Example floating
Example floating
DaerahZona Berita

Pemkab Verifikasi Bantuan 525 Nelayan Aceh Timur

9
×

Pemkab Verifikasi Bantuan 525 Nelayan Aceh Timur

Sebarkan artikel ini
Verifikasi ulang 525 nelayan di Aceh Timur dilakukan untuk memastikan bantuan pascabanjir tepat sasaran, sekaligus mendukung pemulihan usaha perikanan.
Verifikasi ulang 525 nelayan di Aceh Timur dilakukan untuk memastikan bantuan pascabanjir tepat sasaran, sekaligus mendukung pemulihan usaha perikanan.

indonetra.com – Verifikasi bantuan nelayan Aceh Timur menjadi langkah penting untuk memastikan dukungan pascabanjir diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama mereka yang kehilangan sumber penghasilan akibat kerusakan usaha perikanan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Aceh, melakukan pemeriksaan ulang terhadap data 525 nelayan terdampak banjir yang membutuhkan bantuan pemulihan ekonomi.

Data tersebut belum menjadi daftar penerima final karena pemerintah daerah masih memeriksa kesesuaian identitas, alamat, dan kondisi calon penerima di lapangan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Timur, Syarifuddin, menjelaskan bahwa pendataan awal mencatat sekitar 600 nelayan terdampak, tetapi jumlah sementara berkurang menjadi 525 orang setelah ditemukan sejumlah kesalahan data.

Data 525 Nelayan Diperiksa, Kerusakan Usaha Jadi Perhatian

Proses verifikasi melibatkan Dinas Perikanan bersama Panglima Laot, lembaga adat yang menaungi masyarakat nelayan di Aceh.

Baca Juga :  Identitas 6 Penumpang KM Virgo yang Meninggal Masih Diverifikasi Tim DVI

Pemeriksaan mencakup dokumen kependudukan, alamat tempat tinggal, serta kecocokan identitas calon penerima dengan keadaan sebenarnya di lapangan.

Langkah tersebut diperlukan agar bantuan tidak salah sasaran dan dapat menjangkau nelayan yang mengalami kerugian akibat bencana hidrometeorologi.

Pendataan juga tidak terbatas pada kerusakan perahu dan alat tangkap, tetapi mencakup usaha perikanan lain yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Banjir yang terjadi pada akhir November 2025 turut merusak tambak, menjebol tanggul, dan meninggalkan sedimentasi lumpur yang menghambat sirkulasi air.

Kondisi tersebut membuat pemulihan sektor perikanan membutuhkan penanganan yang sesuai dengan jenis kerusakan dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Pemulihan Perikanan Aceh Timur Berlanjut Pascabanjir

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyebut pemulihan perikanan menjadi prioritas karena banyak warga menggantungkan pendapatan pada penangkapan ikan dan budi daya tambak.

Baca Juga :  iPhone Duo Masuk Pasar HP Lipat, Google Beri Tanggapan

Salah satu upaya yang telah dilakukan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan ialah penyaluran 4,2 juta benur udang vaname untuk tambak seluas 120 hektare.

Dukungan tersebut diharapkan membantu pembudidaya memulai kembali kegiatan produksi setelah kerusakan akibat banjir menghambat usaha mereka.

Keberhasilan pemulihan tidak hanya bergantung pada bantuan yang disalurkan, tetapi juga pada ketepatan pendataan serta kesesuaian dukungan dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Nelayan yang terdampak perlu memastikan data identitas dan kerusakan usahanya tercatat dengan benar agar proses pemeriksaan dapat berjalan lancar.

Pemerintah daerah menyatakan koordinasi dengan pemerintah pusat akan terus dilakukan agar pemulihan sektor perikanan Aceh Timur dapat berlanjut dan masyarakat kembali memperoleh penghasilan.

(YS/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *