Example floating
Example floating
DaerahZona Berita

Kontak Tembak di Maybrat, Tiga Anggota OPM Dilaporkan Tewas

5
×

Kontak Tembak di Maybrat, Tiga Anggota OPM Dilaporkan Tewas

Sebarkan artikel ini
Kontak Tembak di Maybrat, Tiga Anggota OPM Dilaporkan Tewas
Kontak tembak Maybrat menewaskan tiga orang yang diduga anggota OPM, termasuk Manfret Fatem, menurut laporan Koops TNI Habema. (foto ilustrasi)

indonetra.com – Kontak tembak Maybrat pada Jumat, 9 Oktober 2026, menewaskan tiga orang yang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), menurut laporan Komando Operasi TNI Habema, dengan salah satu korban diidentifikasi sebagai Manfret Fatem, Komandan Operasi Kodap IV/Sorong Raya.

Peristiwa tersebut berlangsung di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, ketika personel gabungan TNI menjalankan operasi pengamanan wilayah.

Insiden ini menjadi perhatian karena salah satu korban disebut memiliki posisi komando dalam kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Sorong Raya.

Kronologi Kontak Tembak di Maybrat

Berdasarkan keterangan Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Riyanto yang diberitakan ANTARA, bentrokan melibatkan Tim Patroli Gabungan Denkul 4/Satgas Rajawali V bersama Satgas Yonif 9 Marinir.

Personel gabungan berhadapan dengan kelompok yang oleh TNI diidentifikasi sebagai OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfret Fatem.

Baca Juga :  Kondisi Terbaru Dede Sunandar Usai Blackout Dipukul Vicky Prasetyo

Koops TNI Habema melaporkan tiga orang dari kelompok tersebut meninggal dunia dalam kejadian itu, sementara tidak ada personel TNI yang dilaporkan menjadi korban.

Informasi mengenai jumlah korban dan identitas mereka berasal dari keterangan pihak militer, sehingga perkembangan hasil pemeriksaan tetap penting untuk mengikuti laporan secara akurat.

Siapa Manfret Fatem yang Dilaporkan Tewas?

Manfret Fatem disebut menjabat Komandan Operasi OPM Kodap IV/Sorong Raya, berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang disampaikan Koops TNI Habema.

Jabatan tersebut menempatkannya dalam struktur operasional kelompok yang menjadi sasaran operasi gabungan di Maybrat.

Dua korban lainnya disebut bernama Yesias Fatem dan Antonius Assem, yang juga dikenal dengan nama Anton Fatem.

Namun, berdasarkan keterangan yang dipublikasikan pada 11 Oktober 2026, aparat masih memverifikasi identitas kedua korban serta dugaan keterlibatan mereka dalam struktur kelompok tersebut.

Karena proses verifikasi masih berlangsung, informasi mengenai jabatan maupun identitas kedua orang itu perlu dipahami sebagai keterangan awal, bukan hasil pemeriksaan final yang telah diumumkan.

Baca Juga :  Asap Karhutla dan Risiko Gangguan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Barang Bukti yang Diamankan Aparat

Setelah kontak tembak, personel gabungan mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di lokasi kejadian untuk mendukung penanganan operasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Barang bukti yang dilaporkan meliputi satu pucuk senjata api jenis AK-101, 30 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, amunisi kaliber 9 milimeter, serta dua telepon seluler.

Aparat juga menyebut menemukan atribut kelompok OPM, bendera Bintang Kejora, satu dokumen yang berkaitan dengan OPM, dan perlengkapan lainnya.

Temuan tersebut merupakan bagian dari keterangan resmi Koops TNI Habema yang disampaikan melalui pemberitaan ANTARA, bukan hasil pemeriksaan independen terhadap seluruh barang bukti.

Situasi Keamanan dan Langkah Berikutnya

Menurut Koops TNI Habema, pengamanan di sekitar lokasi dilanjutkan untuk memantau situasi dan mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan susulan.

TNI menyatakan operasi dilaksanakan secara terukur dan profesional sesuai ketentuan hukum serta aturan pelibatan yang berlaku.

Baca Juga :  Bupati Gowa Jadi Tersangka, Diduga Minta Rp85 Juta Tiap Minimarket

Komando operasi tersebut juga menyampaikan bahwa pendekatan keamanan akan disertai dialog, pembinaan teritorial, serta kerja sama dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

Upaya menjaga keamanan di Maybrat berkaitan langsung dengan aktivitas warga, termasuk akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi sehari-hari.

Perkembangan setelah kontak tembak ini masih perlu dicermati, terutama terkait kepastian identitas kedua korban lainnya dan kondisi keamanan masyarakat di sekitar Distrik Aifat Timur.

(YS/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *