indonetra.com – Ajang Dangdut Academy musim ke-8 kembali menghadirkan talenta muda berbakat yang berhasil mencuri perhatian para juri dan penonton, salah satunya adalah Rangga DA8.
Rangga merupakan peserta penyanyi cilik asal Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, yang tampil menonjol sejak babak Final Audition hingga menembus Top 42 DA8.
Meski usianya masih belia, kualitas vokal dan penghayatan lagu yang ditunjukkan Rangga membuat penampilannya begitu menonjol di atas panggung kompetisi dangdut nasional tersebut.
Profil dan Biodata Rangga DA8
Rangga merupakan remaja berusia 15 tahun yang berasal dari Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Ia tergabung dalam Grup 2 pada babak Top 42 Dangdut Academy 8, bersama peserta lain seperti Alexa dari Ciamis, Fahri dari Labuhan Batu, Murama dari Sijunjung, dan Nana dari Bulungan.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Panggung | Rangga |
| Nama Lengkap | Muhammad Rangga Yudha |
| Asal | Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan |
| Usia | 15 tahun |
| Tahun Lahir | 2011 |
| Tempat Lahir | Bantaeng, Sulawesi Selatan |
| Agama | Islam |
| Pekerjaan | Pelajar |
| Ajang | Dangdut Academy 8 (DA8) Indosiar |
| Posisi di DA8 | Top 42 |
| Asal Audisi | Makassar |
| Genre Musik | Dangdut (awalnya menyukai musik pop) |
| Idola | Afan DA5 |
| Status | Masih aktif mengikuti kompetisi Dangdut Academy 8 |
Perjalanan Rangga di DA8 Hingga Babak Top 42
Salah satu yang cukup menarik dari peserta ini, genre musik yang awalnya digeluti Rangga bukanlah dangdut, melainkan pop.
Ketertarikannya pada dangdut baru muncul setelah ia menyaksikan penampilan Afan, alumnus Dangdut Academy 5, yang membuatnya mantap beralih jalur.
Meski begitu, kebiasaan bernyanyi dangdut sebenarnya sudah ia lakoni sejak duduk di bangku kelas 2 SD, jauh sebelum ia memutuskan untuk mengikuti audisi D’Academy.
Pada babak Final Audition Group 2, Rangga membawakan lagu “Kecanduan Kamu” milik Nassar dan berhasil mendapat apresiasi dari jajaran juri Dangdut Academy 8.
Penampilannya yang penuh energi serta karakter membuatnya mendapat julukan “kecil-kecil cabai rawit”, mengingat usianya yang muda namun membawakan lagu dengan penuh percaya diri dan penghayatan mendalam.
Bagi Rangga, ajang Dangdut Academy 8 bukan sekadar panggung unjuk bakat.
Ia membawa misi pribadi untuk mengangkat derajat keluarganya melalui kompetisi ini.
Target juara sudah ia bawa sejak awal mengikuti kompetisi, sebagai bentuk bakti kepada orang tuanya di Bantaeng yang selalu mendukung dan mengikuti setiap penampilannya dari layar kaca.
Tekanan dan beban moral yang ia rasakan selama masa karantina justru diubahnya menjadi motivasi untuk terus berlatih dan tampil maksimal.
Rangga ingin membuktikan bahwa anak daerah mampu bersaing dan membawa pulang kebanggaan besar bagi kampung halamannya.
Perjuangan Rangga di Dangdut Academy 8 terus berlanjut hingga babak Top 42, sebuah pencapaian yang tidak lepas dari proses panjang sejak ia mulai belajar bernyanyi dangdut di usia dini.
Konsistensi latihan sejak kelas 2 SD menjadi bekal berharga yang membuatnya semakin percaya diri menghadapi persaingan ketat dari 42 kontestan lain yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia.

Penulis yang fokus pada dunia Showbiz & Entertainment, menghadirkan berita selebritas, film, musik, drama, dan tren hiburan terkini dengan informasi yang akurat, menarik, dan mudah dipahami.

















