Example floating
Example floating
DaerahZona Berita

Karhutla Rinjani Meluas, Pendaki dari Senaru dan Torean Dialihkan

1
×

Karhutla Rinjani Meluas, Pendaki dari Senaru dan Torean Dialihkan

Sebarkan artikel ini
Karhutla Rinjani Meluas, Pendaki dari Senaru dan Torean Dialihkan
Karhutla Rinjani Meluas, Pendaki dari Senaru dan Torean Dialihkan

indonetra.com – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, terus meluas.

Luas area yang terdampak kebakaran kini diperkirakan mencapai 1.098,75 hektare.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani atau TNGR menyebut angka tersebut masih merupakan estimasi sementara dan dapat berubah berdasarkan hasil pemantauan lapangan.

Api Masih Terpantau di Puncak Sangkareang

Kebakaran yang terdeteksi sejak 22 September 2026 tersebut sebelumnya terjadi di kawasan Bukit Setampol.

Api kemudian merembet ke sejumlah kawasan di sekitar jalur pendakian, termasuk wilayah Puncak Sangkareang.

Sejumlah sektor telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Namun, api masih terpantau di lereng utara Puncak Sangkareang yang berada di jalur pendakian melalui Senaru.

Proses pemadaman dan pemantauan masih dilakukan untuk mencegah api kembali meluas.

Pendaki Dialihkan ke Jalur Sembalun

Dampak kebakaran juga membuat pengelola melakukan penyesuaian terhadap jalur keluar pendaki.

Baca Juga :  Bupati Gowa Jadi Tersangka, Diduga Minta Rp85 Juta Tiap Minimarket

Pendaki yang masih berada di jalur dan sebelumnya memilih Senaru atau Torean sebagai pintu keluar diarahkan untuk turun melalui jalur Sembalun.

Pengalihan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pengunjung selama kondisi kebakaran masih berlangsung.

Jalur pendakian Torean juga masih ditutup akibat kebakaran yang terjadi di kawasan TNGR.

Angin dan Kondisi Vegetasi Jadi Kendala

Upaya pemadaman menghadapi kondisi medan yang tidak mudah.

Angin yang bertiup kencang dapat membuat api bergerak dan meluas dengan cepat.

Vegetasi berupa savana, semak, rumput, serta material organik di kawasan pegunungan juga berada dalam kondisi kering sehingga mudah terbakar.

Lokasi kebakaran yang berada di medan pegunungan, terjal, dan sulit dijangkau turut menyulitkan mobilisasi personel, peralatan, serta logistik.

Balai TNGR mengerahkan sekitar 90 personel dan tenaga pendukung dalam penanganan kebakaran.

Baca Juga :  Gempa Maluku Tidak Berpotensi Tsunami, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada

Peralatan yang digunakan antara lain alat pemadam manual, drone, perangkat komunikasi, kendaraan, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Pemantauan dan Pemadaman Masih Berlanjut

Tim gabungan tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga memantau sejumlah sektor yang masih berpotensi memiliki titik api.

Area yang sebelumnya berhasil dipadamkan tetap diperiksa untuk memastikan tidak terdapat bara atau sisa api yang dapat memicu kebakaran kembali.

Luas area terdampak juga masih dapat berubah karena Balai TNGR terus melakukan pemantauan dan pendataan.

Dengan masih adanya titik api di lereng utara Puncak Sangkareang, penanganan karhutla di kawasan Gunung Rinjani masih berlangsung.

(YS/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *