Example floating
Example floating
Otomotif

Ciri Minyak Rem Motor Basi, Jangan Abaikan Efeknya

2
×

Ciri Minyak Rem Motor Basi, Jangan Abaikan Efeknya

Sebarkan artikel ini
Ciri Minyak Rem Motor Basi, Jangan Abaikan Efeknya
Ciri Minyak Rem Motor Basi, Jangan Abaikan Efeknya

indonetra.com – Minyak rem merupakan bagian penting dalam sistem pengereman motor karena berfungsi meneruskan tekanan dari tuas rem menuju kaliper.

Kondisinya sering luput dari perhatian karena berbeda dengan kampas rem atau cakram yang lebih mudah diperiksa secara visual.

Padahal, kualitas minyak rem dapat menurun seiring usia pemakaian dan paparan kelembapan dari udara.

Minyak rem bersifat higroskopis, sehingga dapat menyerap uap air secara perlahan dari lingkungan sekitar.

Semakin banyak kandungan air di dalam sistem, karakteristik minyak rem dapat berubah dan kinerja pengereman berpotensi ikut menurun.

Ciri Minyak Rem Motor Mulai Basi

Ada beberapa tanda yang dapat diperhatikan pemilik motor ketika kondisi minyak rem sudah tidak lagi optimal.

1. Warna Minyak Rem Berubah

Minyak rem yang masih dalam kondisi baik umumnya memiliki warna relatif jernih atau kekuningan, tergantung jenis cairan yang digunakan.

Jika warna minyak rem berubah menjadi keruh, cokelat tua, atau sangat gelap, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya kontaminasi atau penurunan kualitas.

Baca Juga :  Apakah Samsat Buka Hari Sabtu, Simak Jadwalnya

Perubahan warna tidak selalu menjadi satu-satunya penentu bahwa minyak rem harus diganti, tetapi patut menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Tuas Rem Terasa Empuk atau Ngempos

Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan karakter tuas rem.

Jika tuas terasa lebih empuk dari biasanya, harus ditarik semakin dalam, atau tekanan pengereman terasa tidak sekuat sebelumnya, sistem rem sebaiknya segera diperiksa.

Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh minyak rem yang sudah lama karena udara di dalam sistem atau masalah pada komponen hidrolik juga dapat menimbulkan gejala serupa.

Karena itu, pemeriksaan menyeluruh diperlukan sebelum menentukan penyebabnya.

3. Rem Terasa Berubah Saat Digunakan Berulang

Minyak rem yang menyerap terlalu banyak air dapat mengalami penurunan titik didih.

Saat sistem pengereman bekerja terus-menerus dan temperatur meningkat, kandungan air tersebut dapat berubah menjadi uap.

Uap dapat membentuk gelembung di dalam sistem hidrolik yang kemudian membuat tekanan dari tuas tidak tersalurkan secara optimal.

Akibatnya, tuas rem dapat terasa lebih lembek dan kemampuan pengereman dapat berkurang, terutama ketika rem bekerja dalam kondisi panas.

Baca Juga :  Cara Cabut Berkas Mobil Antar Daerah, Syarat dan Biayanya

Kapan Minyak Rem Harus Diganti?

Minyak rem tidak seharusnya hanya diganti ketika warnanya sudah sangat gelap atau ketika rem mulai terasa bermasalah.

Penggantian juga perlu mengikuti jadwal perawatan yang ditentukan pabrikan kendaraan.

Liputan6 yang mengutip Daihatsu menyebut penggantian minyak rem secara berkala sekitar dua tahun atau 24.000 kilometer, tetapi interval sebenarnya tetap perlu disesuaikan dengan buku manual masing-masing kendaraan.

Hal ini penting karena minyak rem dapat mengalami penurunan kualitas meskipun volume cairan di reservoir masih terlihat cukup.

Pemilik motor juga sebaiknya tidak mencampurkan minyak rem secara sembarangan karena jenis cairan harus sesuai dengan spesifikasi sistem pengereman kendaraan.

Penggantian Minyak Rem Tidak Cukup Sekadar Dikuras

Proses penggantian minyak rem perlu dilakukan dengan benar agar tidak ada udara yang tertinggal di dalam sistem pengereman.

Setelah cairan lama dikeluarkan dan minyak rem baru dimasukkan, sistem hidrolik biasanya perlu melalui proses bleeding.

Baca Juga :  BYD Recall 180 Ribu Unit Mobil, Ini Sebabnya

Proses tersebut bertujuan mengeluarkan udara dari dalam jalur minyak rem sehingga tekanan hidrolik dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Jika setelah penggantian tuas masih terasa ngempos atau karakter pengereman tidak normal, jangan langsung menganggap masalah selesai hanya karena minyak rem sudah baru.

Komponen lain seperti selang, master rem, kaliper, kampas, serta cakram juga perlu diperiksa apabila terdapat gejala pengereman yang tidak normal.

Minyak rem memang bukan komponen yang terlihat bekerja setiap kali motor digunakan, tetapi kondisinya memiliki hubungan langsung dengan kinerja sistem pengereman.

Karena itu, pemeriksaan dan penggantian secara berkala menjadi bagian penting dari perawatan motor, terutama sebelum digunakan untuk perjalanan jauh atau aktivitas yang membutuhkan pengereman berulang.

(IS/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *