ke pasar ponsel lipat melalui iPhone Duo.
Dengan demikian, kehadiran iPhone Duo tidak serta-merta membuat ekosistem Android kehilangan perannya dalam perkembangan teknologi layar lipat.
iPhone Duo Bisa Membuat HP Lipat Semakin Dikenal
Meski Apple datang belakangan, kehadiran iPhone Duo dapat memberikan perhatian baru terhadap kategori ponsel lipat.
Hal tersebut berkaitan dengan besarnya basis pengguna iPhone serta posisi Apple di pasar smartphone premium.
Samat menilai masuknya Apple dapat memberikan efek positif terhadap perkembangan pasar foldable secara keseluruhan.
Ia juga diketahui menggunakan Galaxy Z Fold 8 dan menyebut perangkat tersebut sebagai perangkat yang sangat baik untuk kebutuhan produktivitas.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa persaingan ponsel lipat tidak hanya berkaitan dengan desain perangkat, tetapi juga pengalaman perangkat lunak dan dukungan aplikasi.
Google sendiri terus mengoptimalkan sejumlah aplikasinya agar dapat memanfaatkan layar berukuran besar pada perangkat foldable.
Gmail dan YouTube menjadi beberapa aplikasi Google yang mendapatkan perhatian dalam pengembangan pengalaman untuk perangkat layar lipat.
Apple Membawa Pendekatan Berbeda
Apple memperkenalkan iPhone Duo pada 9 September 2026 sebagai iPhone layar lipat pertamanya.
Ketika dibuka, perangkat tersebut memiliki layar internal berukuran 7,6 inci.
Sementara dalam kondisi tertutup, iPhone Duo menggunakan layar eksternal berukuran 5,4 inci.
Apple juga menggunakan engsel khusus dan sistem pendinginan dengan vapor chamber untuk mendukung performa perangkat.
iPhone Duo ditenagai chip A20 Pro dan menggunakan sistem operasi yang telah dirancang ulang untuk memanfaatkan format layar lipat.
Apple menyebut perangkat tersebut dirancang untuk aktivitas seperti multitasking, menonton konten, bermain gim, serta penggunaan aplikasi pada layar berukuran lebih besar.
Masuknya Apple ke pasar ini membuat persaingan antara ekosistem iOS dan Android semakin meluas ke kategori ponsel layar lipat.
Di sisi Android, Samsung, Google, dan sejumlah produsen lain telah memiliki pengalaman beberapa generasi dalam mengembangkan perangkat foldable.
Sementara Apple baru memulai debutnya melalui iPhone Duo.
TrendForce memperkirakan iPhone Duo dapat mengambil sekitar 24,8 persen pangsa pasar ponsel foldable global pada 2026 berdasarkan proyeksi pengiriman sekitar 5 juta unit.
Angka tersebut merupakan proyeksi lembaga riset dan bukan hasil penjualan aktual.
Dengan hadirnya iPhone Duo, perhatian terhadap teknologi ponsel lipat berpotensi semakin besar.
Google melalui Android tetap memiliki posisi penting karena ekosistem tersebut telah lebih dahulu beradaptasi dengan berbagai bentuk perangkat foldable.
Persaingan berikutnya tidak hanya akan terlihat dari spesifikasi perangkat keras, tetapi juga dari kualitas aplikasi, sistem operasi, produktivitas, serta pengalaman pengguna pada layar berukuran besar.
(IA/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), fokus pada penulisan artikel berbasis riset. Berpengalaman sebagai jurnalis freelance di berbagai media online, mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan penyajian informasi yang mudah dipahami.












