Example floating
Example floating
showbiz

Sinopsis Film Lobang Buaya, Teror 309 Hari Sebelum G30S

17
×

Sinopsis Film Lobang Buaya, Teror 309 Hari Sebelum G30S

Sebarkan artikel ini
Sinopsis Film Lobang Buaya, Teror 309 Hari Sebelum G30S
Sinopsis Film Lobang Buaya, Teror 309 Hari Sebelum G30S

indonetra.com – Satu tahun sebelum salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah bangsa meletus, sebuah desa kecil justru lebih dulu diguncang teror pembunuhan yang tak kalah mencekam.

Sutradara kawakan Hanung Bramantyo kembali menghadirkan karya yang memadukan horor, misteri kriminal, dan fiksi sejarah dalam balutan cerita yang penuh teka-teki.

Mengenal Film Lobang Buaya

Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah merupakan film horor thriller garapan sutradara Hanung Bramantyo, yang menulis naskahnya bersama Haqi Achmad.

Film produksi Adhya Pictures bersama Dapur Film ini resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Sebelumnya, film ini telah lebih dulu diputar perdana di ajang International Film Festival Rotterdam pada 3 Februari 2026 dalam seksi Harbour.

Hanung menegaskan bahwa film ini bukan menceritakan peristiwa 30 September 1965 maupun tragedi di Sumur Lubang Buaya secara langsung.

“Ini bukan film tentang 30 September atau G30S/PKI, tapi 309 hari sebelum 30 September. Film ini menceritakan peristiwa yang ada di Sumur Lubang Buaya, tapi kejadian pada satu desa bernama Lobang Buaya,” jelasnya saat jumpa pers di Senayan City XXI, Jakarta.

Baca Juga :  Rahasia Diet Indra Bekti Turun 10 Kg, Begini Pola Makannya

Sinopsis Lengkap Lobang Buaya

Cerita berlatar pada 1964, setahun sebelum pecahnya peristiwa kelam 1965. Sebuah desa bernama Lobang Buaya digegerkan oleh serangkaian temuan jenazah yang terjadi secara berulang setiap tanggal 30.

Uniknya, setiap korban ditemukan tewas dengan kondisi punggung berlubang, disertai sayatan yang membentuk kata-kata sindiran di tubuh mereka, menambah teror sekaligus misteri bagi warga desa.

Letnan Soegeng (Baskara Mahendra), seorang perwira militer, ditugaskan membantu pihak kepolisian mengusut rangkaian pembunuhan misterius tersebut.

Ia tidak datang sendirian, melainkan bersama sang istri yang juga adik angkatnya, Arum Wangi (Carissa Perusset), dengan tujuan awal menjemput sang ayah (Mathias Muchus) yang tengah sakit-sakitan di desa tersebut.

Namun, begitu tiba di Lobang Buaya, Arum justru dihantui teror gaib dari sosok wanita misterius yang terus menghantuinya.

Di saat bersamaan, Letnan Soegeng harus menyelidiki motif di balik pembunuhan berantai yang terjadi, sembari terjebak dalam pusaran gejolak politik dan ketidakadilan yang menyelimuti desa tersebut, termasuk keberadaan kelompok yang disebut sebagai “7 Setan Desa”, yang dianggap meresahkan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Sinopsis Film Horor Malam Keramat dan Daftar Pemainnya

Daftar Pemeran Utama Lobang Buaya

Aktor/Aktris Karakter
Baskara Mahendra Letnan Soegeng
Carissa Perusset Arum Wangi
Mathias Muchus Ayah Soegeng/Arum
Iskak Khivano –
Anya Zen –

Memadukan Horor, Misteri Kriminal, dan Kritik Sosial

Keunikan Lobang Buaya terletak pada caranya memainkan informasi secara berlapis, membuat penonton terus menebak siapa dalang sesungguhnya di balik rangkaian pembunuhan tersebut.

Film ini turut menyentil isu kekuasaan, ketidakadilan, dan penindasan yang terjadi di tengah gejolak politik era 1960-an, sekaligus menyoroti bagaimana narasi tertentu kerap dimanfaatkan sebagai alasan untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat.

Hanung Bramantyo diketahui turut menerapkan formula penceritaan ala film horor Korea dalam menyusun alur Lobang Buaya, memadukan ketegangan psikologis dengan elemen investigasi kriminal yang terus berkembang seiring terungkapnya petunjuk demi petunjuk sepanjang cerita.

Diputar di Berbagai Festival Film Internasional

Sebelum tayang luas di bioskop Tanah Air, Lobang Buaya telah lebih dulu melanglang buana ke sejumlah ajang festival film internasional, termasuk International Film Festival Rotterdam dan Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026, menegaskan apresiasi dunia internasional terhadap pendekatan unik film ini dalam mengemas isu sejarah lewat genre horor-misteri.

Baca Juga :  Rekomendasi Film Horor Terbaru 2026 yang Bikin Merinding

Film ini juga diklasifikasikan untuk penonton Dewasa 17+, mengingat tema dan visual yang disajikan cukup intens bagi sebagian kalangan penonton.

Kesimpulan

Lobang Buaya hadir sebagai tontonan yang berani memadukan genre horor dengan fiksi sejarah kelam Indonesia, tanpa secara langsung menggambarkan peristiwa G30S itu sendiri.

Dengan alur misteri berlapis serta kritik sosial yang terselip di sepanjang cerita, film garapan Hanung Bramantyo ini layak menjadi pilihan tontonan bagi pencinta genre horor-thriller yang menginginkan pengalaman menonton lebih dari sekadar unsur jump scare semata.


FA/idn


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *