Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Kesehatan

Asam Lambung Naik, Posisi Tidur Miring Mana yang Tepat?

9
×

Asam Lambung Naik, Posisi Tidur Miring Mana yang Tepat?

Sebarkan artikel ini
Asam lambung tidur miring ke mana? Ketahui posisi tidur yang dianjurkan untuk membantu mengurangi refluks dan mencegah asam lambung naik saat malam hari.
Asam lambung tidur miring ke mana? Ketahui posisi tidur yang dianjurkan untuk membantu mengurangi refluks dan mencegah asam lambung naik saat malam hari.

indonetra.com – Posisi tidur saat asam lambung naik menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan penderita GERD untuk mengurangi keluhan pada malam hari.

Kesalahan memilih posisi tidur dapat membuat cairan lambung lebih mudah mengalir kembali ke kerongkongan, terutama ketika seseorang berbaring setelah makan.

Baca Juga :  7 Pilihan Sarapan untuk Penderita Asam Lambung

Kondisi tersebut dikenal sebagai refluks asam, yang dapat menimbulkan sensasi terbakar di dada, rasa asam di mulut, hingga gangguan tidur.

Menurut panduan American College of Gastroenterology (ACG), perubahan posisi tubuh saat tidur termasuk langkah yang dapat membantu mengendalikan gejala GERD pada malam hari.

Beberapa penelitian yang menjadi dasar panduan tersebut menunjukkan bahwa tidur miring ke kiri dan meninggikan bagian atas tubuh dapat membantu mengurangi paparan asam pada kerongkongan.

Posisi Tidur saat Asam Lambung Naik yang Disarankan

Tidak semua posisi berbaring memberikan pengaruh yang sama terhadap risiko naiknya cairan lambung, sehingga pemilihannya perlu diperhatikan.

Berikut beberapa posisi yang dapat dicoba untuk membantu mengurangi keluhan asam lambung ketika beristirahat.

1. Miring ke kiri

Tidur miring ke kiri menjadi salah satu posisi yang paling dianjurkan bagi penderita GERD karena berkaitan dengan susunan anatomi lambung dan kerongkongan.

Posisi tersebut membantu mengurangi kemungkinan isi lambung mengalir kembali menuju kerongkongan dibandingkan ketika seseorang tidur miring ke kanan.

Penelitian yang dirangkum dalam panduan ACG juga menunjukkan bahwa posisi miring ke kanan dapat meningkatkan kejadian refluks pada malam hari.

2. Meninggikan kepala dan dada

Meninggikan bagian atas tubuh membantu memanfaatkan gravitasi untuk mengurangi aliran balik cairan lambung selama tidur.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menyarankan penggunaan penyangga berbentuk baji untuk mengangkat kepala dan punggung atas sekitar 15–20 sentimeter.

Baca Juga :  Kenapa Telapak Kaki Sakit Saat Bangun Tidur?

Penggunaan penyangga khusus lebih dianjurkan dibandingkan menumpuk bantal biasa karena bagian tubuh atas perlu terangkat secara menyeluruh.

3. Tidur telentang dengan tubuh bagian atas terangkat

Posisi telentang masih dapat menjadi pilihan apabila bagian kepala dan dada ditinggikan menggunakan penyangga yang sesuai.

Namun, berbaring telentang secara datar dapat memperburuk keluhan pada sebagian penderita karena tidak memberikan bantuan gravitasi yang cukup.

4. Menghindari posisi tengkurap

Tidur tengkurap dapat memberikan tekanan pada bagian perut dan membuat sebagian orang merasa semakin tidak nyaman ketika mengalami refluks.

Karena itu, posisi miring ke kiri dapat menjadi alternatif yang lebih baik, terutama ketika gejala sering muncul saat malam hari.

Kebiasaan Sebelum Tidur untuk Mengurangi Asam Lambung

Selain mengatur posisi tidur, perubahan kebiasaan sehari-hari juga berperan dalam membantu mengendalikan gejala GERD.

NIDDK dan panduan klinis ACG merekomendasikan beberapa perubahan gaya hidup untuk mengurangi keluhan refluks, terutama ketika seseorang berbaring pada malam hari.

Pertama, hindari makan setidaknya 2–3 jam sebelum tidur agar lambung memiliki waktu untuk mencerna makanan sebelum tubuh berbaring.

Kedua, perhatikan makanan dan minuman yang memicu keluhan, seperti makanan berlemak, pedas, cokelat, kopi, serta minuman berkarbonasi.

Baca Juga :  Bangun Tidur Badan Sakit Semua? Ketahui Penyebabnya dan Kapan Harus ke Dokter

Ketiga, pertahankan berat badan yang sehat karena kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada perut dan memperburuk refluks.

Keempat, gunakan pakaian tidur yang tidak terlalu ketat agar bagian perut tidak mendapatkan tekanan berlebihan.

Kelima, hindari langsung berbaring setelah makan dan pertahankan posisi duduk atau berdiri selama beberapa waktu setelah menyantap makanan.

Jika keluhan sering berulang, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai, termasuk kebutuhan obat-obatan.

Perlu diperhatikan bahwa nyeri dada tidak selalu disebabkan oleh asam lambung, sehingga nyeri dada hebat, terutama disertai sesak napas, memerlukan pemeriksaan medis segera.

Muntah darah atau tinja berwarna hitam juga merupakan tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan medis segera di rumah sakit.

Dengan memilih posisi tidur yang tepat dan memperbaiki kebiasaan sebelum beristirahat, penderita GERD dapat membantu mengurangi gejala sekaligus meningkatkan kualitas tidur.

(MD/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.