Example floating
Example floating
DaerahZona Berita

Gempa Lombok Barat M5,2 Tak Berpotensi Tsunami

5
×

Gempa Lombok Barat M5,2 Tak Berpotensi Tsunami

Sebarkan artikel ini
Gempa Lombok Barat M5,2 Tak Berpotensi Tsunami
Gempa Lombok Barat M5,2 Tak Berpotensi Tsunami

indonetra.com – Gempa Lombok Barat dengan magnitudo 5,2 mengguncang Nusa Tenggara Barat pada Rabu, 7 Oktober 2026 dini hari.

Guncangan paling kuat berdasarkan estimasi intensitas BMKG dirasakan di Mataram dengan skala IV-V MMI, sementara gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa terjadi pada pukul 03.15.26 WIB ketika sebagian besar warga masih beraktivitas di dalam rumah atau sedang tidur.

Pusat gempa berada di darat dan memiliki kedalaman yang cukup dalam, sehingga guncangannya dirasakan hingga sejumlah wilayah di sekitar Lombok dan sebagian Bali.

Gempa Lombok Barat M5,2 Berpusat di Darat

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa Lombok Barat tercatat memiliki magnitudo 5,2 dengan kedalaman 92 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 8,77 derajat Lintang Selatan dan 116,14 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di darat sekitar 9 kilometer tenggara Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Dengan kedalaman hiposenter tersebut, gempa ini termasuk gempa bumi menengah.

Analisis BMKG menunjukkan gempa berkaitan dengan deformasi batuan di dalam lempeng dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

Karena pusat gempa berada di darat dan berdasarkan hasil pemodelan tsunami BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga :  Cara Daftar Bansos 2026 Lewat Perlinsos Kemensos dari HP dan Gratis

Wilayah yang Merasakan Guncangan

Guncangan gempa tidak hanya dirasakan di sekitar Lombok Barat.

Data intensitas BMKG menunjukkan sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat hingga Denpasar turut merasakan getaran dengan tingkat yang berbeda.

Wilayah Intensitas Gambaran Guncangan
Mataram IV-V MMI Getaran dirasakan hampir semua penduduk dan banyak orang terbangun.
Lombok Tengah III-IV MMI Getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
Lombok Timur III MMI Getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti truk melintas.
Lombok Utara III MMI Getaran terasa nyata di dalam rumah.
Sumbawa Barat III MMI Getaran terasa nyata di dalam rumah.
Sumbawa III MMI Getaran terasa nyata di dalam rumah.
Kuta II-III MMI Getaran terasa nyata di dalam rumah.
Denpasar II MMI Getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda ringan yang digantung dapat bergoyang.

Perbedaan intensitas tersebut menunjukkan bahwa kekuatan guncangan yang dirasakan masyarakat dapat berbeda meskipun berasal dari satu kejadian gempa yang sama.

Baca Juga :  Identitas 6 Penumpang KM Virgo yang Meninggal Masih Diverifikasi Tim DVI

Jarak dari episenter, kondisi tanah, kedalaman gempa, serta kondisi bangunan menjadi beberapa faktor yang memengaruhi pengalaman guncangan di setiap wilayah.

Ada Gempa Susulan Setelah Gempa Lombok Barat

Selain mencatat gempa utama, BMKG juga melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik setelah kejadian tersebut.

Hingga pukul 03.45 WIB, BMKG mencatat satu aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 1,3. Aktivitas susulan seperti ini menjadi salah satu alasan masyarakat tetap perlu memperhatikan informasi resmi setelah gempa terjadi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi mengenai gempa yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat yang berada di bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan juga diminta menjauhi bangunan tersebut untuk mengurangi risiko jika terjadi guncangan berikutnya.

Informasi mengenai kejadian gempa sebelumnya juga dapat menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan.

Yang Perlu Dilakukan Setelah Gempa

Setelah merasakan gempa, masyarakat sebaiknya tidak langsung panik. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan diri dan orang di sekitar, kemudian memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas seperti biasa.

Baca Juga :  Fakta Terbaru Erupsi Anak Krakatau, Ini Data Terkini

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menjauhi bangunan yang terlihat retak atau mengalami kerusakan.
  • Tidak menyebarkan informasi gempa yang belum berasal dari sumber resmi.
  • Memantau pembaruan informasi dari BMKG.
  • Memastikan anggota keluarga berada di tempat yang aman.
  • Tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Untuk kejadian gempa Lombok Barat ini, BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan dan menyampaikan pembaruan informasi kepada masyarakat serta pihak terkait.

Gempa Lombok Barat M5,2 pada Rabu dini hari tersebut tercatat berpusat di darat dengan kedalaman 92 kilometer.

Meski guncangannya dirasakan di sejumlah wilayah, hasil pemodelan BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

(YS/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *