Example floating
Example floating
showbiz

Zhifanna Tersenggol di D’Academy 8, Ini Perjalanannya

9
×

Zhifanna Tersenggol di D’Academy 8, Ini Perjalanannya

Sebarkan artikel ini
Zhifanna Tersenggol di D'Academy 8, Ini Perjalanannya
Zhifanna Tersenggol di D'Academy 8, Ini Perjalanannya

indonetra.com – Zhifanna Putri Allaysa harus mengakhiri perjuangannya di Dangdut Academy 8 setelah dinyatakan tersenggol pada babak Top 15 Grup 2, Kamis, 8 Oktober 2026, setelah sebelumnya menunjukkan kemampuan vokal yang membawanya melewati sejumlah tahapan kompetisi.

Penyanyi muda asal Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tersebut menjadi salah satu peserta yang mencuri perhatian selama kompetisi berlangsung, terutama berkat penampilannya yang beberapa kali memperoleh apresiasi dari dewan juri.

Zhifanna Tersenggol di Top 15 D’Academy 8

Langkah Zhifanna terhenti setelah penampilannya pada babak Top 15 Grup 2 belum menghasilkan dukungan penilaian sebanyak peserta lainnya.

Dalam konser penentuan yang berlangsung sehari setelah penampilan, Zhifanna dinyatakan tidak melanjutkan kompetisi, sedangkan peserta lain berkesempatan memperjuangkan posisi di babak berikutnya.

Pada penampilan Top 15 Grup 2 yang digelar 7 Oktober 2026, Zhifanna memperoleh satu standing ovation dan satu bintang.

Perolehan tersebut berbeda dari Alexa asal Ciamis yang berhasil mengumpulkan lima bintang pada malam penampilan yang sama.

Hasil itu menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Zhifanna di DA8, mengingat ia sebelumnya beberapa kali mendapatkan penilaian positif ketika tampil di hadapan juri.

Baca Juga :  Rofia DA8 Pulang ke Kuningan, Disambut Meriah Warga Cipetir

Perjalanan dari Audisi hingga Panggung Konser

Zhifanna memulai perjalanannya melalui audisi D’Academy 8 dengan membawakan lagu Cincin Kepalsuan yang dipopulerkan Elvy Sukaesih.

Penampilannya pada audisi Grup 4 yang digelar 25 Juni 2026 membawanya memperoleh golden ticket untuk melanjutkan proses seleksi.

Kesempatan tersebut berlanjut pada Final Audition Grup 8, ketika ia membawakan lagu Ditikam Asmara dan dinyatakan lolos menuju babak konser.

Salah satu penampilan yang menonjol terjadi pada Top 42 Grup 4 saat Zhifanna menyanyikan Bumipun Ikut Menangis dan memperoleh standing ovation dari seluruh juri.

Apresiasi tersebut mengantarkannya langsung ke tahap berikutnya tanpa harus menunggu proses penentuan kelulusan seperti peserta lainnya.

Ketika memasuki Top 37, Zhifanna kembali berhasil melaju dan sempat mendapatkan hadiah virtual berupa D’Boss sebagai bentuk dukungan dalam kompetisi.

Penampilan yang Mengantarkan Zhifanna ke Top 15

Perjalanan menuju 15 besar tidak lepas dari beberapa penampilan yang menghasilkan apresiasi juri dan memastikan kelulusannya dari babak demi babak.

Baca Juga :  D'MASIV Asia Home Run 2026: Jadwal dan Harga Tiket Jakarta

Pada Top 26 Grup 2, Zhifanna tampil berduet membawakan Sabda Cinta dan melanjutkan penampilannya dengan lagu solo Derita milik Rhoma Irama.

Kedua penampilan tersebut membantunya meraih tiga standing ovation sekaligus mengamankan tiket ke tahap selanjutnya.

Memasuki Top 21 Grup 4, ia kembali tampil bersama Inayah melalui lagu Mati Lampu dan memperoleh dua standing ovation.

Zhifanna kemudian menghadapi persaingan yang semakin ketat pada Top 17 Grup 4 dengan membawakan Penyakit Cinta, yang memberinya tiga standing ovation dan tiga bintang.

Meskipun sempat masuk posisi dua terbawah bersama Inayah, keduanya tetap melanjutkan kompetisi karena tidak ada peserta yang tersenggol dalam konser penentuan pada 29 September 2026.

Profil Singkat dan Perjalanan Musik Zhifanna

Zhifanna Putri Allaysa, yang akrab disapa Zhifa, berasal dari Nagari Kapuh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Ia masih berstatus pelajar kelas XI SMA pada 2026 dan menjalani kegiatan pendidikan bersamaan dengan perjuangannya di ajang pencarian bakat tersebut.

Baca Juga :  Profil Agnes Rahajeng, Puteri Indonesia 2026

Sebelum mengikuti kompetisi DA8, Zhifanna lebih sering mengikuti perlombaan menyanyi pop di daerah asalnya dan mulai mempelajari musik dangdut pada era D’Academy 6 tahun 2023.

Keikutsertaannya di DA8 menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman bernyanyi sekaligus menguji kemampuannya menghadapi persaingan di panggung nasional.

Walaupun perjalanan Zhifanna harus berhenti di Top 15 Grup 2, rekam jejaknya sejak audisi hingga berhasil menembus 15 besar memperlihatkan proses yang telah ia lalui selama kompetisi.

Bagi Zhifanna, pengalaman tampil di hadapan juri dan bersaing dengan peserta dari berbagai daerah dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan vokal serta membuka peluang baru di dunia musik dangdut.

(FA/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *