Example floating
Example floating
showbiz

Makna di Balik Album Baru Nadin Amizah, “Laika”

55
×

Makna di Balik Album Baru Nadin Amizah, “Laika”

Sebarkan artikel ini
Makna di Balik Album Baru Nadin Amizah, "Laika"
Makna di Balik Album Baru Nadin Amizah, "Laika"

indonetra.com – Kisah tragis seekor anjing luar angkasa dari era Perang Dingin rupanya bisa menjelma menjadi metafora kesepian yang begitu personal di tangan seorang penulis lagu.

Nadin Amizah membuktikan hal tersebut lewat album penuh ketiganya, sebuah karya yang lahir dari kegelisahan panjang soal kerinduan akan kasih sayang yang tak kunjung datang.

Nadin Amizah Resmi Rilis Album “Laika, Yang Ditinggalkan”

Nadin Amizah resmi merilis album ketiganya bertajuk “Laika, Yang Ditinggalkan” pada Jumat, 28 Agustus 2026, di bawah naungan label Sorai.

Album ini berisi 11 trek, dengan durasi total sekitar 51 menit, menandai eksplorasi musikal paling berani sepanjang perjalanan kariernya.

Tiga hari sebelum perilisan resmi, tepatnya Selasa (25/8/2026), Nadin lebih dulu menggelar sesi dengar bersama para penggemarnya yang akrab disapa “Kesayangan Nadin” di lima kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, dan satu kota lainnya.

Makna di Balik Nama Laika

Nama Laika yang menjadi judul album ini terinspirasi dari sosok nyata, seekor anjing betina yang dikirim dalam misi satu arah ke luar angkasa oleh program antariksa Uni Soviet.

Nasib tragis menimpa Laika, yang harus berpulang pada hari keempat akibat overheat dan stres ekstrem di dalam kabin pesawat luar angkasa.

Baca Juga :  Lirik Lagu Apa Kabar Ifan Seventeen Versi Alternatif dan Maknanya

“Kisah Laika menginspirasiku. Banget. Aku membayangkan Laika lahir ke dunia mendambakan kasih sayang, dirawat, dan mendapatkan cinta yang ia kira akan selamanya, namun di akhir cerita, Laika hanyalah sebuah alat untuk memuaskan keangkuhan manusia,” ungkap

Nadin dalam keterangan resminya. Baginya, Laika merupakan representasi sosok yang mendambakan sesuatu yang tak pernah cukup, menginginkan kasih yang tak kunjung datang, hingga akhirnya permohonan tersebut berubah menjadi amarah.

Daftar Lagu dalam Album “Laika, Yang Ditinggalkan”

No. Judul Lagu
1 Pesan Digital Seekor Anjing Dari Luar Angkasa
2 Moonlight
3 Kematian, Jika Aku Jadi Kekasihnya
4 Reservasi Untuk Dua
5 Tamu Berwajah Itu
6 Amarah
7 Putih Merana
8 Take Him To The Moon For Me
9 Ditemukan Sebuah Bangkai
10 Langit Melepas Hujan
11 Laika, Kau Mudah Dicinta

Kolaborasi dengan 10 Produser Berbeda

Berbeda dari dua album sebelumnya, Nadin kali ini memilih keluar dari zona nyaman dengan menggandeng 10 produser berbeda untuk menggarap 11 lagu dalam album ini.

Beberapa nama yang terlibat di antaranya Lafa Pratomo, Baskara Putra, Enrico Octaviano, Otta Tarega, hingga Feby Putri.

“Bahkan sejak proses songwriting, aku sudah punya bayangan bagaimana tata soniknya, termasuk orang-orang yang bisa menciptakannya dengan maksimal,” ujar Nadin.

Baca Juga :  Biodata Rangga DA8, Bocah Berbakat yang Curi Perhatian Juri

Pendekatan kolaboratif ini menghadirkan beragam warna sonik dalam album “Laika, Yang Ditinggalkan”.

“Sebagai seniman, aku selalu ingin eksplor. Ingin melakukan hal-hal yang belum pernah kulakukan,” jelas Nadin, sekaligus menyebut keinginannya untuk memproduseri lagunya sendiri di masa depan sebagai target yang belum tercapai.

Lagu “Ditemukan Sebuah Bangkai” Terinspirasi Peristiwa Nyata

Salah satu lagu dalam album ini, “Ditemukan Sebuah Bangkai”, ternyata terinspirasi dari kisah nyata yang pernah dibaca Nadin saat peristiwa banjir Jakarta di malam pergantian tahun 2020.

“Waktu itu ada mayat yang mengapung di sungai di daerah Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur. Terus enggak ada yang tahu dia siapa,” ungkap perempuan berusia 26 tahun tersebut, menceritakan bagaimana kisah tersebut terus membekas dalam ingatannya hingga akhirnya dituangkan ke dalam sebuah lagu.

“Reservasi Untuk Dua” Curi Perhatian Publik

Salah satu lagu yang paling ramai dibicarakan usai perilisan album ini adalah “Reservasi Untuk Dua”.

Lagu tersebut menuai perhatian lantaran liriknya dinilai cukup menyayat dan berbeda dari bayangan sebagian pendengar terhadap karya Nadin, terutama setelah statusnya kini telah menikah.

Baca Juga :  Kondisi Terbaru Andika Kangen Band yang Sedang Jatuh Sakit

Respons publik pun bermunculan di media sosial, termasuk dari musisi Sal Priadi yang turut memberikan reaksi usai mendengarkan salah satu lagu dalam album tersebut.

Benang Merah “Yearning” dan Sosok Ayah yang Absen

Secara keseluruhan, Nadin menyebut benang merah dari album “Laika, Yang Ditinggalkan” adalah perasaan yearning, yakni kerinduan untuk memiliki tempat pulang, baik kepada seseorang maupun sesuatu.

Ia mengaitkan perasaan tersebut dengan pengalamannya tumbuh tanpa kehadiran figur ayah, sebuah tema personal yang kemudian ia terjemahkan lewat sosok Laika sebagai representasi kerinduan akan kasih sayang yang tak kunjung utuh.

Kesimpulan

Lewat album “Laika, Yang Ditinggalkan”, Nadin Amizah kembali membuktikan kepiawaiannya mengolah kisah personal maupun peristiwa nyata menjadi karya musik yang sarat makna.

Kombinasi 10 produser berbeda serta tema kerinduan yang diangkat lewat metafora Laika menjadikan album ketiga ini sebagai salah satu eksplorasi musikal paling berani dalam perjalanan kariernya.

FA/idn


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *