indonetra.com – Pernah nggak sih kamu memperhatikan betapa gampangnya membaca rambu petunjuk jalan saat melintas di jalan tol, meski mobil melaju kencang? Ternyata itu bukan kebetulan.
Ada standar resmi soal jenis font rambu petunjuk jalan di Indonesia yang sengaja dipilih agar informasi bisa ditangkap mata dalam hitungan detik.
Yuk, kupas tuntas font apa yang dipakai dan kenapa pemerintah memilihnya.
Clearview, Font Resmi Rambu Jalan Indonesia
Jenis font rambu petunjuk jalan yang berlaku di Indonesia saat ini adalah Clearview, atau lebih dikenal dengan nama Clearview Highway.
Aturan ini bukan sekadar kebijakan internal Kementerian PUPR, melainkan sudah diatur secara resmi lewat Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas.
Sebagai bagian dari keluarga font sans-serif, Clearview punya karakter yang tegas, solid, dan konsisten.
Kesan minimalis, modern, sekaligus bersahabat inilah yang membuatnya cocok dipakai untuk kebutuhan navigasi di jalan raya, terutama saat pengendara harus membaca informasi secara cepat.
Asal-usul Font Clearview
Menariknya, Clearview bukan font yang dirancang khusus untuk Indonesia.
Font ini awalnya dikembangkan oleh peneliti independen bersama Texas Transportation Institute dan Pennsylvania Transportation Institute, di bawah pengawasan Federal Highway Administration (FHWA) Amerika Serikat.
Setelah terbukti meningkatkan keterbacaan, font ini pun diadopsi berbagai negara, di antaranya:
- Sri Lanka
- Filipina
- Brasil
- Kanada
- Amerika Serikat
Indonesia sendiri baru resmi menggunakan Clearview pada rambu petunjuk jurusan sejak tahun 2015, menggantikan font sebelumnya yaitu Highway Gothic atau dikenal juga sebagai FHWA Series.
Kenapa Harus Ganti dari Highway Gothic?
Sebelum beralih ke Clearview, rambu jalan Indonesia mengandalkan font Highway Gothic.
Masalahnya, meski sudah lama dipakai, penerapan aturan font ini di lapangan sering tidak konsisten.
Clearview hadir sebagai solusi karena secara desain memang dirancang untuk meningkatkan jarak baca, terutama untuk huruf kapital dan huruf kecil yang dikombinasikan dalam satu kalimat.
Kode Warna yang Menyertai Font
Selain jenis huruf, warna latar rambu juga punya makna tersendiri. Berikut beberapa contohnya:
| Warna Latar | Fungsi |
|---|---|
| Hijau | Petunjuk jurusan umum, biasa dijumpai di jalan tol |
| Biru | Fasilitas publik seperti stasiun, bandara, atau rumah sakit |
| Coklat | Titik wisata atau point of interest |
Kombinasi warna latar dengan tulisan putih inilah yang membuat rambu jalan lebih mudah dikenali, bahkan dari kejauhan sekalipun.
Fakta Menarik: Tidak Semua Rambu Sudah Sesuai Aturan
Meski sudah diatur jelas dalam Permenhub, riset yang dilakukan terhadap rambu petunjuk jurusan di Jakarta menemukan fakta yang cukup mengejutkan.
Sejumlah rambu di lapangan ternyata belum sepenuhnya menerapkan aturan jenis huruf serta tata cara penulisan sesuai standar, mulai dari penggunaan huruf kapital yang tidak konsisten hingga jarak antar huruf yang tidak seragam.
Kondisi ini tentu bisa memengaruhi tingkat keterbacaan rambu, apalagi bagi pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Kesimpulan
Jenis font rambu petunjuk jalan di Indonesia yang berlaku resmi adalah Clearview, sesuai amanat Permenhub Nomor 13 Tahun 2014.
Font ini dipilih karena terbukti meningkatkan keterbacaan dibanding pendahulunya, Highway Gothic, dan sudah diadopsi banyak negara lain. Sayangnya, penerapannya di lapangan belum sepenuhnya merata, sehingga masih ada rambu yang belum sesuai standar.
Ke depannya, konsistensi penerapan aturan ini penting banget demi keselamatan seluruh pengguna jalan di Indonesia.

Penulis konten digital yang berfokus pada topik otomotif, teknologi, dan gaya hidup. Berpengalaman menyusun artikel informatif berbasis riset guna menghadirkan ulasan yang akurat, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan pembaca.

















