indonetra.com – Biodata Bryan Domani menarik ditelusuri karena perjalanan aktor kelahiran Jerman ini menunjukkan perkembangan karier dari penyanyi cilik hingga pemeran utama berbagai film Indonesia yang dikenal penonton.
Nama Bryan semakin sering diperbincangkan berkat perannya dalam film drama romantis, horor, hingga kisah keluarga yang menyentuh emosi penonton.
Di balik popularitasnya, ia memiliki perjalanan panjang di industri hiburan yang dimulai sejak usia muda bersama grup musik Super7.
Biodata Bryan Domani Lengkap
Bryan Elmi Domani lahir di München, Jerman, pada 29 Juli 2000 dan merupakan kakak dari aktris Megan Domani.
Ia memiliki latar belakang keluarga Indonesia-Jerman dan tumbuh dengan pengalaman berpindah lingkungan sebelum meniti karier di Indonesia.
Berikut ringkasan informasi pribadi Bryan Domani berdasarkan profil yang tersedia untuk publik.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama lengkap | Bryan Elmi Domani |
| Nama panggung | Bryan Domani |
| Tempat lahir | München, Jerman |
| Tanggal lahir | 29 Juli 2000 |
| Umur | 26 tahun per Oktober 2026 |
| Orang tua | Jurgen Domani dan Ade Domani |
| Saudara | Megan Domani |
| Profesi | Aktor, penyanyi, dan model |
| Agama | Islam, berdasarkan informasi biografi yang dipublikasikan |
| Zodiak | Leo |
Data tinggi badan yang pernah dicantumkan sejumlah profil hiburan adalah 173 cm, tetapi informasi tersebut belum tentu mencerminkan pengukuran terbaru.
Perjalanan Karier Bryan Domani dari Super7 ke Layar Lebar
Karier Bryan bermula ketika ia bergabung dengan Super7 pada 2011, grup musik anak-anak yang memperkenalkannya kepada penonton Indonesia.
Bersama grup tersebut, ia terlibat dalam kegiatan musik dan proyek hiburan sebelum memutuskan keluar pada 2014 untuk mengembangkan jalur kariernya sendiri.
Setelah itu, Bryan memperluas kiprahnya melalui sinetron dan film, termasuk Bastian Steel Bukan Cowok Biasa serta Suka Suka Super Seven: Habis Gelap Menuju Terang.
Pengalamannya di berbagai proyek membuat ia semakin dikenal melalui karakter yang berbeda, bukan hanya sebagai mantan anggota grup musik.
Namanya juga tercatat dalam film Bumi Manusia (2019), Merindu Cahaya de Amstel (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), dan 172 Days (2023).
Dalam 172 Days, Bryan memerankan Ameer Azzikra, sedangkan film Galaksi memperlihatkannya dalam kisah remaja yang dekat dengan penonton muda.
Film Bryan Domani yang Patut Dikenali
Filmografi Bryan memperlihatkan bahwa ia tidak terpaku pada satu jenis cerita, melainkan menjajal drama romantis, horor, komedi, dan film keluarga.
| Judul film | Tahun | Peran |
|---|---|---|
| Bumi Manusia | 2019 | Peran pendukung |
| Merindu Cahaya de Amstel | 2022 | Pemeran utama |
| Miracle in Cell No. 7 | 2022 | Asrul dalam versi Indonesia |
| 172 Days | 2023 | Ameer Azzikra |
| Ketika Berhenti di Sini | 2023 | Pemeran utama |
| Temurun | 2024 | Sena |
| Tak Ingin Usai di Sini | 2025 | Kawidra atau K |
| Patah Hati yang Kupilih | 2025 | Ben |
| Para Perasuk | 2026 | Ananto |
Daftar tersebut memperlihatkan perkembangan peran Bryan dari drama romantis hingga cerita dengan konflik psikologis dan keluarga.
Terbaru, Bryan membintangi film dengan genre Horor berjudul Zona Merah yang akan tayang di bioskop pada Januari 2027 mendatang.
Informasi filmografi dapat berubah seiring pengumuman proyek baru, sehingga tahun tayang dan status produksi perlu dibedakan ketika membahas karya yang belum dirilis secara luas.
Perjalanan Bryan Domani menjadi contoh bagaimana pengalaman sejak usia muda dapat membuka jalan menuju peran yang semakin beragam di industri perfilman Indonesia.
(FA/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Penulis yang fokus pada dunia Showbiz & Entertainment, menghadirkan berita selebritas, film, musik, drama, dan tren hiburan terkini dengan informasi yang akurat, menarik, dan mudah dipahami.












