indonetra.com – Pernah merasa sulit percaya pada pasangan, padahal ia tidak pernah berbuat salah?
Atau selalu curiga ketika teman menolak ajakan, lalu bertanya-tanya apakah ia sebenarnya sedang menghindar?
Perasaan seperti itu sering disebut orang dengan istilah trust issue, yang kini sering muncul di media sosial dan obrolan sehari-hari.
Artikel ini membahas arti trust issue, penyebabnya, contoh dalam kehidupan sehari-hari, serta cara menghadapinya agar hubungan tetap sehat.
Apa Arti Trust Issue?
Trust issue berasal dari bahasa Inggris dan secara harfiah berarti masalah kepercayaan.
Istilah ini dipakai untuk kondisi ketika seseorang sangat sulit mempercayai orang lain, termasuk pasangan, sahabat, keluarga, atau rekan kerja.
Orang dengan trust issue cenderung merasa akan dikecewakan, dikhianati, atau disakiti, bahkan ketika tidak ada alasan nyata untuk curiga.
Perlu dipahami bahwa trust issue bukan diagnosis medis tersendiri.
Para ahli menyebutnya sebagai gejala atau pola yang bisa muncul bersama kondisi lain, seperti gangguan kecemasan atau trauma.
Penyebab Trust Issue
Rasa sulit percaya biasanya tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk dari pengalaman yang meninggalkan luka.
- Pengkhianatan di masa lalu, misalnya diselingkuhi, dibohongi, atau ditinggalkan orang yang sangat dipercaya
- Pola asuh yang tidak konsisten, seperti janji orang tua yang sering diingkari
- Menyaksikan konflik orang tua yang berkaitan dengan kepercayaan, misalnya perselingkuhan
- Perundungan, pengucilan, atau pertemanan yang toksik
- Dimanfaatkan oleh orang yang selama ini dianggap dekat
- Kecemasan atau trauma emosional yang belum tertangani
Pengalaman-pengalaman itu menanamkan keyakinan bahwa percaya pada orang lain hanya akan berujung kecewa.
Ciri-ciri Orang dengan Trust Issue
- Mudah curiga tanpa bukti yang jelas
- Merasa perlu memeriksa atau memverifikasi ucapan orang lain
- Sulit terbuka dan menceritakan hal pribadi
- Cemburu berlebihan dalam hubungan
- Cenderung menguji kesetiaan orang lain
- Menjaga jarak agar tidak mudah dikecewakan
- Mengaitkan kesalahan kecil dengan luka lama
Contoh Trust Issue dalam Kehidupan Sehari-hari
Agar lebih mudah dibayangkan, berikut beberapa contoh situasi yang sering dikaitkan dengan trust issue.
| Situasi | Reaksi Orang dengan Trust Issue |
|---|---|
| Pasangan terlambat membalas pesan | Langsung berpikir ia sedang berbohong atau bersama orang lain |
| Teman menolak ajakan nongkrong | Menganggap ia mulai menjauh atau tidak peduli |
| Rekan kerja memuji hasil kerjanya | Curiga ada maksud tersembunyi di balik pujian |
| Pasangan bercerita soal teman lawan jenis | Cemburu berlebihan dan meminta bukti |
| Ada yang menawarkan bantuan | Menolak karena takut dimanfaatkan |
Contoh lain, seseorang yang pernah diselingkuhi bisa terus mengecek ponsel pasangan barunya, meski pasangannya selalu jujur.
Ada juga yang dulu dikhianati sahabat, lalu setelahnya selalu menyimpan rahasia dan tidak mau bercerita kepada teman baru.
Dampak Trust Issue pada Hubungan
Jika dibiarkan, rasa tidak percaya dapat memicu pertengkaran berulang dan perilaku posesif.
Lawan bicara bisa merasa dicurigai terus-menerus, sehingga hubungan terasa melelahkan.
Bagi orang yang mengalaminya, waspada terus-menerus juga menguras energi, memicu stres, dan membuat seseorang merasa kesepian karena enggan dekat dengan orang lain.
Cara Mengatasi Trust Issue
- Sadari dan akui bahwa kamu memiliki kesulitan percaya, bukan menyangkalnya
- Telusuri asal rasa itu, apakah dari masa lalu, masa kecil, atau hubungan tertentu
- Bedakan antara fakta yang terlihat dan asumsi yang muncul di kepala
- Komunikasikan perasaanmu dengan jujur kepada orang yang dipercaya
- Bangun kepercayaan secara bertahap, mulai dari hal kecil
- Belajar memaafkan masa lalu agar luka lama tidak terus memengaruhi hubungan baru
Jika perasaan ini mengganggu pekerjaan, hubungan, atau kesehatan, berkonsultasi dengan psikolog atau konselor adalah langkah yang tepat.
Salah satu pendekatan yang sering dipakai adalah terapi perilaku kognitif, yang membantu mengubah pola pikir yang terlalu curiga.
Trust Issue Tidak Sama dengan Kewaspadaan Wajar
Tidak semua rasa waspada berarti trust issue.
Berhati-hati terhadap orang yang jelas pernah berbohong atau melanggar janji adalah respons yang wajar dan sehat.
Trust issue baru menjadi masalah ketika kecurigaan muncul terus-menerus tanpa dasar yang jelas dan mengganggu hubungan.
Kesimpulan
Trust issue adalah kesulitan mempercayai orang lain yang umumnya berakar dari pengalaman buruk, seperti pengkhianatan, pola asuh yang tidak konsisten, atau trauma.
Dengan mengenali ciri-cirinya, memahami penyebabnya, dan berani mencari bantuan bila perlu, kepercayaan bisa dibangun kembali secara perlahan.
(YS/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), fokus pada penulisan artikel berbasis riset. Berpengalaman sebagai jurnalis freelance di berbagai media online, mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan penyajian informasi yang mudah dipahami.












