Example floating
Example floating
Kesehatan

Cara Menurunkan Gula Darah Tinggi dengan Aman

10
×

Cara Menurunkan Gula Darah Tinggi dengan Aman

Sebarkan artikel ini
Cara menurunkan gula darah tinggi dapat dimulai dari mengatur pola makan, rutin bergerak, menjaga tidur, dan mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter.
Cara menurunkan gula darah tinggi dapat dimulai dari mengatur pola makan, rutin bergerak, menjaga tidur, dan mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter.

indonetra.com – Cara menurunkan gula darah tinggi tidak cukup hanya dengan mengurangi gula pasir, tetapi juga memerlukan pengaturan porsi makan, aktivitas fisik, dan pemantauan kesehatan secara teratur.

Kadar gula darah yang tinggi dapat berkaitan dengan diabetes, ketika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak menggunakannya secara efektif untuk mengolah glukosa menjadi energi.

Baca Juga :  Inilah 6 Jus Penurun Kolesterol yang Bisa Dibuat di Rumah

Jika dibiarkan tidak terkontrol, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung, ginjal, mata, dan saraf, sehingga penanganannya perlu dilakukan secara tepat.

Atur Pola Makan untuk Mengendalikan Gula Darah

Perubahan pola makan menjadi salah satu langkah penting untuk membantu menjaga kadar glukosa tetap terkendali sepanjang hari.

Berikut beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan dalam menu harian.

  • Batasi minuman manis. Kurangi teh manis, minuman bersoda, sirup, serta minuman kemasan yang mengandung gula tambahan.
  • Pilih karbohidrat berserat. Nasi merah, oat, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh dapat menjadi pilihan sesuai kebutuhan gizi.
  • Perbanyak sayuran. Sayuran hijau dan bahan pangan berserat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
  • Perhatikan porsi makan. Sesuaikan jumlah nasi, lauk, sayur, dan buah dengan kebutuhan tubuh agar asupan karbohidrat tidak berlebihan dalam satu waktu.
  • Pilih protein sehat. Ikan, telur, tahu, tempe, dan daging tanpa lemak dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian.

Mengendalikan gula darah bukan berarti menghilangkan seluruh karbohidrat dari menu, melainkan memilih jenis dan jumlah makanan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Orang yang memiliki diabetes juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menyusun pola makan yang sesuai dengan pengobatan dan kebutuhan nutrisinya.

Aktivitas Fisik dan Kebiasaan Harian yang Membantu

Otot menggunakan glukosa sebagai sumber energi ketika tubuh bergerak, sedangkan aktivitas fisik teratur dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

Mulailah dengan berjalan kaki atau melakukan aktivitas ringan sesuai kemampuan, kemudian tingkatkan durasi dan intensitas secara bertahap apabila kondisi kesehatan memungkinkan.

Bagi orang dewasa, sasaran umum aktivitas aerobik adalah minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang, tetapi penderita diabetes perlu menyesuaikannya dengan kondisi medis.

Baca Juga :  Ciri-Ciri Kista di Rahim yang Sering Tidak Disadari, Kenali Gejalanya Sejak Dini

Jika menggunakan insulin atau obat yang berisiko menyebabkan gula darah rendah, periksa kadar glukosa sesuai anjuran tenaga kesehatan dan kenali gejala seperti gemetar, berkeringat, serta pusing saat berolahraga.

Hindari olahraga berat ketika gula darah sangat tinggi, terutama jika terdapat keton, dan mintalah petunjuk medis mengenai waktu yang aman untuk beraktivitas.

Minum air putih secara cukup juga membantu mencegah dehidrasi, sedangkan minuman manis sebaiknya tidak dijadikan pilihan utama untuk mengatasi rasa haus.

Usahakan tidur teratur selama sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam bagi kebanyakan orang dewasa, serta kelola stres melalui relaksasi atau kegiatan yang menenangkan.

Kapan Gula Darah Tinggi Memerlukan Pengobatan?

Perubahan gaya hidup membantu mengendalikan gula darah, tetapi tidak selalu cukup untuk menggantikan pengobatan pada penderita diabetes.

Dokter dapat menyarankan pemeriksaan glukosa darah puasa, pemeriksaan setelah makan, atau HbA1c untuk menilai kondisi dan menentukan penanganan yang sesuai.

Jika obat atau insulin sudah diresepkan, gunakan sesuai petunjuk dan jangan menambah dosis, menghentikan obat, atau mengganti terapi sendiri hanya berdasarkan hasil pemeriksaan sesaat.

Baca Juga :  Benarkah Donor Darah Bisa Menurunkan Kolesterol? Ini Faktanya

Ramuan herbal, suplemen, maupun bahan makanan tertentu juga tidak boleh dianggap sebagai pengganti terapi medis yang terbukti diperlukan.

Segera cari pertolongan medis jika gula darah tinggi disertai muntah, nyeri perut, napas cepat atau berat, kebingungan, atau rasa lemas yang ekstrem karena gejala tersebut dapat menandakan komplikasi serius.

Pengendalian gula darah yang baik membutuhkan kebiasaan sehat, pemeriksaan berkala, dan pengobatan yang sesuai, bukan sekadar upaya menurunkan angka glukosa secepat mungkin.

(MD/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.