Example floating
Example floating
DaerahZona Berita

Belasan Siswa SD di Medan Alami Mual dan Muntah Usai Konsumsi MBG

4
×

Belasan Siswa SD di Medan Alami Mual dan Muntah Usai Konsumsi MBG

Sebarkan artikel ini
Belasan Siswa SD di Medan Alami Mual dan Muntah Usai Konsumsi MBG
Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870 di Medan, Sumatera Utara, harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami mual dan muntah usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 9 Oktober 2026.

indonetra.com – Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870 di Medan, Sumatera Utara, harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami mual dan muntah usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Medan Timur tersebut memicu perhatian terhadap keamanan makanan yang dibagikan kepada siswa di sekolah, terutama karena penyebab pasti gangguan kesehatan itu masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Para siswa dibawa ke Rumah Sakit Imelda Medan untuk mendapatkan pertolongan setelah mengalami keluhan kesehatan seusai menyantap hidangan yang disediakan melalui program MBG.

Kondisi 17 Siswa SD di Medan Setelah Mendapat Perawatan

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, mengatakan bahwa para siswa mengalami gejala berupa mual dan muntah sehingga perlu segera diperiksa oleh tenaga medis.

Berdasarkan keterangan pemerintah kota pada Jumat sore, 11 dari 17 siswa telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan, sedangkan enam siswa lainnya masih menjalani observasi medis.

Pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi anak-anak tersebut membaik setelah mengalami gangguan kesehatan.

Baca Juga :  Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperluas Tim SAR

Pemerintah Kota Medan juga turun langsung ke rumah sakit untuk memastikan para siswa mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Erfin menegaskan bahwa penyebab kejadian tersebut belum dapat dipastikan saat pemeriksaan masih berlangsung, sehingga dugaan keracunan makanan tidak bisa langsung dianggap sebagai kesimpulan akhir.

SPPG Pemasok MBG Ditutup Sementara

Badan Gizi Nasional (BGN) melalui perwakilannya di Sumatera Utara menyatakan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke SD Negeri 060870 ditutup sementara setelah kejadian tersebut.

Penutupan sementara ini menjadi langkah yang diambil menyusul laporan sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap hidangan MBG.

Menu yang dilaporkan dibagikan kepada siswa terdiri atas nasi putih, telur semur, susu, tauco kacang panjang dan terong hijau, serta buah salak.

Meski susu ikut menjadi perhatian dalam sejumlah laporan, belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan bahan makanan tertentu sebagai penyebab keluhan para siswa.

Karena itu, penetapan penyebab kejadian perlu menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak berwenang, bukan hanya berdasarkan dugaan yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga :  The Weeknd Bikin Kejutan di Konser Jakarta Hari Kedua

Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Medan Masih Diselidiki

Keluhan yang muncul setelah siswa mengonsumsi makanan yang sama menjadi alasan penting bagi petugas untuk menelusuri kemungkinan keterkaitan antara hidangan dan gangguan kesehatan tersebut.

Namun, hubungan waktu antara konsumsi makanan dan munculnya gejala belum cukup untuk membuktikan bahwa seluruh keluhan disebabkan oleh keracunan pangan.

Pemeriksaan perlu mempertimbangkan kondisi makanan, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, serta kemungkinan faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan siswa.

Penelusuran tersebut juga diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat masalah pada bahan pangan, kebersihan peralatan, atau tahapan penyajian makanan kepada penerima manfaat.

Hasil investigasi menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk evaluasi prosedur operasional SPPG agar kejadian serupa dapat dicegah.

Keamanan Pangan Menjadi Perhatian dalam Program MBG

Program Makanan Bergizi Gratis dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, termasuk anak-anak sekolah, sehingga keamanan hidangan menjadi bagian penting dari pelaksanaannya.

Makanan yang memenuhi kebutuhan gizi tetap harus diproses, disimpan, dan didistribusikan dengan memperhatikan standar keamanan pangan agar layak dikonsumsi.

Baca Juga :  2027, Bansos Warga Bakal Disalurkan Lewat Rekening

Pengawasan perlu dilakukan secara konsisten sejak pemilihan bahan baku hingga makanan diterima siswa, terutama pada produk yang memerlukan penanganan penyimpanan khusus.

Ketika muncul laporan gangguan kesehatan, respons cepat dari sekolah, tenaga medis, pemerintah daerah, dan pengelola layanan makanan diperlukan untuk melindungi siswa sekaligus menelusuri sumber masalah.

Kejadian di SD Negeri 060870 Medan menjadi pengingat bahwa keberhasilan program pemenuhan gizi tidak hanya bergantung pada distribusi makanan, tetapi juga pada pengawasan mutu dan keamanan pangan.

Informasi mengenai penyebab pasti kasus ini masih menunggu hasil pemeriksaan, sementara kondisi para siswa yang terdampak dan evaluasi terhadap penyedia makanan menjadi perhatian utama.

(YS/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tag:
Penulis: Yulia SaraswatiEditor: Yulia Saraswati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *