indonetra.com – Kebakaran Gunung Arjuno-Welirang kembali menjadi perhatian setelah api muncul di beberapa titik kawasan hutan Jawa Timur pada pertengahan Oktober 2026, mendorong pengelola menutup jalur pendakian demi keselamatan pengunjung.
Kobaran api dilaporkan terlihat dari sekitar Gerbang Tol Malang pada Jumat (16/10/2026) malam, sementara petugas gabungan masih berupaya mengendalikan kebakaran di lereng gunung.
Tiga Titik Kebakaran Terdeteksi di Kawasan Arjuno
Salah satu lokasi kebakaran berada di Blok Gumandar, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, dengan ketinggian sekitar 2.100 meter di atas permukaan laut.
Kepala Resort 03 Pasuruan Tahura Raden Soerjo, Dhimas Caraka, menyebut api di lokasi tersebut mulai muncul sejak Kamis (15/10) sore dan masih berkobar pada Jumat malam.
Kebakaran juga dilaporkan terjadi di kawasan Gunung Ringgit, wilayah Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, yang berada di bawah pengelolaan Perhutani pada ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut.
Titik api lainnya terpantau di Bukit Nogo, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, sehingga penanganan membutuhkan dukungan petugas dan relawan di sejumlah lokasi berbeda.
Untuk menangani kebakaran, petugas Tahura bersama relawan melakukan pemadaman melalui jalur darat, sedangkan relawan pemadam kebakaran Jatiarjo turut bergerak menuju Bukit Nogo.
Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup Sementara
Pengelola Tahura Raden Soerjo menutup sementara seluruh jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang mulai Sabtu (17/10/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor 500.4.6.10/1886/123.7.2/2026 dan ditujukan untuk mendukung pemadaman sekaligus mengurangi risiko keselamatan pendaki.
Penutupan berlaku di seluruh akses pendakian, sehingga calon pengunjung perlu menunda perjalanan sampai pengelola mengumumkan pembukaan kembali secara resmi.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa jadwal pendakian perlu menyesuaikan situasi lapangan, terutama ketika kebakaran masih berlangsung dan petugas membutuhkan akses untuk menangani titik api.
Informasi mengenai dampak kebakaran di kawasan pegunungan lain juga dapat dibaca melalui artikel Kebakaran Gunung Rinjani Padam, Pemulihan Mulai Dilakukan dan Wisata Bromo Ditutup Total, Ini Penyebabnya.
Keselamatan Menjadi Prioritas Selama Pemadaman
Calon pendaki sebaiknya memeriksa pengumuman resmi Tahura Raden Soerjo sebelum berangkat dan tidak memasuki jalur yang masih ditutup, meskipun kondisi di sekitar pintu masuk terlihat aman.
Hingga informasi terakhir pada 17 Oktober 2026, penutupan masih diberlakukan tanpa batas waktu yang ditentukan, sedangkan perkembangan pemadaman menjadi pertimbangan penting sebelum aktivitas pendakian dibuka kembali.
(YS/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), fokus pada penulisan artikel berbasis riset. Berpengalaman sebagai jurnalis freelance di berbagai media online, mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan penyajian informasi yang mudah dipahami.












