Example floating
Example floating
showbiz

Kira Bandung Tersenggol di Top 15 D’Academy 8

11
×

Kira Bandung Tersenggol di Top 15 D’Academy 8

Sebarkan artikel ini
Kira Bandung Tersenggol di Top 15 D'Academy 8
Kira Bandung Tersenggol di Top 15 D'Academy 8

indonetra.com – Selain Zhifanna yang tersenggol, Kira Bandung harus mengakhiri perjuangannya di D’Academy 8 setelah tersenggol pada babak Top 15 Grup 1, Selasa, 6 Oktober 2026, meski sebelumnya berhasil melewati sejumlah babak eliminasi yang menegangkan.

Peserta bernama lengkap Syakira Mellyandha Aksmy tersebut menjadi salah satu penyanyi yang mampu bertahan hingga 15 besar di bawah bimbingan D’Coach Selfi Yamma.

Perjalanannya menunjukkan bahwa persaingan di ajang pencarian bakat dangdut tidak hanya menuntut kemampuan vokal, tetapi juga konsistensi penampilan ketika berhadapan dengan peserta lain yang sama-sama ingin melangkah lebih jauh.

Perjalanan Kira Bandung di D’Academy 8

Kira memulai kompetisi melalui audisi dan berhasil mendapatkan golden ticket untuk melanjutkan perjuangannya ke tahap berikutnya.

Setelah melewati Final Audition, penyanyi asal Bandung itu berhasil mencapai Top 42 dan melanjutkan persaingan dalam rangkaian konser eliminasi.

Perjalanan menuju 15 besar tidak selalu berjalan mulus karena Kira sempat menghadapi situasi genting ketika namanya berada di posisi dua terbawah.

Baca Juga :  Selebgram Jule Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Pada babak Top 26 Grup 1, Jumat, 21 Agustus 2026, Kira membawakan lagu Derita Tiada Akhir yang dipopulerkan Anita Dahlan dan memperoleh tiga standing ovation dari juri.

Meski mendapatkan apresiasi tersebut, Kira tetap harus menunggu pengumuman hasil bersama Bintang dari Kepulauan Bangka Belitung yang juga berada di posisi rawan eliminasi.

Hasil akhirnya berpihak kepada Kira, sedangkan Bintang harus mengakhiri langkahnya dalam kompetisi tersebut.

Dua Kali Menghadapi Posisi Rawan Eliminasi

Ujian berikutnya datang ketika Kira tampil di Top 21 Grup 2 pada Senin, 7 September 2026, dengan membawakan lagu Ada yang Punya milik Lesti Kejora.

Penampilan itu menghasilkan dua standing ovation, tetapi Kira kembali berada di posisi dua terbawah bersama Fitri dari Makassar.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa apresiasi juri tidak selalu membuat seorang peserta terbebas dari risiko tersenggol dalam kompetisi.

Kira akhirnya kembali dinyatakan lolos, sementara Fitri harus meninggalkan panggung D’Academy 8.

Baca Juga :  Festival Teman TULUS 2026: Jadwal, Cara Beli Tiket, dan Panduan Lengkap

Keberhasilan melewati dua momen krusial itu membuat Kira terus melaju hingga Top 17 Grup 2 dan mengamankan tempat di babak 15 besar.

Bagi peserta yang telah melewati beberapa tahap eliminasi, setiap penampilan menjadi kesempatan penting untuk mempertahankan posisi sekaligus menunjukkan perkembangan kemampuan bernyanyi.

Penampilan Terakhir Kira di Babak Top 15

Memasuki Top 15 Grup 1, Kira bersaing dengan Clara dari Langkat, Bhita dari Pangkalpinang, Sahwan dari Sampang, dan Ikhwan dari Polewali Mandar.

Konser show berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026, ketika masing-masing peserta berusaha mengumpulkan apresiasi untuk memperbesar peluang bertahan di kompetisi.

Kira memilih lagu Tatitut yang dipopulerkan Poppy Capella dan Ayu Ting Ting untuk penampilannya di babak tersebut.

Dari penampilan itu, ia memperoleh dua standing ovation dan tiga bintang, jumlah yang sama dengan Clara, Bhita, serta Sahwan.

Sementara itu, Ikhwan mencatatkan perolehan tertinggi di grup tersebut dengan lima bintang.

Perbedaan perolehan apresiasi itu menjadi salah satu gambaran ketatnya persaingan, meskipun hasil akhir eliminasi tetap harus mengacu pada pengumuman resmi kompetisi.

Baca Juga :  Ndarboy dan Happy Asmara Bintangi Film Cidro Asmoro

Kesimpulan

Tersingkirnya Kira menutup perjalanannya di musim kedelapan D’Academy setelah melewati audisi, babak penyisihan, dan beberapa konser yang menentukan kelanjutan peserta.

Pengalamannya di Top 26 dan Top 21 juga memperlihatkan bahwa peserta dapat kembali bangkit setelah menghadapi ancaman eliminasi, selama masih memperoleh kesempatan melanjutkan kompetisi.

Namun, pencapaian hingga Top 15 belum menjamin kelolosan ke babak selanjutnya karena setiap fase menghadirkan persaingan baru dengan peserta yang semakin sedikit.

Bagi Kira, perjalanan di panggung tersebut menjadi bagian penting dari proses memperkenalkan kemampuan vokalnya kepada penonton yang lebih luas.

(FA/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *