indonetra.com – Pulau Madura dikenal sebagai salah satu lumbung talenta dangdut di Indonesia.
Kali ini giliran seorang pemuda asal Sampang yang membuktikan hal tersebut lewat penampilan yang berhasil mencuri dua standing ovation sekaligus.
Namanya Sahwan Davino, kontestan DA8 yang kini tengah ramai dibicarakan berkat perjuangannya menembus panggung dangdut nasional.
Berawal dari Kecintaan pada Dangdut Klasik Sejak SMP
Sahwan merupakan pemuda berusia 20 tahun yang berasal dari Desa Somber, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura.
Ia beragama Islam, sesuai dengan latar belakang masyarakat di kampung halamannya yang kental dengan nuansa religius.
Kecintaannya terhadap musik dangdut sudah tumbuh sejak duduk di bangku kelas 7 SMP.
Saat itu, ia mulai gemar mendengarkan lagu-lagu legendaris dari Rhoma Irama, Mansyur S, hingga Meggy Z sebagai bekal membentuk karakter vokalnya.
Biodata Singkat Sahwan DA8
| Kategori | Keterangan |
|---|---|
| Nama Lengkap | Sahwan Davino |
| Nama Panggung | Sahwan |
| Agama | Islam |
| Umur Sahwan | 20 Tahun |
| Asal | Desa Somber, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura |
| Ajang | D’Academy 8 (Indosiar) |
| Pencapaian | Golden Ticket, 2 standing ovation di Final Audition, lolos Top 37 |
Idola dan Motivasi di Balik Panggung
Selain terinspirasi dari legenda dangdut, Sahwan juga mengidolakan Valen, runner-up D’Academy 7, karena karakter vokal dan penghayatannya yang kuat setiap kali tampil.
Kesempatan langka pun datang ketika ia berkesempatan bertemu dan bernyanyi langsung bersama sang idola, momen yang diakuinya menjadi penyemangat tambahan untuk terus mengasah kemampuan bernyanyinya.
Perjuangan di Final Audition hingga Lolos Top 37
Puncak perjuangan Sahwan terjadi saat babak Final Audition yang disiarkan langsung oleh Indosiar pada Jumat, 3 Juli 2026.
Ia tampil percaya diri membawakan dua lagu, salah satunya “Sapu Tangan Merah” milik Yus Yunus, yang berhasil memukau dewan juri hingga meraih dua standing ovation.
Pencapaian ini memastikan langkahnya menuju status Akademia sekaligus tiket menuju babak kompetisi utama.
Perjalanan Sahwan tidak berhenti sampai di situ.
Ia berhasil melaju hingga babak Top 37, salah satu tahap paling kompetitif dalam ajang ini, bersaing ketat dengan puluhan kontestan berbakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Dukungan Penuh dari Kampung Halaman
Keberhasilan Sahwan disambut antusias oleh warganya sendiri.
Anggota DPRD Sampang, Juhari, bahkan turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan penuh kepada Sahwan agar bisa terus melangkah hingga babak puncak.
Selain dukungan dari tokoh masyarakat, semangat Sahwan juga tidak lepas dari peran teman-teman dan kedua orang tuanya yang selalu mendampingi sejak awal proses audisi.
Kesimpulan
Kisah Sahwan menjadi bukti bahwa kecintaan yang tumbuh sejak kecil terhadap musik dangdut, dipadukan dengan kerja keras dan dukungan lingkungan sekitar, mampu mengantarkan seorang pemuda asal desa kecil di Madura menembus panggung kompetisi dangdut terbesar di Indonesia.
Dengan modal dua standing ovation dan semangat membara demi mengharumkan nama Madura, publik kini menantikan sejauh mana langkah Sahwan bisa terus berlanjut di babak-babak selanjutnya.
(FA/idn)
yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Penulis yang fokus pada dunia Showbiz & Entertainment, menghadirkan berita selebritas, film, musik, drama, dan tren hiburan terkini dengan informasi yang akurat, menarik, dan mudah dipahami.











