indonetra.com – Antrean kendaraan logistik menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, masih mengular hingga sekitar 17 kilometer pada Selasa, 29 September 2026.
Kepadatan tersebut terjadi di jalur Banyuwangi-Situbondo menuju pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Kondisi ini merupakan dampak dari kepadatan kendaraan yang terjadi setelah aksi blokade sopir truk pada akhir pekan lalu serta adanya pekerjaan perbaikan dermaga.
Antrean Truk Masih Mengular
Metro TV melaporkan antrean kendaraan angkutan barang mencapai sekitar 17 kilometer pada Selasa pagi.
Sebelumnya, antrean bahkan dilaporkan mencapai sekitar 18 kilometer hingga kawasan Pasar Wongsorejo pada Senin pagi.
Meski aksi protes sopir truk telah berakhir dan akses keluar masuk pelabuhan kembali dibuka, sisa kepadatan membutuhkan waktu untuk diurai.
PT ASDP Indonesia Ferry menyebut akumulasi kendaraan logistik menjadi salah satu faktor yang membuat proses pemulihan tidak dapat berlangsung secara instan.
Karakteristik kendaraan yang beragam, termasuk kendaraan yang terindikasi membawa muatan atau memiliki dimensi melebihi ketentuan, juga memengaruhi pengaturan kendaraan saat akan masuk kapal.
ASDP Percepat Pengangkutan Kendaraan
ASDP melakukan sejumlah langkah untuk mempercepat penguraian antrean di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Salah satunya dengan mengoptimalkan proses pengangkutan kendaraan melalui dermaga Landing Craft Machine atau LCM.
ASDP juga mengoperasikan kapal secara optimal dengan menyesuaikan pengaturan berdasarkan kondisi dermaga, kapasitas kapal, karakteristik kendaraan dan keselamatan pelayaran.
Pada laporan sebelumnya, ASDP menyebut 25 kapal dioperasikan secara penuh dan non-stop untuk membantu mempercepat pemulihan arus kendaraan.
Dalam perkembangan lain, ASDP menyampaikan 26 kapal sempat dioperasikan untuk mendukung percepatan penguraian antrean di kedua sisi lintasan.
Pengaturan tersebut mencakup sejumlah dermaga reguler dan LCM di Ketapang maupun Gilimanuk.
Perbaikan Dermaga Turut Memengaruhi Kepadatan
Selain dampak blokade sopir truk, kepadatan juga dipengaruhi oleh pekerjaan perbaikan pada fasilitas penyeberangan di Ketapang dan Gilimanuk.
Kondisi tersebut membuat kapasitas pelayanan perlu disesuaikan dengan kesiapan dermaga dan kapal yang dapat beroperasi.
ASDP menyatakan pola operasi dapat dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi antrean, kesiapan dermaga, kapasitas kapal, cuaca, kondisi perairan dan aspek keselamatan.
Sementara itu, petugas kepolisian juga melakukan pengaturan serta rekayasa lalu lintas untuk mencegah penumpukan kendaraan semakin meluas di jalur menuju pelabuhan.
Pengguna jasa yang hendak melintasi Pelabuhan Ketapang perlu mengikuti arahan petugas di lapangan karena kondisi antrean dapat berubah sesuai pergerakan kendaraan dan operasional penyeberangan.
Perkembangan antrean juga perlu diperhatikan oleh pelaku distribusi logistik karena lintasan Ketapang-Gilimanuk merupakan salah satu jalur utama penghubung transportasi barang antara Jawa dan Bali.
(YS/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), fokus pada penulisan artikel berbasis riset. Berpengalaman sebagai jurnalis freelance di berbagai media online, mengedepankan akurasi, kredibilitas, dan penyajian informasi yang mudah dipahami.












