indonetra.com – Bahaya asap karhutla tidak berhenti pada batuk dan sesak napas, karena paparan polusi dari kebakaran hutan dan lahan juga berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan jantung, terutama ketika kualitas udara memburuk dalam waktu lama.
Partikel berukuran sangat kecil dapat masuk jauh ke dalam paru-paru, bahkan memicu respons peradangan yang memengaruhi sistem peredaran darah.
Mengapa asap karhutla berbahaya bagi jantung?
Asap kebakaran hutan dan lahan mengandung campuran gas, senyawa kimia, serta partikel halus yang dapat mengganggu kesehatan ketika terhirup.
Salah satu komponen yang menjadi perhatian adalah particulate matter berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil, yang dikenal sebagai PM2.5.
Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel tersebut menembus saluran pernapasan hingga mencapai bagian dalam paru-paru, sementara paparan polusi partikulat berkaitan dengan gangguan kardiovaskular.
Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara paparan asap kebakaran dan meningkatnya kunjungan ke instalasi gawat darurat akibat masalah jantung serta pembuluh darah.
Risiko yang diteliti mencakup serangan jantung, gangguan irama jantung, gagal jantung, hingga henti jantung mendadak, meskipun tingkat risikonya bergantung pada intensitas paparan dan kondisi individu.
Siapa yang paling rentan terdampak?
Orang dengan penyakit jantung sebelumnya perlu memberikan perhatian khusus ketika asap karhutla menyelimuti lingkungan tempat tinggal atau aktivitas sehari-hari.
Lansia, anak-anak, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis tertentu juga termasuk kelompok yang memerlukan perlindungan lebih serius terhadap pencemaran udara.
Pekerja lapangan yang beraktivitas di luar ruangan selama berjam-jam berpotensi mengalami paparan lebih besar, terutama ketika konsentrasi partikel di udara meningkat.
Risiko tidak hanya muncul ketika seseorang berada dekat dengan titik kebakaran, sebab asap dapat terbawa angin dan mencemari wilayah yang jaraknya cukup jauh.
Cara mengurangi paparan asap karhutla
Ketika kualitas udara memburuk, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi jumlah polutan yang terhirup sehari-hari.
- Kurangi aktivitas luar ruangan. Tunda olahraga atau pekerjaan fisik berat di luar ketika asap terlihat pekat atau kualitas udara dinyatakan tidak sehat.
- Gunakan ruangan dengan udara lebih bersih. Tutup pintu dan jendela saat asap masuk, serta gunakan penyaring udara yang sesuai jika tersedia.
- Pilih pelindung pernapasan yang tepat. Masker respirator seperti N95 yang terpasang rapat dapat membantu menyaring partikel halus, tetapi tidak melindungi dari semua gas berbahaya.
- Pantau kualitas udara. Periksa informasi resmi dari instansi terkait untuk menentukan apakah aktivitas luar ruangan perlu dibatasi.
Orang yang memiliki penyakit jantung sebaiknya mengikuti arahan dokter mengenai perlindungan selama periode pencemaran udara dan tetap menggunakan obat sesuai resep.
Kenali gejala yang membutuhkan pertolongan medis
Nyeri atau tekanan di dada, sesak napas, keringat dingin, pusing, serta detak jantung tidak teratur perlu diwaspadai, terutama setelah terpapar asap pekat.
Jika muncul nyeri dada atau sesak napas berat, segera cari pertolongan medis darurat dan jangan menunggu gejala mereda dengan sendirinya.
Upaya mengendalikan karhutla bukan hanya penting untuk menjaga hutan dan mengurangi kerusakan lingkungan, melainkan juga melindungi kesehatan masyarakat dari dampak polusi udara yang dapat menjalar hingga ke jantung.
(YS/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), fokus pada penulisan artikel berbasis riset. Berpengalaman sebagai jurnalis freelance di berbagai media online, mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan penyajian informasi yang mudah dipahami.












