indonetra.com – Kendala BBM Damkar Manokwari memperlihatkan persoalan mendasar dalam kesiapan layanan darurat, terutama ketika warga membutuhkan bantuan cepat untuk mencegah api meluas dan melahap bangunan di sekitarnya.
Persoalan tersebut mencuat setelah kebakaran di kawasan Wosi, Kabupaten Manokwari, pada Minggu, 29 Maret 2026, ketika mobil pemadam kebakaran dilaporkan tidak datang ke lokasi karena ketiadaan bahan bakar minyak (BBM).
Kendala BBM Damkar Manokwari Hambat Penanganan Kebakaran
Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIT itu menghanguskan tiga rumah di Jalan Taman Ria, Rendani, dengan api yang diduga bermula dari korsleting listrik pada usaha laundry.
Api kemudian merambat ke rumah di sebelahnya yang hanya dipisahkan dinding, sehingga warga berupaya memadamkan kobaran api secara bergotong royong menggunakan peralatan seadanya.
Kepala Satpol PP Kabupaten Manokwari saat itu, Yusuf Kayukatui, membenarkan bahwa mobil pemadam tidak dapat dikerahkan karena tidak tersedia BBM untuk operasional kendaraan.
Ia juga menyebut persediaan BBM dan anggaran untuk kebutuhan air pemadam telah terkendala sejak Desember 2025, sedangkan pengemudi disebut tersedia.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kesiapan pemadam kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan petugas dan kendaraan, tetapi juga membutuhkan dukungan operasional yang tersedia setiap saat.
Keterbatasan Armada dan Air Memengaruhi Respons Damkar
Persoalan operasional tersebut bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi layanan pemadam kebakaran di Manokwari, sebab keterbatasan kendaraan dan pasokan air juga memengaruhi penanganan kebakaran.
Dalam laporan RRI pada April 2026, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Manokwari, Tobias Frederick Sorbu, menyebut hanya satu unit mobil pemadam yang masih beroperasi.
Armada lain dilaporkan sudah tidak layak digunakan karena faktor usia, sementara petugas juga menghadapi kendala ketika harus mencari sumber air setelah persediaan di kendaraan habis.
Pemerintah daerah dinilai perlu memastikan ketersediaan BBM, anggaran operasional, pasokan air, serta kendaraan yang layak agar petugas dapat merespons keadaan darurat dengan lebih cepat.
Kesiapan Damkar Penting untuk Keselamatan Warga
Kebakaran di kawasan permukiman dan pasar berisiko meluas karena bangunan yang berdekatan dapat mempercepat perambatan api, terutama ketika penanganan awal terlambat dilakukan.
Pengalaman kebakaran Pasar Wosi pada 6 Juni 2023 juga memperlihatkan besarnya dampak kebakaran, dengan delapan kios dan sepuluh rumah dilaporkan terbakar serta kerugian awal diperkirakan mencapai Rp20 miliar.
Dalam kejadian tersebut, petugas menghadapi kendala berupa kerumunan warga dan keterbatasan kendaraan penyuplai air, meskipun penyebab pasti kebakaran masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan.
Warga dapat membantu mengurangi risiko dengan memeriksa instalasi listrik, menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber api, serta memastikan akses kendaraan darurat tidak terhalang.
Namun, langkah pencegahan di tingkat masyarakat tetap perlu diimbangi layanan pemadam yang siap beroperasi, karena setiap keterlambatan dapat memperbesar risiko terhadap keselamatan jiwa dan harta benda.
(YS/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), fokus pada penulisan artikel berbasis riset. Berpengalaman sebagai jurnalis freelance di berbagai media online, mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan penyajian informasi yang mudah dipahami.












