indonetra.com – Penomoran desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kerap memicu kebingungan di masyarakat.
Banyak warga mengeluhkan peringkat kesejahteraan mereka tiba-tiba melonjak naik, padahal perekonomian keluarga belum membaik secara signifikan.
Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) merilis penjelasan resmi terkait faktor pemicu pergeseran data tersebut sekaligus memastikan status penerima bantuan sosial (bansos) tetap aman.
Penyebab Utama Pergeseran Desil DTSEN
Perubahan pemeringkatan relatif pada data DTSEN dipicu oleh masuknya data baru dalam skala besar yang sedang dalam tahap konsolidasi nasional.
Kementerian Sosial menjelaskan bahwa lonjakan pergeseran desil terjadi secara masif pada pemutakhiran data DTSEN Volume 3.
Berikut adalah faktor teknis yang memicu ketidaksesuaian indikator kesejahteraan warga:
- Proses verifikasi dan validasi lapangan yang masih berlangsung secara bertahap bersama dinas sosial daerah.
- Kombinasi data secara nasional dari instansi lain yang langsung memengaruhi urutan peringkat warga.
- Penambahan sekitar 12 juta data baru dari BKKBN pada pemutakhiran DTSEN Volume 3.
- Sifat pemeringkatan desil yang dinamis dan dinilai secara relatif setiap tiga bulan sekali.
Saat ini, BPS dan Kemensos telah merilis DTSEN Volume 3.1 untuk menstabilkan serta merapikan peringkat kesejahteraan agar kondisi riil di lapangan tercermin secara akurat.
Memahami Fungsi Desil
Masyarakat kerap mendefinisikan kenaikan desil sebagai lonjakan tingkat perekonomian atau indikator kelayakan finansial secara mutlak.
Namun, pemeringkatan desil tidak bisa disamakan secara langsung dengan besaran pendapatan bulanan seseorang.
| Indikator | Sifat Pemeringkatan | Fungsi Utama Dalam Sistem |
|---|---|---|
| Gaji / Penghasilan | Nominal Absolut | Menilai daya beli individu secara mandiri |
| Peringkat Desil | Relatif Nasional | Skala prioritas penentuan kuota bansos |
Pemerintah membagi tingkat kesejahteraan penduduk ke dalam 10 kelompok (Desil 1 hingga Desil 10).
Karena sifatnya relatif, posisi desil seseorang dapat berubah otomatis apabila kondisi perekonomian keluarga lain dalam daftar mengalami pergeseran, meskipun tingkat pendapatan warga bersangkutan tidak berubah sama sekali.
Peringkat desil juga bertindak sebagai filter penentu tingkat prioritas. Ketika kuota anggaran bansos terbatas, warga yang menempati Desil 1 akan mendapatkan prioritas utama dibandingkan warga di Desil 4 atau 5.
Apakah Kenaikan Desil Otomatis Mencoret Bansos?
Perubahan angka desil tidak serta-merta menggugurkan status seseorang dari daftar penerima bansos atau Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Penyaluran bantuan sosial tetap mengacu pada proses penetapan resmi pada awal periode penyaluran.
Selain faktor desil, penentuan penerima bansos diatur oleh kriteria kualifikasi yang melekat pada masing-masing program.
Sebagai contoh, warga yang masuk dalam kelompok prioritas Desil 1 tetap tidak bisa menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) apabila tercatat berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Cara Mengajukan Sanggahan dan Sangkal Data Desil
Warga yang merasa pengelompokan desil dalam sistem belum mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya dapat mengajukan pemutakhiran data desil secara langsung melalui jalur resmi yang disediakan pemerintah.
- Lakukan pendaftaran atau perbaikan data mandiri melalui aplikasi Cek Bansos.
- Datangi kantor desa atau kelurahan setempat untuk mendaftarkan koreksi data melalui operator SIKS-NG.
- Minta verifikasi ulang melalui proses ground check oleh pendamping PKH atau petugas BPS.
- Hubungi saluran resmi pusat bantuan Kemensos melalui nomor telepon 021-171 atau layanan WhatsApp 08877-171-171.
Kesimpulan
Perubahan desil pada data DTSEN terjadi karena pemutakhiran berkala dan penambahan data nasional berskala besar.
Kenaikan angka desil tidak secara otomatis menghapus kepesertaan bansos karena penetapan bantuan bergantung pada kriteria khusus program dan ketersediaan kuota.
Bagi masyarakat yang mendapati ketidaksesuaian data, perbaikan dapat diajukan secara langsung melalui desa, aplikasi resmi, maupun saluran siaga Kemensos.
(YS/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), fokus pada penulisan artikel berbasis riset. Berpengalaman sebagai jurnalis freelance di berbagai media online, mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan penyajian informasi yang mudah dipahami.












