indonetra.com – Kondisi fisik yang kurang prima ternyata bisa menjadi penentu nasib seorang academia di ajang kompetisi dangdut paling ketat se-Indonesia.
Hal itulah yang harus diterima oleh Anggini, wakil asal Majene, yang harus mengakhiri perjuangannya lebih cepat dari yang diharapkan di panggung D’Academy 8.
Tersenggol di Tengah Kondisi Kurang Fit
Anggini asal Majene resmi tersenggol dari babak Top 31 Grup 1 Dangdut Academy 8 yang disiarkan langsung Indosiar pada Senin, 10 Agustus 2026.
Penampilannya malam itu dinilai kurang maksimal oleh dewan juri lantaran kondisi tubuhnya yang sedang tidak fit.
Meski begitu, Anggini tetap berusaha tampil semaksimal mungkin di hadapan penonton dan para juri yang bertugas malam itu, yakni Soimah, King Nassar, dan Lesti Kejora.
Meski harus menerima kenyataan pahit, Anggini terlihat tetap berusaha tegar menghadapi hasil akhir kompetisi.
Dukungan moral pun mengalir dari berbagai pihak, termasuk host Mila Nurwanti dan April, yang turut memberikan semangat kepada Anggini di atas panggung, begitu pula ucapan penyemangat dari para juri yang bertugas malam itu.
Dua Standing Ovation Tak Cukup Selamatkan Posisi
Yang membuat hasil ini terasa lebih menyesakkan, Anggini sebenarnya sempat tampil apik saat membawakan lagu “Pria Idaman” dan berhasil meraih dua standing ovation dari dewan juri.
Sayangnya, pencapaian tersebut ternyata belum cukup kuat untuk menyelamatkan posisinya di tengah ketatnya persaingan Top 31 Grup 1 malam itu, mengingat evaluasi akhir turut mempertimbangkan keseluruhan penampilan, bukan hanya satu segmen saja.
Persaingan Sengit di Grup 1
Sebagai informasi, babak Top 31 Grup 1 D’Academy 8 mempertemukan Anggini dengan lima academia lain dari berbagai daerah, yakni Alexa (Ciamis) dan Razky (Pekanbaru) di bawah bimbingan Tim Melly Lee, Bhita dan Rangga (Bantaeng) yang dilatih Tim Fildan, serta Idoy (Medan) yang sama-sama berada di Tim Selfi Yamma bersama Anggini.
Keenam peserta tampil dengan tantangan bertema Battle Academia, di mana setiap academia diharuskan tampil dua kali lewat kolaborasi duet atau trio, serta penampilan solo.
Ketatnya persaingan di grup ini menjadi salah satu faktor yang membuat evaluasi juri menjadi lebih kompleks, mengingat setiap peserta membawa kekuatan vokal dan karakter panggung yang berbeda-beda, sehingga penilaian akhir pun tidak melulu bertumpu pada jumlah standing ovation semata.
Sebelum akhirnya tersenggol di Top 31, nama Anggini sempat konsisten melaju dari babak ke babak. Ia berhasil melewati babak Top 37 Grup 3 bersama Diva, Razky, Rofia, Khinan, dan Idoy, sebelum akhirnya dinyatakan lolos ke babak Top 31 bersama lima academia lain di grupnya.
Perjalanan panjang ini menunjukkan bahwa Anggini sejatinya memiliki kualitas vokal yang cukup diperhitungkan, meski akhirnya harus terhenti akibat kendala kondisi fisik yang kurang mendukung pada malam penentuan.
Kesimpulan
Tersenggolnya Anggini dari Majene di babak Top 31 Grup 1 D’Academy 8 menjadi pengingat bahwa kompetisi menyanyi tingkat nasional tidak hanya menuntut kualitas vokal, tetapi juga stamina dan kondisi fisik yang prima di setiap penampilan.
Meski harus mengakhiri perjalanan lebih cepat dari yang diharapkan, dua standing ovation yang berhasil diraihnya lewat lagu “Pria Idaman” tetap menjadi bukti bahwa Anggini memiliki bekal vokal yang layak diperhitungkan.
Publik pun berharap perjuangan Anggini di D’Academy 8 bisa menjadi awal baru bagi kariernya di dunia tarik suara ke depannya.
FA/idn
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Penulis yang fokus pada dunia Showbiz & Entertainment, menghadirkan berita selebritas, film, musik, drama, dan tren hiburan terkini dengan informasi yang akurat, menarik, dan mudah dipahami.











