Example floating
Example floating
DaerahZona Berita

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Capai 1.000 Meter

4
×

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Capai 1.000 Meter

Sebarkan artikel ini
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Capai 1.000 Meter
Ilustrasi Gunung Semeru Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Capai 1.000 Meter

indonetra.com – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Selasa, 29 September 2026 pagi.

Erupsi Gunung Semeru tercatat terjadi pukul 07.41 WIB dengan kolom abu vulkanik mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur.

Erupsi Semeru Berlangsung 125 Detik

Berdasarkan laporan pengamatan Gunung Semeru, aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter.

Durasi erupsi tercatat berlangsung sekitar 125 detik.

Ketinggian kolom letusan mencapai sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut jika dihitung dari ketinggian puncak gunung.

Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa Gunung Semeru masih mengalami aktivitas erupsi yang perlu dipantau secara berkala.

Warga Diminta Menjauhi Area Berbahaya

Masyarakat dan wisatawan diminta mengikuti rekomendasi keselamatan dari Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG.

Baca Juga :  Jadwal Pemadaman Listrik di Palu Minggu 27 September 2026

Aktivitas masyarakat dilarang di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Area tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena terdapat potensi bahaya lontaran batu pijar.

Waspadai Awan Panas dan Lahar

Selain erupsi, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diminta mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan aliran lahar.

Potensi tersebut terutama perlu diperhatikan di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Beberapa aliran yang menjadi perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Baca Juga :  Demo Buruh Hari Ini di Sudirman-Thamrin, Ini 11 Tuntutannya

Perkembangan aktivitas Gunung Semeru dapat berubah sehingga masyarakat dan wisatawan perlu mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi serta instansi terkait.

Informasi terbaru mengenai aktivitas gunung api juga dapat dipantau melalui kanal resmi pemantauan gunung api pemerintah.

Gunung Semeru merupakan gunung api yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dengan aktivitas erupsi yang masih berlangsung, masyarakat di kawasan rawan diharapkan tidak memasuki zona yang telah ditetapkan dan selalu mengikuti arahan petugas.

(YS/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *