indonetra.com – Gempa Jayapura bermagnitudo 2,6 terjadi pada Senin, 2 November 2026, sore, dengan pusat gempa berada sekitar 9 kilometer di utara Kota Jayapura, Provinsi Papua.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), aktivitas seismik tersebut tercatat pada pukul 16.58.58 WIB atau 18.58.58 WIT.
Gempa berlangsung pada kedalaman 8 kilometer dengan episenter berada di darat, tepatnya pada koordinat 2,49 derajat Lintang Selatan dan 140,66 derajat Bujur Timur.
Lokasi dan Kedalaman Gempa Jayapura
Posisi episenter yang berada di daratan dan relatif dekat dengan wilayah perkotaan menjadi informasi penting dalam laporan gempa kali ini.
BMKG mencatat pusat gempa berjarak sekitar 9 kilometer dari arah utara Kota Jayapura, sehingga lokasinya tidak jauh dari kawasan permukiman setempat.
Kedalaman 8 kilometer menunjukkan bahwa gempa tersebut tergolong gempa dangkal berdasarkan posisi sumbernya terhadap permukaan bumi.
Gempa dangkal dapat menghasilkan getaran yang dirasakan di wilayah sekitar episenter, meskipun dampaknya tidak hanya ditentukan oleh kedalaman, tetapi juga magnitudo, kondisi geologi, dan jarak dari pusat gempa.
Getaran Gempa Dirasakan III MMI di Jayapura
Dalam laporan BMKG, gempa bermagnitudo 2,6 tersebut tercatat dirasakan di wilayah Jayapura dengan intensitas III MMI.
Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) digunakan untuk menggambarkan tingkat getaran gempa berdasarkan dampak yang dirasakan masyarakat dan kondisi di lokasi kejadian.
Pada tingkat III MMI, getaran umumnya terasa nyata di dalam rumah dan dapat menyerupai sensasi ketika sebuah truk melintas di dekat bangunan.
Intensitas tersebut berbeda dengan magnitudo karena MMI menggambarkan kekuatan guncangan di suatu wilayah, sedangkan magnitudo menunjukkan ukuran energi gempa yang dilepaskan dari sumbernya.
Karena itu, angka magnitudo dan intensitas tidak dapat digunakan secara bergantian untuk menjelaskan karakteristik suatu gempa.
Apakah Gempa Jayapura Berpotensi Menimbulkan Kerusakan?
Magnitudo 2,6 termasuk gempa dengan kekuatan relatif kecil, tetapi informasi mengenai dampak di lapangan tetap perlu memperhatikan hasil pemantauan dan laporan masyarakat.
Intensitas III MMI menggambarkan getaran yang dapat dirasakan di dalam rumah, bukan kategori yang secara otomatis menunjukkan terjadinya kerusakan bangunan.
Hingga informasi awal tersebut diterbitkan, data yang tersedia lebih menekankan parameter kejadian, lokasi episenter, kedalaman, dan wilayah yang merasakan getaran.
Masyarakat di sekitar Jayapura tetap disarankan memperhatikan kondisi bangunan masing-masing, terutama apabila menemukan bagian rumah yang retak atau mengalami kerusakan.
Jika terjadi guncangan kembali, masyarakat sebaiknya tetap tenang, berlindung di tempat aman, serta menghindari bangunan yang terlihat mengalami kerusakan.
BMKG juga menyediakan pembaruan informasi gempa melalui kanal resminya, termasuk data kejadian terbaru yang dapat berubah mengikuti hasil analisis lebih lanjut.
Informasi awal gempa Jayapura ini tercatat dalam pemantauan BMKG pada 2 November 2026 pukul 16.58.58 WIB, sehingga masyarakat perlu mengikuti perkembangan data resmi untuk mengetahui hasil pemutakhiran berikutnya.
(YS/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), fokus pada penulisan artikel berbasis riset. Berpengalaman sebagai jurnalis freelance di berbagai media online, mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan penyajian informasi yang mudah dipahami.












