Example floating
Example floating
DaerahZona Berita

BMKG Luruskan Isu Potensi Megathrust di Tolitoli dan Buol

5
×

BMKG Luruskan Isu Potensi Megathrust di Tolitoli dan Buol

Sebarkan artikel ini
BMKG Luruskan Isu Potensi Megathrust di Tolitoli dan Buol
BMKG Luruskan Isu Potensi Megathrust di Tolitoli dan Buol

indonetra.com – BMKG meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai potensi gempa megathrust di wilayah Kabupaten Tolitoli dan Buol, Sulawesi Tengah.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu sekaligus Koordinator UPT BMKG Provinsi Sulawesi Tengah, Djati Cipto Kuncoro, menegaskan bahwa informasi tersebut bukan merupakan prediksi mengenai kapan gempa akan terjadi.

Menurut Djati, penyampaian informasi mengenai potensi megathrust merupakan bagian dari edukasi kebencanaan dan upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

BMKG tidak bermaksud menakut-nakuti masyarakat melalui informasi tersebut.

“Yang disampaikan oleh BMKG itu bukanlah suatu prediksi atau perkiraan, tetapi itu adalah potensi,” kata Djati kepada media, Senin (21/9/2026).

Potensi Gempa Tidak Menentukan Waktu dan Kekuatan

Djati menjelaskan bahwa potensi gempa tidak dapat digunakan untuk menentukan secara pasti kapan sebuah gempa akan terjadi, di mana lokasi kejadiannya, maupun seberapa besar kekuatannya.

Baca Juga :  Identitas 6 Penumpang KM Virgo yang Meninggal Masih Diverifikasi Tim DVI

“Yang namanya potensi itu kita tidak pernah tahu kapan akan terjadi, tempat atau lokasinya, dan kekuatannya,” ujarnya.

Dengan demikian, informasi mengenai potensi megathrust perlu dipahami sebagai bagian dari pengetahuan mengenai kondisi kegempaan, bukan sebagai pemberitahuan bahwa gempa besar akan segera terjadi di Tolitoli atau Buol.

Kajian mengenai potensi gempa dilakukan melalui Pusat Gempa Nasional (Pusgen) dengan melibatkan BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta sejumlah lembaga pendidikan.

Hasil kajian tersebut kemudian diperbarui pada 2024.

Catatan Kegempaan Sulawesi Tengah

Berdasarkan kajian tersebut, terdapat sekitar 46 sesar di Sulawesi Tengah. Sebagian sesar tersebut merupakan sesar aktif, sedangkan sebagian lainnya tidak aktif.

Di tingkat nasional, BMKG memetakan 14 segmen atau zona megathrust di Indonesia.

Dari zona-zona tersebut, terdapat tiga yang saat ini menjadi perhatian karena telah lama belum melepaskan energi besar, yakni Megathrust Sunda, Mentawai-Siberut, dan Sumba.

Baca Juga :  Update BMKG, Prakiraan Cuaca Manokwari Hari Ini

Sementara untuk Sulawesi Tengah, Djati mengingatkan adanya catatan aktivitas gempa besar yang pernah terjadi. Ia menyebut gempa yang terjadi pada 2018 telah melepaskan energi di wilayah tersebut.

“Untuk Sulawesi Tengah sendiri itu sepertinya di tahun 2018 sudah mengeluarkan energinya,” kata Djati.

BMKG Ingatkan Pentingnya Kesiapsiagaan

Meski informasi potensi gempa tidak dapat menentukan waktu terjadinya gempa, masyarakat tetap diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

Djati mengingatkan bahwa gempa bumi merupakan fenomena alam yang dapat terjadi sehingga masyarakat perlu memahami langkah mitigasi bencana.

Menurut dia, masyarakat tidak cukup hanya berdoa, tetapi juga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi terjadi.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat meminimalkan dampak serta mengurangi kepanikan ketika menghadapi gempa.

Djati juga mengajak masyarakat mempelajari informasi kebencanaan yang disampaikan BMKG dan sumber resmi lainnya.

Baca Juga :  BMKG: Sebaran Abu Anak Krakatau Capai Jakarta

Ia berharap masyarakat Indonesia, khususnya warga Sulawesi Tengah termasuk Palu, Tolitoli, dan Buol, senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari bencana gempa bumi besar.

(YS/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *