indonetra.com – Rekaman CCTV yang tampak begitu meyakinkan ternyata bisa lahir dari sesuatu yang sama sekali tidak nyata.
Itulah yang kini dialami Sarwendah, setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya diduga mengambil uang dari brankas Ruben Onsu viral di media sosial, sebelum akhirnya dibantah keras oleh tim kuasa hukumnya.
Kuasa Hukum Pastikan Video Kuras Brankas Buatan AI
Beredarnya video rekaman CCTV yang memperlihatkan Sarwendah mengambil uang dari brankas milik mantan suaminya, Ruben Onsu, menghebohkan publik dalam beberapa hari terakhir.
Menanggapi viralnya konten tersebut, tim kuasa hukum Sarwendah memastikan video itu merupakan buatan Artificial Intelligence (AI), bukan rekaman asli.
“Berdasarkan konfirmasi kami kepada klien kami, hal tersebut: satu, tidak benar; kedua, itu bukan video asli, melainkan video AI,” kata kuasa hukum Sarwendah, Mark Adrianus Ambarita, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).
Ia menegaskan bahwa peristiwa pengurasan uang tunai miliaran rupiah seperti yang digambarkan dalam video tersebut sama sekali tidak pernah terjadi.
Disebut Fitnah, Akun Pengunggah Sudah Minta Maaf
Kuasa hukum Sarwendah lainnya, Chris Sam Siwu, menyebut rekaman tersebut sebagai bentuk fitnah yang sengaja dibuat untuk merusak reputasi kliennya.
Ia mengungkapkan bahwa akun media sosial yang pertama kali mengunggah materi tersebut telah melayangkan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka.
“Terkait video itu, saya pastikan itu adalah hoaks. Akun yang bersangkutan sudah melakukan permintaan maaf secara langsung di medsosnya,” ujar Chris Sam Siwu.
Imbauan agar Masyarakat Tak Ikut Menyebarkan
Pihak kuasa hukum turut mengingatkan masyarakat maupun pengguna media sosial agar tidak ikut memperkeruh keadaan dengan menyebarkan kembali konten hoaks tersebut.
“Masyarakat yang lain yang mungkin mau memperburuk situasi dengan me-repost, ya kami harap tidak melakukan penyebaran lagi dari konten yang sudah jelas-jelas itu hoaks ya,” imbau Chris Sam Siwu.
Rekomendasi Lapor Polisi, Keputusan Ada di Tangan Sarwendah
Terkait kelanjutan langkah pidana terhadap pembuat video tersebut, tim kuasa hukum menyatakan telah merekomendasikan pembuatan laporan polisi.
Meski begitu, keputusan akhir tetap berada di tangan Sarwendah, yang saat ini masih mempertimbangkan itikad baik pihak yang membuat konten tersebut.
“Kemarin sudah kita rekomendasikan untuk kita bikin LP, tetapi sekali lagi klien ini bukan orang yang senangnya melapor-melaporkan sebenarnya ya, tapi nanti kita pastikan sekali lagi ya,” ucap kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon.
Kesimpulan
Beredarnya video hoaks buatan AI yang menyeret nama Sarwendah ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi di tengah kian canggihnya teknologi kecerdasan buatan.
Dengan klarifikasi resmi dari tim kuasa hukum serta permintaan maaf dari akun pengunggah, publik diharapkan tidak lagi ikut menyebarkan konten yang telah terbukti tidak benar tersebut, sembari menunggu keputusan lebih lanjut terkait langkah hukum yang akan ditempuh Sarwendah.
FA/idn
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Penulis yang fokus pada dunia Showbiz & Entertainment, menghadirkan berita selebritas, film, musik, drama, dan tren hiburan terkini dengan informasi yang akurat, menarik, dan mudah dipahami.












