Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Teknologi

Apakah Email Bisa Diretas? Yuk, Kenali Penyebab dan Solusinya

6
×

Apakah Email Bisa Diretas? Yuk, Kenali Penyebab dan Solusinya

Sebarkan artikel ini
Apakah email bisa di-hack? Bisa. Simak penyebab, tanda email diretas, cara mengamankan, dan langkah pemulihannya di sini.
Apakah email bisa di-hack? Bisa. Simak penyebab, tanda email diretas, cara mengamankan, dan langkah pemulihannya di sini.

indonetra.com – Jika kamu penasaran apakah email milik kita bisa di-hack dan diambil alih oleh orang lain? Jawabannya: bisa.

Perlu kamu tahu, bahwa ternyata akun email dapat diretas lewat password yang bocor, jebakan phishing, malware, atau perangkat yang tidak aman.

Baca Juga :  Cara Agar Chat WA Tidak Hilang Saat Ganti HP

Risikonya besar karena email dipakai untuk mendaftar media sosial, belanja online, dan layanan keuangan, serta untuk mereset password akun lain.

Artikel ini menjelaskan bagaimana email bisa diretas, tanda-tandanya, dan cara mencegah serta memulihkannya.

Apakah Email Bisa Di-hack?

Ya, email bisa di-hack, tetapi biasanya bukan karena sistem penyedia layanannya jebol.

Penyebab paling umum justru ada di sisi pengguna, misalnya password yang lemah atau terjebak tautan palsu.

Penyedia besar seperti Gmail dan Outlook memiliki perlindungan berlapis, tetapi akun tetap rentan jika pemiliknya lalai.

Setelah akun email dikuasai pelaku, ia bisa meminta reset password ke layanan lain yang terhubung ke email tersebut.

Baca Juga :  Cara Berhenti Langganan Telkomsel agar Pulsa Tidak Tersedot

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sekitar 5,2 miliar anomali trafik internet di Indonesia sepanjang 2025.

Sekitar 93,78 persen di antaranya terkait aktivitas berbasis malware.

BSSN menegaskan bahwa anomali trafik tidak otomatis berarti serangan yang berhasil, karena sebagian hanya percobaan atau gagal.

Angka ini tetap menunjukkan bahwa ancaman siber sangat tinggi dan pengguna perlu waspada.

Penyebab Email Bisa Di-hack

Berikuta ini adalah sejumlah faktor utama, kenapa email bisa diretas dan diambil olih oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

1. Password Lemah atau Dipakai Berulang

Password sederhana seperti tanggal lahir atau urutan angka mudah ditebak.

Password yang sama dipakai di banyak layanan juga berbahaya, karena satu situs yang bocor bisa membuka akun lainnya.

2. Phishing

Phishing adalah jebakan berupa email atau pesan palsu yang menyamar sebagai bank, marketplace, atau penyedia email.

Korban diarahkan memasukkan password di halaman tiruan yang mirip aslinya.

3. Kebocoran Data

Data email dan password bisa bocor dari situs yang pernah kamu daftari.

Data bocor itu kemudian dicoba pada layanan lain, terutama jika password-nya sama.

4. Malware

Malware di ponsel atau komputer bisa mencuri data login yang tersimpan.

Biasanya malware masuk lewat aplikasi bajakan, file lampiran mencurigakan, atau tautan dari sumber tidak jelas.

5. Tanpa Verifikasi Dua Langkah

Tanpa verifikasi dua langkah, orang yang mengetahui password langsung bisa masuk.

6. Wi-Fi Publik dan Perangkat Bersama

Lupa logout di komputer warnet, kantor, atau perangkat pinjaman membuat sesi login masih terbuka.

Jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman juga menambah risiko.

7. Aplikasi atau Izin Akses yang Tidak Jelas

Menghubungkan akun email ke aplikasi atau situs tidak dikenal bisa memberi pihak lain akses ke kotak masukmu.

Ringkasan Penyebab dan Pencegahannya

Penyebab Cara Mencegah
Password lemah atau berulang Gunakan password panjang dan unik, simpan di pengelola password
Phishing Periksa alamat pengirim, jangan klik tautan dari pesan mencurigakan
Kebocoran data Ganti password setelah ada kabar kebocoran dan jangan pakai password sama
Malware Pasang aplikasi dari sumber resmi dan perbarui sistem
Tanpa verifikasi dua langkah Aktifkan verifikasi dua langkah, lebih baik lewat aplikasi autentikator atau passkey
Perangkat bersama Selalu logout dan hindari login di komputer umum
Izin aplikasi tidak jelas Tinjau dan cabut akses aplikasi yang tidak dikenal

Tanda-tanda Email Kamu Sudah Diretas

  • Ada notifikasi login dari perangkat atau lokasi yang tidak dikenal
  • Muncul email terkirim yang tidak pernah kamu kirim
  • Teman menerima pesan aneh atau spam dari alamat emailmu
  • Password tidak lagi bisa dipakai masuk
  • Pengaturan akun berubah, misalnya nomor pemulihan atau alamat email cadangan
  • Ada email reset password dari layanan lain yang tidak kamu minta

Solusi: Cara Mengamankan Email dari Peretasan

  1. Aktifkan verifikasi dua langkah di akun emailmu
  2. Gunakan password minimal 12 karakter yang unik untuk setiap akun
  3. Pakai pengelola password agar tidak perlu menghafal semuanya
  4. Pilih aplikasi autentikator atau passkey, karena lebih aman daripada kode OTP lewat SMS
  5. Jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk yang mengaku petugas
  6. Periksa daftar perangkat dan aktivitas login secara berkala
  7. Perbarui ponsel, komputer, dan aplikasi secara rutin
  8. Pastikan nomor ponsel dan email pemulihan masih aktif dan milikmu

Yang Harus Dilakukan Jika Email Sudah Diretas

  1. Segera ganti password jika kamu masih bisa masuk
  2. Keluarkan semua perangkat yang tidak dikenal dari akun
  3. Aktifkan verifikasi dua langkah
  4. Periksa pengaturan seperti penerusan email otomatis dan nomor pemulihan
  5. Ganti password akun lain yang terhubung dengan email itu, terutama bank dan media sosial
  6. Beri tahu kontak bahwa emailmu sempat diretas agar tidak mengklik pesan aneh
  7. Jika tidak bisa masuk, gunakan fitur pemulihan akun dari penyedia email
  8. Laporkan ke penyedia layanan dan, jika ada kerugian, ke pihak berwenang

Kesimpulan

Email memang bisa di-hack, tetapi sebagian besar kasus bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana.

Baca Juga :  Cara Menghemat Baterai HP Samsung Agar Lebih Awet

Password unik, verifikasi dua langkah, dan kewaspadaan terhadap phishing sudah menutup banyak celah yang paling sering dimanfaatkan pelaku.

Karena email menjadi kunci ke banyak akun lain, mengamankannya adalah langkah pertama yang paling penting.

(IA/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.