indonetra.com – Ciri-ciri leukemia pada anak sering kali sulit dikenali karena gejalanya mirip dengan penyakit yang umum dialami anak, seperti flu, anemia, atau infeksi ringan.
Padahal, semakin cepat leukemia terdeteksi, semakin besar peluang anak mendapatkan penanganan yang tepat.
Oleh karena itu, orang tua perlu memahami tanda-tanda awal penyakit ini agar tidak menganggapnya sebagai keluhan biasa yang akan sembuh sendiri.
Leukemia merupakan kanker darah yang paling banyak ditemukan pada anak-anak.
Penyakit ini menyerang sumsum tulang, yaitu “pabrik” yang memproduksi sel darah.
Ketika produksi sel darah terganggu, tubuh anak akan kesulitan melawan infeksi, membawa oksigen, hingga menghentikan perdarahan.
Apa Itu Leukemia pada Anak?
Leukemia adalah kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah, terutama sumsum tulang.
Dalam kondisi normal, sumsum tulang menghasilkan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dalam jumlah seimbang.
Pada leukemia, sumsum tulang justru memproduksi sel darah putih yang abnormal dalam jumlah berlebihan.
Bayangkan sebuah pabrik yang terus menghasilkan barang cacat hingga memenuhi gudang.
Akibatnya, produksi barang yang benar menjadi terhambat.
Hal serupa terjadi pada tubuh anak, di mana sel darah sehat kalah jumlah oleh sel abnormal.
Dua jenis leukemia yang paling sering ditemukan pada anak meliputi:
- Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL), yang menjadi penyebab sekitar 75% kasus leukemia pada anak.
- Acute Myeloid Leukemia (AML), yang berasal dari sel pembentuk darah lainnya dan berkembang cukup cepat.
Kedua jenis tersebut termasuk leukemia akut, artinya penyakit dapat berkembang dalam hitungan minggu sehingga membutuhkan diagnosis dan pengobatan sesegera mungkin.
Ciri-Ciri Leukemia pada Anak yang Tidak Boleh Diabaikan
Gejala leukemia biasanya muncul secara bertahap.
Pada awalnya mungkin hanya satu atau dua tanda, namun lama-kelamaan akan semakin jelas.
1. Anak Terlihat Sangat Lemas dan Pucat
Jika anak yang biasanya aktif tiba-tiba mudah lelah, sering mengantuk, atau tidak bersemangat bermain, kondisi ini patut diperhatikan.
Kekurangan sel darah merah (*anemia*) membuat tubuh kekurangan pasokan oksigen sehingga wajah, bibir, hingga telapak tangan tampak pucat.
2. Demam yang Berulang Tanpa Penyebab Jelas
Leukemia membuat sel darah putih tidak mampu bekerja optimal dalam melawan infeksi.
Akibatnya, anak dapat mengalami demam berulang atau berkepanjangan meski tidak disertai batuk, pilek, maupun infeksi yang jelas.
Apabila demam berlangsung lebih dari satu minggu dan sering kambuh, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
3. Mudah Memar atau Mengalami Perdarahan
Penurunan jumlah trombosit menyebabkan proses pembekuan darah terganggu.
Gejalanya bisa berupa:
- Mimisan yang sulit berhenti.
- Gusi mudah berdarah.
- Bintik merah kecil (*petechiae*) pada kulit.
- Memar muncul tanpa benturan yang jelas.
Tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti leukemia, tetapi tetap memerlukan evaluasi medis apabila terjadi berulang.
4. Nyeri Tulang dan Sendi
Penumpukan sel leukemia di dalam sumsum tulang dapat menimbulkan tekanan sehingga anak mengeluh sakit pada kaki, lutut, atau lengan.
Beberapa anak bahkan menjadi enggan berjalan, sering meminta digendong, atau tampak pincang meski tidak mengalami cedera.
5. Benjolan pada Leher, Ketiak, atau Selangkangan
Pembesaran kelenjar getah bening merupakan salah satu tanda yang cukup sering ditemukan.
Benjolan biasanya tidak terasa nyeri saat disentuh dan dapat muncul di beberapa lokasi sekaligus.
Meski pembengkakan kelenjar juga bisa disebabkan infeksi, kondisi yang berlangsung lama perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
6. Perut Membesar dan Nafsu Makan Menurun
Leukemia dapat menyebabkan hati dan limpa membesar sehingga perut anak tampak lebih buncit atau terasa penuh.
Akibatnya, anak cepat kenyang, malas makan, hingga berat badan menurun tanpa penyebab yang jelas.
Kapan Orang Tua Harus Membawa Anak ke Dokter?
Satu gejala saja belum tentu menandakan leukemia.
Namun, apabila beberapa tanda muncul bersamaan atau berlangsung terus-menerus selama beberapa minggu, jangan menunda pemeriksaan.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik yang dilanjutkan dengan tes darah lengkap.
Bila diperlukan, pemeriksaan sumsum tulang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis.
Pengalaman di layanan kesehatan menunjukkan bahwa banyak kasus leukemia pada anak awalnya diduga sebagai infeksi biasa karena gejalanya memang mirip.
Oleh sebab itu, perubahan kondisi anak yang tidak kunjung membaik perlu menjadi perhatian khusus.
Kesimpulan
Ciri-ciri leukemia pada anak meliputi tubuh yang pucat dan mudah lelah, demam berkepanjangan, mudah memar, nyeri tulang, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga perut yang membesar disertai penurunan nafsu makan.
Gejala-gejala tersebut memang tidak selalu mengarah pada kanker darah, tetapi tidak boleh dianggap sepele.
Deteksi dini menjadi kunci utama karena peluang keberhasilan pengobatan leukemia pada anak akan semakin baik jika diagnosis ditegakkan sedini mungkin.
Jika Anda melihat kombinasi gejala tersebut pada si kecil, segera konsultasikan ke dokter anak agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Penulis yang berfokus pada topik kesehatan, perawatan tubuh, dan tips kecantikan. Selalu menyajikan informasi yang akurat, mudah dipahami, serta berdasarkan referensi tepercaya untuk membantu pembaca menjalani hidup yang lebih sehat dan percaya diri.

















