indonetra.com – Komponen kecil seharga tak seberapa ternyata bisa menjadi biang keladi masalah keselamatan berskala besar.
Produsen mobil listrik raksasa asal China ini terpaksa menarik kembali ratusan ribu unit kendaraannya, bukan karena satu, melainkan tiga masalah teknis berbeda yang terungkap dalam beberapa tahun terakhir.
BYD Recall 180 Ribu Unit Mobil Akibat Masalah Pedal Rem
BYD resmi melakukan recall atau penarikan kembali terhadap lebih dari 180 ribu unit mobil di China.
Dilansir dari Reuters, pengumuman recall ini datang langsung dari regulator pasar China, State Administration for Market Regulation (SAMR), pada Jumat (18/9/2026).
Model yang terdampak adalah seri Qin dan Tang produksi 2014 hingga 2022, yang diketahui tidak dijual maupun diproduksi di Indonesia.
Penyebab utama recall ini adalah potensi kerusakan pada bantalan pedal rem, yang berisiko retak atau lepas seiring pemakaian.
Dalam kasus ekstrem, masalah ini bisa membuat lampu rem menyala terus-menerus meskipun pedal tidak sedang diinjak, kondisi yang berpotensi membingungkan pengendara lain di belakang karena mengira mobil sedang melakukan pengereman padahal tidak.
Rangkuman Kasus Recall BYD dalam 3 Tahun Terakhir
| Model | Tahun Produksi | Penyebab Masalah |
|---|---|---|
| Qin & Tang | 2014-2022 | Bantalan pedal rem retak/lepas |
| Tang (2015) | 28 Maret 2015 – 28 Juli 2017 | Pelepasan daya (active discharge) tidak normal |
| Yuan Pro (listrik murni) | 6 Februari 2021 – 5 Agustus 2022 | Gasket penyegel baterai tidak sempurna |
Solusi: Penggantian Komponen Gratis Lewat Dealer Resmi
Dalam dokumen resmi yang diserahkan kepada regulator, BYD menyatakan akan mengganti komponen yang cacat secara gratis melalui jaringan dealer resminya.
Langkah ini menjadi bagian dari program recall yang menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab pabrikan terhadap keselamatan serta kepuasan konsumen, bahkan setelah produk terjual ke tangan pembeli.
Program semacam ini merupakan langkah preventif penting untuk menghindari kecelakaan, cedera, atau bahaya fatal akibat cacat produksi yang tersembunyi.
Bukan Kasus Recall Pertama bagi BYD
Menariknya, ini bukan kali pertama BYD melakukan program recall di pasar China. Tahun lalu, BYD juga menarik kembali unit Tang produksi 2015 yang diproduksi antara 28 Maret 2015 hingga 28 Juli 2017.
Masalah saat itu berasal dari desain dan pemilihan komponen pada pengendali motor penggerak, yang berpotensi mengalami fungsi pelepasan daya (active discharge) tidak normal saat digunakan.
Dalam kondisi ekstrem, hal ini bisa menyebabkan papan sirkuit terbakar sekaligus membuat mode penggerak listrik murni kendaraan gagal berfungsi, jelas menjadi risiko keselamatan yang serius.
Kasus lain juga pernah menimpa 71.248 unit BYD Yuan Pro listrik murni yang diproduksi dari 6 Februari 2021 hingga 5 Agustus 2022.
Masalah pada model ini terletak pada proses produksi, di mana gasket penyegel baterai kemungkinan terpasang tidak sempurna, sehingga mengurangi kemampuan kedap air kendaraan.
Risiko Air Masuk ke Baterai Saat Melintasi Genangan
Akibat masalah gasket yang tidak sempurna tersebut, jika kendaraan melaju dalam kondisi genangan air atau berkendara cepat melewati air dalam waktu lama, air berpotensi masuk ke dalam baterai dan mengurangi isolasi listrik di dalamnya.
Dalam situasi paling ekstrem, kondisi ini bisa menyebabkan daya baterai turun drastis secara tiba-tiba, sekaligus menimbulkan risiko keselamatan bagi pengendara maupun penumpang di dalamnya.
Tidak Berdampak bagi Konsumen di Indonesia
Penting dicatat bahwa seluruh model yang terdampak recall kali ini, yakni Qin dan Tang produksi 2014-2022, tidak pernah dijual maupun diproduksi di pasar Indonesia.
Dengan demikian, konsumen BYD di Tanah Air tidak perlu khawatir terdampak langsung oleh kebijakan penarikan kembali unit ini, mengingat lini produk yang beredar di Indonesia berbeda dari model-model yang terkena masalah tersebut.
Kesimpulan
Rentetan kasus recall yang dialami BYD dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari masalah pedal rem, sistem pelepasan daya, hingga kebocoran gasket baterai, menegaskan pentingnya pengawasan kualitas produksi yang ketat di industri kendaraan listrik.
Meski model yang terdampak tidak beredar di Indonesia, kasus ini tetap menjadi pengingat bagi konsumen kendaraan listrik secara global untuk selalu memantau informasi resmi terkait program recall demi menjaga keselamatan berkendara.
IS/idn
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Penulis konten digital yang berfokus pada topik otomotif, teknologi, dan gaya hidup. Berpengalaman menyusun artikel informatif berbasis riset guna menghadirkan ulasan yang akurat, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan pembaca.












