indonetra.com – POCO X8 menawarkan baterai jumbo 8.340 mAh, layar AMOLED 120Hz, dan perlindungan air berstandar IP69K, tetapi smartphone ini masih memiliki sejumlah kekurangan yang perlu diperhatikan sebelum dibeli.
Dibanderol Rp5.699.000 untuk konfigurasi RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB, perangkat ini menghadirkan beberapa kompromi pada sektor kamera, performa, desain, hingga konektivitas.
Berdasarkan analisis tim Indonetra.com terhadap spesifikasi yang tersedia dan hasil pengujian media teknologi independen, terdapat tujuh kekurangan POCO X8 yang layak menjadi pertimbangan calon pembeli.
7 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli POCO X8
1. Tidak memiliki kamera ultrawide
POCO X8 hanya dibekali kamera utama 50 MP dengan OIS dan sensor depth 2 MP, tanpa kamera ultrawide untuk mengambil gambar dengan sudut pandang lebih luas.
Keterbatasan ini cukup terasa ketika pengguna ingin memotret pemandangan, bangunan, atau foto kelompok dalam ruang terbatas.
2. Kemampuan perekaman video masih terbatas
Kamera POCO X8 mendukung perekaman maksimal 1080p pada 30fps, sehingga belum menyediakan pilihan video 4K maupun 60fps.
Bagi pengguna yang sering membuat konten video, keterbatasan tersebut bisa menjadi pertimbangan karena pilihan resolusi dan kelancaran rekaman belum terlalu fleksibel.
3. Performa gaming bukan yang terbaik di kelasnya
Snapdragon 6s Gen 4 memang cukup untuk aktivitas harian dan menjalankan berbagai aplikasi, tetapi bukan chipset yang berorientasi pada performa gaming kelas atas.
Sejumlah pengujian independen mencatat adanya penurunan frame rate ketika menjalankan game tertentu pada kondisi permainan yang lebih intensif.
4. Bobot ponsel tergolong berat
POCO X8 memiliki bobot sekitar 223 gram dengan ketebalan 8,6 mm, sehingga mungkin terasa kurang nyaman bagi pengguna yang terbiasa memakai smartphone ringan.
Kapasitas baterai 8.340 mAh memang menjadi keunggulan, tetapi ukuran dan bobot perangkat merupakan konsekuensi yang perlu diterima pengguna.
5. Belum mendukung Wi-Fi 6
POCO X8 masih menggunakan Wi-Fi 5 dan Bluetooth 5.1, sehingga belum menawarkan dukungan standar konektivitas nirkabel generasi lebih baru.
Kekurangan ini mungkin tidak terlalu terasa dalam penggunaan biasa, tetapi menjadi catatan bagi pengguna yang sudah menggunakan jaringan Wi-Fi 6 di rumah atau kantor.
6. Tidak tersedia slot microSD
Penyimpanan internal 256 GB memang cukup besar untuk kebutuhan banyak pengguna, tetapi kapasitasnya tidak dapat diperluas menggunakan kartu memori eksternal.
Pengguna yang sering menyimpan video berukuran besar, foto, dan aplikasi perlu mengelola ruang penyimpanan dengan lebih cermat.
7. HyperOS masih memiliki aplikasi bawaan dan iklan
Penggunaan Xiaomi HyperOS 3 menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan karena antarmukanya dapat menyertakan aplikasi bawaan dan rekomendasi konten promosi, sehingga saat membuka aplikasi mungkin akan muncul iklan.
Bagi pengguna yang menyukai sistem operasi bersih dan minim gangguan, kondisi tersebut mungkin mengurangi kenyamanan selama menggunakan perangkat.
Berikut rangkuman tujuh kekurangan POCO X8 berdasarkan analisis tim Indonetra.com.
| No. | Aspek | Kekurangan |
|---|---|---|
| 1 | Kamera | Tidak memiliki ultrawide |
| 2 | Video | Maksimal 1080p 30fps |
| 3 | Performa | Bukan chipset gaming kelas atas |
| 4 | Desain | Bobot sekitar 223 gram |
| 5 | Konektivitas | Masih Wi-Fi 5 dan Bluetooth 5.1 |
| 6 | Penyimpanan | Tidak tersedia slot microSD |
| 7 | Perangkat lunak | Aplikasi bawaan dan rekomendasi iklan |
Meski memiliki sejumlah keterbatasan, POCO X8 tetap menawarkan keunggulan berupa baterai berkapasitas besar, layar AMOLED berkualitas, dan perlindungan terhadap air serta debu.
Menurut analisis tim Indonetra.com, tujuh kekurangan tersebut tidak otomatis membuat perangkat ini buruk, tetapi perlu dipertimbangkan agar konsumen tidak hanya terpikat oleh spesifikasi unggulannya.
(IA/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.
Penulis yang fokus pada dunia teknologi dengan minat pada gadget, aplikasi, AI, dan perkembangan digital. Menghadirkan konten informatif, terpercaya, dan mudah dipahami untuk membantu pembaca mengikuti perkembangan teknologi terkini.












