indonetra.com – Pertanyaan mengenai apakah Livin’ Mandiri bisa 2 HP cukup sering dicari pengguna internet, terutama oleh nasabah yang baru mengganti smartphone atau memiliki lebih dari satu perangkat.
Tidak sedikit pengguna yang beranggapan satu akun Livin’ by Mandiri dapat digunakan secara bersamaan di HP pribadi dan HP kerja demi alasan kepraktisan.
Namun, saat mencoba mengaktifkan Livin’ di perangkat baru, sebagian pengguna justru mendapati aplikasi pada HP lama otomatis keluar (logout) dan meminta aktivasi ulang.
Kondisi ini kerap memunculkan kekhawatiran, mulai dari takut rekening terblokir hingga khawatir saldo bermasalah.
Padahal, mekanisme tersebut merupakan bagian dari sistem keamanan yang diterapkan pada layanan mobile banking Bank Mandiri.
Dengan memahami cara kerja Livin’, nasabah dapat terhindar dari kepanikan yang tidak perlu ketika berpindah perangkat.
Lantas, apakah Livin’ Mandiri bisa digunakan di 2 HP sekaligus? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apakah Livin’ Mandiri Bisa Digunakan di 2 HP Sekaligus?
Jawabannya adalah tidak bisa digunakan secara bersamaan.
Satu akun Livin’ by Mandiri hanya dapat aktif pada satu perangkat utama dalam satu waktu. Artinya, nasabah tetap bisa menggunakan akun yang sama di HP lain, tetapi harus melalui proses aktivasi ulang.
Ketika aktivasi di perangkat baru berhasil dilakukan, akses pada perangkat lama akan otomatis dinonaktifkan.
Kondisi ini sebenarnya cukup sering dialami pengguna yang baru membeli smartphone baru.
Banyak yang mengira aplikasi mengalami gangguan karena Livin’ di HP lama tiba-tiba keluar dari akun, padahal hal tersebut merupakan mekanisme normal dari sistem keamanan aplikasi.
Agar lebih mudah dipahami, sistem ini dapat dianalogikan seperti kartu akses elektronik di sebuah gedung perkantoran.
Ketika kartu akses baru didaftarkan sebagai akses utama, kartu lama akan dinonaktifkan agar tidak ada dua akses aktif yang digunakan secara bersamaan.
Tujuannya untuk memastikan hanya pihak yang berwenang yang dapat masuk.
Prinsip serupa diterapkan pada Livin’ melalui sistem autentikasi berbasis perangkat atau single device authentication.
Mengapa Livin’ Mandiri Tidak Mengizinkan Login di Dua HP?
Kebijakan satu perangkat aktif bukan tanpa alasan.
Ada beberapa pertimbangan yang berkaitan dengan keamanan transaksi dan perlindungan data nasabah.
-
Mengurangi Risiko Penyalahgunaan Akun
Jika satu akun dapat aktif di dua perangkat sekaligus, risiko penyalahgunaan akan meningkat.
Misalnya, ketika perangkat lama hilang atau jatuh ke tangan orang lain, akses terhadap aplikasi masih bisa dilakukan apabila tidak ada pembatasan perangkat.
Dengan sistem satu perangkat aktif, setiap perpindahan perangkat akan memerlukan proses verifikasi ulang sehingga akses tidak sah menjadi lebih sulit dilakukan.
-
Melindungi Data Finansial Nasabah
Aplikasi mobile banking menyimpan berbagai informasi sensitif, seperti:
- Saldo rekening;
- Riwayat transaksi;
- Data identitas nasabah;
- Daftar rekening tujuan transfer;
- Akses pembayaran dan pembelian.
Karena itu, perlindungan terhadap aplikasi perbankan digital umumnya lebih ketat dibanding aplikasi biasa.
-
Mengikuti Standar Keamanan Perbankan Digital
Pembatasan perangkat aktif juga telah diterapkan oleh banyak layanan keuangan digital lainnya.
Sistem ini membantu penyedia layanan mendeteksi aktivitas yang tidak biasa dan mengurangi potensi kejahatan siber.
Ancaman Kejahatan Siber yang Terus Meningkat
Penerapan sistem keamanan berlapis pada layanan perbankan digital tidak terlepas dari meningkatnya penggunaan internet di Indonesia.
Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 221 juta orang.
Di sisi lain, sektor keuangan menjadi salah satu target yang cukup rentan terhadap berbagai modus kejahatan digital, mulai dari phishing, pencurian data, hingga penipuan yang mengatasnamakan pihak perbankan.
Dalam konteks tersebut, pembatasan satu perangkat aktif dapat dipahami sebagai upaya untuk menyeimbangkan antara kemudahan akses dan perlindungan terhadap dana nasabah.
Apa yang Terjadi Jika Livin’ Diaktifkan di HP Baru?
Bagi pengguna yang baru pertama kali mengganti perangkat, berikut gambaran proses yang umumnya terjadi.
- Nasabah mengunduh aplikasi Livin’ di HP baru.
- Melakukan login atau aktivasi sesuai petunjuk.
- Sistem mendeteksi adanya perangkat baru.
- Verifikasi dilakukan menggunakan nomor yang terdaftar.
- Aktivasi berhasil diselesaikan.
- Akses pada HP lama otomatis dinonaktifkan.
Hal yang perlu dipahami, perubahan tersebut hanya berlaku pada perangkat yang digunakan untuk mengakses aplikasi.
Sementara itu:
- Nomor rekening tetap sama;
- Saldo tidak berubah;
- Riwayat transaksi tetap tersedia;
- Fitur layanan tetap dapat digunakan seperti biasa.
Dengan kata lain, nasabah tidak perlu khawatir kehilangan dana hanya karena Livin’ di perangkat lama keluar secara otomatis.


















