indonetra.com – Keputusan Ruben Onsu mengadopsi Thayaka Putra Onsu berawal dari pertemuan yang tidak direncanakan, kemudian berkembang menjadi ikatan emosional dan perenungan spiritual setelah menjalani ibadah umrah.
Kisah tersebut disampaikan Ruben melalui kanal YouTube pribadinya, Just Ruben, dan menjadi perhatian setelah publik melihat kebersamaannya dengan bayi laki-laki tersebut.
Dalam penuturannya, keputusan itu tidak muncul hanya karena satu kejadian, melainkan melalui beberapa pengalaman yang membuatnya semakin yakin untuk memberikan tempat bagi Thayaka di dalam keluarganya.
Ruben Onsu Mengenal Thayaka Saat Membutuhkan Pertolongan
Awal pertemuan Ruben dengan Thayaka terjadi ketika ia berbincang dengan aktivis sosial Melanie Subono mengenai rencana pekerjaan.
Di tengah pembicaraan tersebut, Melanie menerima kabar dari timnya tentang seorang bayi yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan pertolongan segera.
Menurut cerita Ruben, bayi itu berada di dalam kardus dan dikerumuni semut, sehingga ia meminta agar bayi tersebut segera dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.
Thayaka kemudian menjalani perawatan hingga kondisinya membaik, sementara Ruben mulai mengenalnya selama proses penanganan tersebut berlangsung.
Salah satu momen yang membekas bagi Ruben adalah ketika pertama kali menggendong bayi itu dan menyadari bahwa warna pakaian mereka sama.
Ia juga mengingat respons Thayaka ketika diajak berinteraksi melalui panggilan video, termasuk saat dirinya menyapa bayi tersebut dengan panggilan sederhana.
Pengalaman-pengalaman itu membuat Ruben merasa memiliki kedekatan dengan Thayaka, meski ia tidak langsung mengambil keputusan untuk mengadopsinya.
Renungan Setelah Umrah Memantapkan Keputusan Ruben
Ruben mengungkapkan bahwa pengalaman menjalankan ibadah umrah turut memengaruhi cara pandangnya terhadap keputusan mengadopsi Thayaka.
Saat berada di Masjid Nabawi, Madinah, ia mengikuti kajian yang membahas doa anak untuk orang tua setelah meninggal dunia.
Materi kajian tersebut membuat Ruben merenungkan kehidupan setelah kematian dan hubungan spiritual antara orang tua dengan anak-anaknya.
Dalam penuturannya, Ruben menyadari bahwa kedua putri kandungnya, Thalia dan Thania, memiliki keyakinan yang berbeda dengannya.
Kesadaran tersebut menjadi bagian dari perenungannya, tetapi tidak tepat jika seluruh keputusan adopsi dipahami hanya dari persoalan perbedaan keyakinan tersebut.
Ruben juga menceritakan bahwa ia membawa keinginannya itu dalam doa dan kembali menjalankan salat malam untuk memantapkan hati.
Ia berharap niat mengadopsi Thayaka mendapatkan jalan apabila memang merupakan keputusan terbaik, serta memohon agar prosesnya dipermudah.
Makna Nama Thayaka Putra Onsu bagi Ruben
Setelah memutuskan mengadopsi bayi tersebut, Ruben memberinya nama Thayaka Putra Onsu sebagai anggota baru keluarganya.
Ruben menjelaskan bahwa nama Thayaka tidak memiliki makna khusus yang rumit, karena ia ingin bunyinya selaras dengan nama kedua putrinya, Thalia dan Thania.
Nama itu sekaligus memperlihatkan pilihan pribadi Ruben dalam menyambut anak tersebut, tanpa perlu menambahkan tafsir yang tidak pernah ia sampaikan.
Kisah adopsi Thayaka memperlihatkan perjalanan dari sebuah perjumpaan tak terduga menuju keputusan keluarga yang dipertimbangkan secara pribadi dan spiritual.
Bagi pembaca, hal yang paling penting dari cerita Ruben bukan sekadar alasan yang menarik perhatian publik, melainkan komitmen dan tanggung jawab yang menyertai keputusan mengasuh seorang anak.
(FA/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Penulis yang fokus pada dunia Showbiz & Entertainment, menghadirkan berita selebritas, film, musik, drama, dan tren hiburan terkini dengan informasi yang akurat, menarik, dan mudah dipahami.












