indonetra.com – Predikat “artis pintar” mungkin sudah terlalu sering disematkan pada sosok yang satu ini, namun rasanya tak berlebihan mengingat rekam jejaknya yang konsisten membuktikan hal tersebut.
Maudy Ayunda kembali menjadi sorotan sepanjang 2026, bukan hanya lewat film horor terbarunya yang tembus ke festival film internasional, tetapi juga lewat aksi sosialnya membantu anak-anak korban bencana di Sumatera.
Mengenal Sosok di Balik Nama Maudy Ayunda
Maudy Ayunda memiliki nama lahir Ayunda Faza Maudya, lahir di Jakarta pada 19 Desember 1994.
Umur Maudy Ayundak kini berusia 31 tahun, ia beragama Islam dan merupakan putri sulung dari pasangan Didit Jasmedi R. Irawan dan Muren Murdjoko.
Maundy Ayunda diketahui memiliki seorang adik perempuan bernama Amanda Khairunnisa yang juga sempat merambah dunia film.
Biodata Singkat Maudy Ayunda
| Kategori | Keterangan |
|---|---|
| Nama lengkap | Ayunda Faza Maudya |
| Tempat, tanggal lahir | Jakarta, 19 Desember 1994 |
| Agama | Islam |
| Profesi | Aktris, penyanyi, penulis lagu, pengusaha, penulis buku |
| Pendidikan | St Hilda’s College, Oxford (S1); Stanford University (S2 ganda) |
| Orang tua | Didit Jasmedi R. Irawan, Muren Murdjoko |
| Suami | Jesse Choi (menikah 2022) |
| Perusahaan | Co-founder & CEO From This Island; Mod Media Collective; Maudy Ayunda Foundation |
Jejak Akademik yang Tak Kalah Mentereng dari Kariernya
Di balik kesuksesannya di dunia hiburan, Maudy dikenal luas berkat prestasi akademiknya yang mengesankan.
Ia sempat diterima di sejumlah universitas ternama dunia, seperti Columbia University, Brown University, dan New York University, sebelum akhirnya memilih melanjutkan studi jurusan Politics, Philosophy, and Economics (PPE) di Oxford University dan lulus pada 2016.
Tak berhenti di situ, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana dengan meraih gelar ganda dari Stanford University pada 2021, tempat ia juga bertemu dengan Jesse Choi, pria keturunan Korea Selatan yang kini menjadi suaminya.
Berkat kombinasi prestasi akademik dan kariernya di industri hiburan, Maudy sempat dipercaya menjadi Juru Bicara Presidensi G20 Indonesia pada 2022, sekaligus masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia.
Karier Akting yang Konsisten Sejak Usia Belia
Maudy memulai debut aktingnya pada 2005 lewat film “Untuk Rena” saat usianya baru 11 tahun, langsung mengantarkannya meraih penghargaan Pemeran Utama Wanita Terpilih di Festival Film Jakarta 2006.
Namanya kian melejit lewat sederet film populer, seperti “Sang Pemimpi”, “Perahu Kertas”, “Refrain”, hingga “Habibie & Ainun 3”.
Sebagai penyanyi, ia juga aktif merilis karya sejak 2011, dengan total empat album studio dan berbagai original soundtrack film.
Memasuki 2026, Maudy kembali mencuri perhatian lewat film horor “Para Perasuk” (dirilis dengan judul internasional Levitating), yang tayang perdana di ajang bergengsi Sundance Film Festival 2026 pada 24 Januari 2026, sebelum dirilis di bioskop Tanah Air pada 23 April 2026.
Film ini merupakan proyek kolaborasi internasional antara Indonesia, Singapura, dan Prancis, sekaligus menjadi bukti bahwa jangkauan karier Maudy kini semakin merambah panggung global.
Aksi Sosial: Membangun Ruang Belajar untuk Anak Korban Banjir
Di tengah kesibukannya, Maudy tetap konsisten menjalankan misi sosialnya di bidang pendidikan lewat Maudy Ayunda Foundation.
Pada Mei 2026, ia turun langsung ke Aceh Timur untuk membangun ruang belajar sementara bagi anak-anak yang sekolahnya terdampak banjir dan cuaca ekstrem di Sumatera.
Yayasannya turut berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia, mengingat data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat hampir lima ribu satuan pendidikan di Sumatera terdampak bencana, dengan ratusan ribu murid yang terganggu proses belajarnya.
Maudy terlihat langsung berinteraksi dengan anak-anak di ruang kelas sederhana tersebut, membacakan buku cerita sekaligus memberikan semangat belajar di tengah kondisi yang masih serba terbatas pasca-bencana.
Kesimpulan
Perjalanan Maudy Ayunda hingga 2026 semakin menegaskan posisinya sebagai sosok multitalenta yang tidak hanya sukses di dunia hiburan dan pendidikan, tetapi juga aktif memberikan dampak nyata lewat aksi sosialnya.
Dari panggung festival film internasional hingga ruang kelas sederhana di Aceh Timur, Maudy membuktikan bahwa kesuksesan sejatinya juga diukur dari seberapa besar manfaat yang bisa dibagikan kepada sesama.
Publik pun tampaknya masih akan terus menantikan langkah-langkah inspiratif berikutnya dari sosok Maudy Ayunda di masa mendatang.
FA/idn
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Penulis yang fokus pada dunia Showbiz & Entertainment, menghadirkan berita selebritas, film, musik, drama, dan tren hiburan terkini dengan informasi yang akurat, menarik, dan mudah dipahami.











