Example floating
Example floating
DaerahZona Berita

Anak Krakatau Erupsi Lima Kali, Abu Terpantau Hingga Lampung

5
×

Anak Krakatau Erupsi Lima Kali, Abu Terpantau Hingga Lampung

Sebarkan artikel ini
Anak Krakatau erupsi lima kali pada 17 Oktober 2026, abu vulkanik sempat terdeteksi di Banten dan Lampung. Simak waktu erupsi dan statusnya.
Anak Krakatau erupsi lima kali pada 17 Oktober 2026, abu vulkanik sempat terdeteksi di Banten dan Lampung. Simak waktu erupsi dan statusnya.

indonetra.com – Gunung Anak Krakatau erupsi lima kali pada Sabtu (17/10/2026) dini hari, sementara sebaran abu vulkanik sempat terdeteksi mengarah ke wilayah perairan Banten hingga selatan Lampung berdasarkan pemantauan satelit.

Aktivitas tersebut berlangsung dalam rentang waktu kurang dari satu jam, dengan beberapa letusan terekam melalui pemantauan aktivitas gunung api di kawasan Selat Sunda.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena sebaran abu vulkanik dapat memengaruhi kondisi udara dan aktivitas masyarakat di wilayah yang berada dalam jangkauannya.

Erupsi Anak Krakatau dan Sebaran Abu Vulkanik

Lima erupsi Gunung Anak Krakatau tercatat pada pukul 01.31 WIB, 01.35 WIB, 01.40 WIB, 01.47 WIB, dan 02.15 WIB.

Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 oleh BMKG Lampung, abu vulkanik terpantau pada pukul 04.00 WIB dengan ketinggian mencapai 4.000 kaki atau sekitar 1,2 kilometer.

Baca Juga :  Sarwendah Gugat Ruben Onsu soal Cicilan Dua Rumah

Sebaran material tersebut teridentifikasi bergerak ke arah barat, mencakup sebagian perairan Selat Sunda di sebelah barat Pandeglang, Banten, hingga perairan selatan Lampung.

Pada pukul 07.00 WIB, abu vulkanik tidak lagi terdeteksi melalui citra satelit tersebut, tetapi kondisi ini tidak otomatis membuktikan seluruh material telah mengendap atau hilang dari atmosfer.

Dalam catatan pemantauan, letusan secara visual tidak teramati, sedangkan sejumlah erupsi berhasil terekam melalui instrumen seismik.

Erupsi pukul 01.40 WIB memiliki amplitudo maksimum 40 milimeter dengan durasi 22 detik, sementara letusan pukul 01.47 WIB mencapai amplitudo 55 milimeter selama 29 detik.

Adapun erupsi pukul 02.15 WIB tercatat memiliki amplitudo maksimum 53 milimeter dengan durasi 28 detik.

Status Gunung Anak Krakatau dan Langkah Kewaspadaan

Aktivitas erupsi perlu dipahami bersama status gunung api dan rekomendasi resmi dari otoritas terkait, bukan hanya berdasarkan banyaknya letusan dalam satu hari.

Baca Juga :  Kendala BBM Damkar Manokwari Hambat Penanganan Kebakaran

Pada pembaruan sebelumnya, Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga, dengan pembatasan aktivitas di sekitar pusat erupsi sesuai rekomendasi otoritas vulkanologi.

Masyarakat dan wisatawan perlu memeriksa pengumuman terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sebelum mendekati kawasan gunung atau melakukan perjalanan laut di sekitar Selat Sunda.

Jika abu vulkanik terpapar di wilayah tempat tinggal, penggunaan masker dan pembatasan aktivitas luar ruangan dapat membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Perubahan hasil pengamatan dari satu waktu ke waktu berikutnya menunjukkan pentingnya mengikuti pembaruan resmi, terutama bagi masyarakat pesisir, nelayan, dan wisatawan di sekitar Selat Sunda.

(YS/idn)


yuk, kenalan lebih dekat dengan penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *